Tugu Anti Korupsi. (net)

Jumat, 10 November 2017 - 12:17 WIB 2340000

Tugu Anti Korupsi yang Dikorupsi

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Keris 'sakti' menancap terbalik di atas tugu berbalut cakar 'emas', diintari gelombang 'tujuh hantu' hijau pekat, begitulah hiasan Tugu Tunjuk Ajar yang katanya Tugu Anti Korupsi.

Tugu setinggi tujuh meter tersebut dirias indah, mengandung makna dalam dan melambangkan budaya Melayu yang khas, gelombang bono sebagai hiasan tentang destinasi wisata di Riau.

Namun siapa sangka, keindahan tugu anti korupsi tersebut kini menjadi saksi bisu tentang keberingasan koruptor, bahkan mampu 'menggoyang' citra lembaga anti korupsi yang selama ini terpandang kewibawaannya.

Tugu yang berada di tengah-tengah ruang terbuka hijau (RTH) tersebut diresmikan pada akhir tahun lalu, bahkan para petinggi KPK telah meninjau dan berfoto-foto di hiasan itu.

Namun tidak lama setelahnya, sejumlah pihak mengenduskan indikasi korupsi dalam proyek tersebut, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang menerima laporan lantas melakukan pengusutan.

Lebih dari setahun penyelidikan, aparat Kejati Riau akhirnya, pada Rabu (8/11/2017) menetapkan 18 orang sebagai tersangka, 13 di antaranya bahkan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Riau.

Dari seluruh tersangka itu, penyidik juga menetapkan mantan Kepala Dinas PU Provinsi Riau, DAS sebagai tersangka.

"Berkas perkara para tersangka ini, kita bagi 14 dalam berkas," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta.

Informasi penanganan dugaan korupsi tugu anti korupsi di Riau mendapat sorotan nasional bahkan internasional.

Hal itu tidak lepas dari Provinsi Riau yang selama ini dipandang sebagai daerah yang selalu mendapat sorotan KPK setelah tiga gubernur sebelumnya, Saleh Djasit, Rusli Zaenal dan Annas Maamun terbukti melakukan tindakan korupsi hingga dihukum penjara.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau mengapresiasi tindakan hukum yang dilakukan Kejati Riau.

"Kejati harus mengusut tuntas, jangan ada kompromi dengan pihak-pihak yang berani melakukan tindakan curang ini," kata Usman, koordinator Fitra Riau di Pekanbaru, Jumat (10/11/2017).

Usman menjelaskan, pihaknya sudah pernah mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Riau tidak perlu membangun tugu anti korupsi.

"Hingga kejadiannya begini, kan tentunya memalukan," kata Usman.

Kata dia, Riau sudah diberikan kepercayaan oleh KPK untuk menjadi tuan rumah HAKI (Hari Anti Korupsi) tahun lalu, namun ternyata proyek pendukung kegiatan tersebut yang justru dikorupsi.

"Ini sangat disesalkan sekali, inilah kalau pengabdian kepada daerah berorientasi kepada proyek," Usman menambahkan. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

LAM Riau Sepakat Panggil Surhadiman Amby dan Kordias

Rabu, 08 November 2017 - 16:10 WIB

Mau jadi Agen Penggerak Integritas? Ikuti Workshop KPK

Rabu, 08 November 2017 - 15:08 WIB

Cara Registrasi Kartu Perdana

Minggu, 05 November 2017 - 11:09 WIB

Alexis Tutup, Pengusaha Hiburan pun Kecewa

Selasa, 31 Oktober 2017 - 15:36 WIB

Ritual Menyimah Kampung di Desa Dusun Tua Pelang

Senin, 30 Oktober 2017 - 11:56 WIB

Dumai Tanpa Kumuh, Mungkinkah?

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 10:17 WIB

Anton Medan Bakal ke Inhu

Jumat, 27 Oktober 2017 - 16:01 WIB

TP PKK Inhil Raih Juara I Kategori Menu Sarapan Pagi

Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:15 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia