Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Asisten Operasional Kapolri Irjen Irawan, dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI George Enaldus Supit memimpin langsung Operasi Terpadu yang mengevakuasi warga yang diisolasi oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua. (net)

Jumat, 17 November 2017 - 23:48 WIB 4700000

Sempat Dapat Perlawanan dari KKB, Evakuasi Warga Non Papua Berhasil Dilakukan Personel TNI-Polri

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 200 personel TNI dan Polri yang melakukan evakuasi langsung dipimpin oleh Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Asops Kapolri Irjen Irawan, dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI George Enaldus Supit.

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, evakuasi warga yang dilakukan oleh aparat TNI dan Polri dari Kampung Kimberly, Banti, dan Utikini, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, sempat mendapat perlawanan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB), Jumat (17/11/2017).

Adapun 344 warga yang dievakuasi terdiri dari 104 laki-laki dewasa, 32 perempuan dewasa, dan 14 anak-anak yang berasal dari Kampung Kimberly.

Lalu 153 laki-laki dewasa, 31 perempuan dewasa, dan 10 anak-anak berasal dari longsoran Kampung Banti. Semua yang dievakuasi merupakan warga non-Papua.

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan, evakuasi 344 orang dari Kampung Kimberly dan Banti sempat mendapat perlawanan dari KKB dengan melakukan penembakan dari bukit-bukit yang ada di sana.

"Setelah berhasil mengevakuasi warga tadi, kelompok bersenjata menembaki dari arah bukit, tetapi dibalas oleh anggota sehingga sempat terjadi kontak senjata," kata dia.

Walau evakuasi tersebut berhasil, lanjut Kapolda, masih ada ribuan warga yang masih mendiami kampung tersebut sehingga pihaknya akan berupaya untuk mengevakuasi mereka.

"Kami akan berusaha mengevakuasi mereka," kata Boy Rafli.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, masyarakat asli Papua yang lahir dan besar di Kampung Kimberly dan Banti serta daerah longsoran meminta kepada Kapolda Papua untuk tidak dievakuasi.

"Tetapi, mereka meminta jaminan perlindungan dari aparat untuk tetap di kampung tersebut sampai situasi kembali aman dan kondusif. Namun, ada beberapa anggota masyarakat lokal yang meminta dievakuasi ke Timika karena keluarganya berada di sana," ujar dia.

Aparat TNI dan Polri terus berusaha mengevakuasi ribuan warga yang terisolasi di Kampung Banti dan Kimberly sejak delapan hari lalu. Sebab, kedua daerah itu telah dikuasai oleh KKB, yang mengklaim sebagai wujud perang melawan Pemerintah Indonesia dan mereka akan menghancurkan perusahaan tambang emas Freeport. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Menuju Riau 1, Pasangan Harris-Yopi Makin Harmonis

Jumat, 17 November 2017 - 17:21 WIB

Di Rohul, SIUP Berlaku Seumur Hidup

Jumat, 17 November 2017 - 09:03 WIB

Kepala Sekolah Diminta Waspadai Penipuan

Kamis, 16 November 2017 - 18:48 WIB

Kasat Binmas Polres Inhu Sambangi Desa Se Inhu

Kamis, 16 November 2017 - 18:44 WIB

DPRD Siak Sahkan Prolegda 2018

Kamis, 16 November 2017 - 18:04 WIB

Sudah Satu Minggu, Gas 3 Kg di Siak Langka

Kamis, 16 November 2017 - 18:03 WIB

Mendagri Akan Copot Bupati Rohul Suparman, Asal...

Kamis, 16 November 2017 - 16:02 WIB

Terjaring Razia BNN, 4 PNS dan 2 Jaksa Positif Narkoba

Kamis, 16 November 2017 - 13:00 WIB

Tengah Malam Aziz Syamsudin Datangi Rumah Setya Novanto

Rabu, 15 November 2017 - 23:50 WIB

RAPP Gelar Media Gathering Jalin Keakraban dengan Media

Rabu, 15 November 2017 - 13:35 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia