Kapitra Ampera dan Sugeng Riyanta. (RB)

Rabu, 15 November 2017 - 10:09 WIB 4410000

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Aspidsus Kejati Riau Diadukan ke Jokowi, Kapitra: Instruksi Presiden Dilanggar

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Penyalahgunaan kewenangan dan kekuasaan yang diduga dilakukan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta terhadap tersangka kasus dugaan korupsi ruang terbuka hijau di Pekanbaru telah diadukan juga ke Presiden Joko Widodo.

"Kami sudah melaporkannya ke Presiden Jokowi, karena pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang oleh Sugeng ini sudah jelas, bahkan ada unsur melanggar Instruksi Presiden," kata Kapitra Ampera lewat sambungan telepon, Selasa (14/11/2017).

Kapitra bertindak selaku kuasa hukum dari CV Panca Mandiri Konsultan selaku konsultan pengawas proyek ruang terbuka hijau (RTH) bekas Kantor Dinas Pekerjaan Umum Riau yang saat ini menjadi temuan pihak Kejati Riau karena diduga dikorupsi secara bersama-sama.

Pengaduan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut disampaikan ke Presiden Jokowi lewat surat No. K-A/XI/2017 tanggal 14 November 2017 dan ditembuskan pula ke Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia dan Jaksa Agung di Jakarta.

"Kasus yang melibatkan klien saya dan 14 tersangka lainnya ini adalah diskresi atau sebuah kebijakan, jadi tidak bisa dipidanakan," kata Kapitra.

Menurut dia, hal tersebut sedengan Instruksi Presiden Jokowi pada poin satu yang dinyatakan bahwa; Kebijakan dan diskresi tidak boleh dipidanakan.

rb

"Kalau tetap dilaksanakan atau dipidanakan, hal ini tentu sudah bentuk kriminalisasi," katanya.

Menurut dia, kejahatan itu harus pasti dan jelas, tidak boleh menyangka-nyangka kemudian menetapkan orang yang disangka tanpa alat bukti yang pasti kemudian diproses hukum.

Sebelumnya, Kapitra menyatakan, bahwa Sugeng Riyanta selaku Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau diduga telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan/kewenangannya dengan menyampaikan berita dan pemberitaan bohong, serta informasi yang tidak pasti.

Kata dia seperti dalam konfrensi persnya pada tanggal 8 November 2017 di gedung tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Sugeng Riyanta menyatakan Pelapor sebagai pihak yang pinjam bendera perusahaan konsultan pengawas, yaitu CV. Panca Mandiri Konsultan.

"Nyatanya pelapor merupakan pendiri sekaligus tenaga ahli CV Panca Mandiri Konsultan sebagaimana Akta Pendirian Perseroan Komanditer di depan Notaris Tajib Rahardjo, SH," katanya.

Selanjutnya, Kapitra menjelaskan, bahwa Sugeng Riyanta telah menyalahgunakan kekuasaan dengan melakukan perhitungan kerugian negara tanpa wewenang.

Yang menurut dia, hal itu bertentangan dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 Tentang BKP dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 yang jelas menyatakan satu-satunya lembaga yang berwenang menyatakan adanya kerugian negara dan menghitung kerugian negara adalah BPK.

Sugeng Riyanta dalam Konferensi Pers nya dan dalam wawancaranya menyebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp1,23 miliar, pernyataan tersebut kata Kapitra bertentangan dengan Rekomendasi BPK tahun 2016 yang menyebutkan adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp285.797.638,64 kepada kontraktor fisik pelaksana proyek yaitu PT Bumi Riau Lestari.

Atas rekomendasi tersebut, katanya, pihak kontraktor PT Riau Bumi Lestari telah melakukan pengembalian keuangan negara dan telah divalidasi oleh Inspektorat Provinsi Riau.

Aspidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta saat dihubungi terpisah enggan menanggapi soal dirinya yang dilaporkan ke Polda dan ke Presiden tersebut.

"Jadi begini, saya atau kami tidak akan menanggapi atau mengomentari persoalan yang di luar urusan yuridis," kata Sugeng.

Kata dia, pihaknya sebagai Aspidsus hanya bisa mengomentari perkara yang dia tangani dan tidak terkait substansi.

"Kalau untuk persoalan itu di luar perkara yang saya tangani, silahkan tanya ke Aspidum Zainul Arifin, beliau yang sudah di tunjuk," kata Sugeng.

Aspidum Zainul Arifin yang dihubungi belum bersedia menjawab. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Setya Novanto Dilaporkan ke KPK, Termasuk Pengacaranya

Senin, 13 November 2017 - 20:54 WIB

Jumat Keramat, Setya Novanto Tersangka Lagi

Jumat, 10 November 2017 - 17:08 WIB

Setya Novanto Tetap Dicegah ke Luar Negeri

Kamis, 09 November 2017 - 19:53 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia