Foto ilustrasi (net)

Jumat, 17 November 2017 - 09:24 WIB 3060000

Sumber Energi Dakwah

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix Siauw

Anugerah terbesar yang pernah saya dapatkan sebagai manusia sampai saat ini, adalah mengenal Islam. Selepasnya, Islam memberikan saya cinta dan yang dicintai.

Islam memberi warna di tiap masa, arti di setiap hari. Cinta yang Allah berikan saat bersyahadat itulah yang menjaga saya tetap istiqamah di jalan dakwah, walau berliku-liku.

Saya manusia, punya rasa khawatir dan takut, bisa mengeluh juga bisa futur, memiliki rasa kesal dan sebal, ada amarah dan kadang lelah saat dihadapkan ujian.

Tapi dibandingkan kehilangan Islam dan dakwah, bagi saya itu jauh lebih mengerikan ketimbang apapun. Karena dakwah adalah pelipur lara, penghilang duka, yang bawa bahagia.

Sebab cinta kita berdakwah, mencintai Allah dan mencintai pula makhluknya. Saat pertama menapaki jalan dakwah, saya pun paham bahwa jalan yang saya pilih tak mudah.

Rasulullah Muhammad sudah membuktikan, tak kurang pula kisah para Nabi yang diceritakan. Dakwah ini banyak sekali halangannya, dari luar ataupun penyakit hati sendiri.

Tapi rasa cinta tak mungkin dihentikan, sebab menyayangi manusia maka kita berdakwah, tak peduli hasilnya, kitalah yang perlu untuk berdakwah, karena cinta harus disalurkan.

Yang di jalan dakwah, tak bisa membenci siapapun, termasuk mereka yang menolak, memfitnah, menuduh, dan menjegalnya, sebab benci tak bisa mengubah siapapun.

Karenanya dakwah tak pernah melibatkan benci, sebab benci itu justru menguatkan api permusuhan, sedang dakwah itu ingin memperbaiki, membuat cenderung pada Islam. Maka mereka yang di jalan dakwah, senantiasa memaafkan. Sebab dengan maaf itulah mereka bisa mendapatkan kasih sayang Allah, energi untuk terus-menerus berdakwah. Dakwah adalah cinta, selama kita mencintai Allah juga manusia maka kita punya segalanya. Apapun yang menimpa kita bisa kita sikapi, bahwa ini bentuk lain rahmat Allah.

Sumber Energi Dakwah Anugerah terbesar yang pernah saya dapatkan sebagai manusia sampai saat ini, adalah mengenal Islam. Selepasnya, Islam memberikan saya cinta dan yang dicintai Islam memberi warna di tiap masa, arti di setiap hari. Cinta yang Allah berikan saat bersyahadat itulah yang menjaga saya tetap istiqamah di jalan dakwah, walau berliku-liku Saya manusia, punya rasa khawatir dan takut, bisa mengeluh juga bisa futur, memiliki rasa kesal dan sebal, ada amarah dan kadang lelah saat dihadapkan ujian Tapi dibandingkan kehilangan Islam dan dakwah, bagi saya itu jauh lebih mengerikan ketimbang apapun. Karena dakwah adalah pelipur lara, penghilang duka, yang bawa bahagia Sebab cinta kita berdakwah, mencintai Allah dan mencintai pula makhluknya. Saat pertama menapaki jalan dakwah, saya pun paham bahwa jalan yang saya pilih tak mudah Rasulullah Muhammad sudah membuktikan, tak kurang pula kisah para Nabi yang diceritakan. Dakwah ini banyak sekali halangannya, dari luar ataupun penyakit hati sendiri Tapi rasa cinta tak mungkin dihentikan, sebab menyayangi manusia maka kita berdakwah, tak peduli hasilnya, kitalah yang perlu untuk berdakwah, karena cinta harus disalurkan Yang di jalan dakwah, tak bisa membenci siapapun, termasuk mereka yang menolak, memfitnah, menuduh, dan menjegalnya, sebab benci tak bisa mengubah siapapun Karenanya dakwah tak pernah melibatkan benci, sebab benci itu justru menguatkan api permusuhan, sedang dakwah itu ingin memperbaiki, membuat cenderung pada Islam Maka mereka yang di jalan dakwah, senantiasa memaafkan. Sebab dengan maaf itulah mereka bisa mendapatkan kasih sayang Allah, energi untuk terus-menerus berdakwah Dakwah adalah cinta, selama kita mencintai Allah juga manusia maka kita punya segalanya. Apapun yang menimpa kita bisa kita sikapi, bahwa ini bentuk lain rahmat Allah Sebab bisa jadi Allah timpakan bagi kita sesuatu yang teramat berat, agar kita sadari kelemahan, lalu bersimpuh pada Allah meminta bantuan, sujud memohon ampunan Alhamdulillah, jalan dakwah memang penuh tantangan, tapi keluar dari jalan dakwah itulah sebenar musibah @yukngajiid ☺️☺️☺️

Sebuah kiriman dibagikan oleh Felix Siauw (@felixsiauw) pada


Sebab bisa jadi Allah timpakan bagi kita sesuatu yang teramat berat, agar kita sadari kelemahan, lalu bersimpuh pada Allah meminta bantuan, sujud memohon ampunan. Alhamdulillah, jalan dakwah memang penuh tantangan, tapi keluar dari jalan dakwah itulah sebenar musibah.

*Penulis pengemban dakwah, bersama yang menginginkan kebangkitan Islam. Tausyiah ini diambil dari akun Instagram @felixsiauw, (17/11/2017). (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

MTQ Inhil kata Gubernur Ajang Membumikan Alquran

Sabtu, 11 November 2017 - 08:24 WIB
Tausyiah

Enggan dan Takabur

Jumat, 10 November 2017 - 01:44 WIB

Hebat, Desa Sungai Raya Inhu Miliki Masjid Unik

Kamis, 09 November 2017 - 20:01 WIB
Dunia Islam

Hikmah Berkuda

Jumat, 03 November 2017 - 08:29 WIB
Tausyiah Ustad Felix Siauw

Persatuan Sebab Iman

Jumat, 03 November 2017 - 07:38 WIB
Tausyiah Usatad Felix Siauw

Angkat Tangan

Kamis, 02 November 2017 - 22:52 WIB

Pemerintah Segera Atur Harga Referensi Ibadah Umrah

Rabu, 25 Oktober 2017 - 23:19 WIB

Riau Matangkan Rencana Pembentukan Quran Center

Rabu, 04 Oktober 2017 - 12:24 WIB

Terus Mengalir Bantuan dari Riau untuk Rohingya

Kamis, 28 September 2017 - 09:51 WIB

Pawai 'Sejuta Obor' di Rohul

Rabu, 20 September 2017 - 21:01 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia