Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie usai diperiksa KPK. (net)

Kamis, 16 November 2017 - 16:54 WIB 4610000

Giliran Aburizal Bakrie Diperiksa KPK, Selama 5 Jam Ini yang Ditanya KPK..

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Mantan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Dewan Pembina PartaiGolkar Aburizal Bakrie diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).

Aburizal Bakrie diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Ketua DPR RISetya Novanto.

Aburizal tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.55 WIB dan keluar pada pukul 15.00 WIB.

Seusai diperiksa, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, mengungkapkan, penyidik menanyakan beberapa pertanyaan terkait tugas dan tanggung jawab Ketua Umum Partai Golkar.

Selain itu, penyidik juga menanyakan apakah ia mengetahui soal dugaan korupsi e-KTP.

"Tadi ditanya tentang bagaimana tugas dan tanggung jawab ketua umum Partai Golkar. Soal organisasi partai dan bagaimana, apakah mengetahui tentang e-KTP. Itu saja," ujar pria yang akrab disapa Ical itu, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Namun, Ical tidak menjelaskan lebih lanjut jawaban yang diberikan kepada penyidik saat pemeriksaan.

Setelah menjawab pertanyaan wartawan, Ical langsung berjalan menuju mobilnya yang sudah menunggu di dekat pintu keluar Gedung KPK.

Ical juga mengaku tidak mengetahui keberadaan Ketua Umun Partai Golkar Setya Novanto saat seorang wartawan menanyakan soal dugaan Novanto menghilang setelah KPK berupaya melakukan penjemputan paksa.

Menurut Ical, ia tidak berkomunikasi denganNovanto dalam dua hari ini.

"Mana saya tahu (keberadaan Novanto). Enggak pernah komunikasi. Dua hari ini belum pernah komunikasi," ujar Ical.

Seperti diketahui, KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11/2017).

Novanto lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dan dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Pasal yang disangkakan terhadap Novanto adalah Pasal 2 Ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Mendagri Akan Copot Bupati Rohul Suparman, Asal...

Kamis, 16 November 2017 - 16:02 WIB

Terjaring Razia BNN, 4 PNS dan 2 Jaksa Positif Narkoba

Kamis, 16 November 2017 - 13:00 WIB

Tengah Malam Aziz Syamsudin Datangi Rumah Setya Novanto

Rabu, 15 November 2017 - 23:50 WIB

RAPP Gelar Media Gathering Jalin Keakraban dengan Media

Rabu, 15 November 2017 - 13:35 WIB

Lowongan CPNS di Seluruh Daerah untuk Tahun Depan

Rabu, 15 November 2017 - 00:28 WIB

Tegas Berantas Narkoba, Anies Tutup Diamond Karaoke

Selasa, 14 November 2017 - 17:14 WIB

21 Agenda Jokowi di KTT ASEAN Filipina

Senin, 13 November 2017 - 11:39 WIB

Situs Pribadi Setya Novanto Sempat kena Hacker

Minggu, 12 November 2017 - 22:41 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia