Aksi Reza Rahardian dan Chelsea Islan saat pentas teater bertajuk Perempuan Perempuan Chairil di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (11/11/2017). (Kompas.com)

Minggu, 19 November 2017 - 14:57 WIB 2820000

Perempuan Perempuan Chairil dan Sisi Lain yang Menarik

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Dikenal sebagai penyair angkatan '45 dengan karya puisi seperti 'Aku', 'Krawang Bekasi', dan 'Diponegoro', Chairil memiliki sisi lain yang menarik.

"Cinta adalah bahaya yang lekas pudar," kalimat tersebut adalah kutipan dari salah satu puisiChairil Anwar berjudul Tuti Artic.

Hidupnya begitu dekat dengan perempuan. Tak hanya kesayangan nenek atau ibu, Chairil adalah Don Juan. Pria dengan berbagai petualangannya bersama banyak perempuan.

Sisi humanis Chairil yang belum banyak orang tahu inilah yang akhirnya diangkat oleh Titimangsa Foundation menjadi sebuah teater berjudulPerempuan Perempuan Chairil.

"Chairil Anwar adalah simbol kebebasan merdeka. Bagaimana karyanya bisa melampaui zaman. Di kala revolusi berlangsung dia sudah membuat karya yang inividualis. Dia melampaui batas dan zamannya," terang produser Titimangsa Foundation, Happy Salma usai media preview Perempuan Perempuan Chairil di Taman Ismail Marzuki, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Sabtu (11/11/2017).

DramaPerempuan Perempuan Chairildiadaptasi dari bukuChairilkarya Hasan Aspahani. Pertunjukan ini dibagi menjadi empat babak, yang masing-masing babak menceritakan kisah Chairil dengan empat perempuan berbeda.

Aktor Reza Rahardian didapuk untuk memerankan Chairil Anwar. Sosok penyair yang digambarkan cerdas, berani mengemukakan pendapat, perayu ulung, sekaligus narsistik.

Ia beradu akting dengan Marsha Tmothy, yang berperan sebagai Ida Nasution. Perempuan Batak nan cerdas, dengan pikiran-pikiran kritis yang menantang nalar Chairil.

Karena kecerdasan Ida, Chairil bertekuk lutut. Sayang Ida terlampau cerdas hingga tak mempan dirayu.

Bagi aktris yang pertama kali berperan di teater, Marsha terbilang gemilang. Peran Ida disampaikannya dengan sempurna hingga penonton terhanyut dengan perdebatan antara Ida dan Chairil yang cerdas, emosional, dan terselip guyon.

"Kau buru perempuan tapi tak pernah menangkap hatinya," kalimat akhir yang dikatakan Ida mengalir. Tanda babak berakhir dan siap bergulir.

Di babak ini Reza dihadapkan dengan Chelsea Islanyang berperan sebagai Sri Ajati. Seorang mahasiswi keturunan ningrat yang digambarkan dengan kecantikan istimewa. Kecantikan yang membuat lelaki mana saja jatuh cinta.

Namun Sri yang digambarkan dengan sosok lugu nan baik hati, nyatanya tak terlalu polos. Lewat monolog Sri menyebut, "Aku tak tahu dicintai pujangga itu keberuntungan atau kemalangan," katanya.

Sekali lagi menjadi penanda bagi para penonton jika Chairil masih akan terus bertualang bersama perempuan lain untuk menghilangkan rasa sepinya.

Soal akting, agaknya Sri dan Chelsea bagai satu paket. Cantik, muda, dan idola para pria. Chelsea juga menyampaikan setiap dialog dan monolog dengan artikulasi yang jelas sehingga mudah dicerna penonton.

Babak selanjutnya dibuka olehTara Basromemerankan Sumirat dengan penuh emosi. Ia minta dinikahi oleh Chairil. Mirat, begitu panggilannya terpikat oleh pesona Chairil. Cintanya penuh petualangan dan gairah, yang ironisnya penuh keraguan.

Emosi penonton akan dibawa naik turun, mengikuti percintaan Mirat dan Chairil. Tara Basro sempat tampak gugup di awal. Terdengar lewat artikulasi serta penekanan suara. Maklum ini pertunjukkan teater pertama Tara.

Namun ketenangan Reza berhasil memandu Tara untuk lebih santai dan menjiwai Mirat. Alhasil Mirat nan centil, lincah, dan penuh emosi berhasil dibawakan oleh Tara. Sayang lagi-lagi Chairil belum menemukan pelabuhan terakhirnya.

Sampailah di babak akhir, Chairil menikahi Hapsa yang diperankan oleh Sita Nursanti. Berbeda dengan tiga tokoh perempuan sebelumnya, Hapsah adalah perempuan yang sederhana.

Perempuan Sunda itu memilih menikah dengan Chairil ketimbang dokter. Meski pada akhirnya ia harus menanggung risiko mengawini pujangga sepaket dengan idealismenya.

Namun dari Hapsah penonton sebenarnya akan digiring ke sebuah pemikiran bahwa Chairil, sang Don Juan sebenarnya tak memilih para perempuan di hidupnya. Ia dipilih oleh Hapsah, dan tidak dipilih oleh Ida, Sri, maupun Mirat.

Chairil justru dikoyak sepi dalam hidupnya. Nestapa sekaligus hidup karena petualangan cinta yang menjadi inspirasi untuk banyak karya puisi.

Dari segi peran, percakapan yang dibawakan dalam bentuk dialog serta monolog yang berunsur sajak, penataan musik, artistik, dan kostum, petunjukan teaterPerempuan Perempuan Chairilterbilang sangat menarik.

Pementasan ini membawakan biografi puitis, sebagaimana disebutkan oleh sutradara Agus Noor dan sisi humanis seorang pujangga besar Indonesia angkatan '45.

Dua hari pertunjukan 11-12 Novemer 2017 agaknya terlalu singkat. Mengingat antusiasme masyarakat yang masih banyak ingin menontonPerempuan Perempuan Chairilmeski tiket telah ludes terjual. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Bayi Ini Umurnya 30 Tahun

Selasa, 14 November 2017 - 20:20 WIB

Menemukan Potensi Diri yang Tersembunyi

Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:59 WIB

Musisi Ahmad Dhani Akui Sudah 12 Kali jadi Tersangka

Jumat, 06 Oktober 2017 - 22:04 WIB

Mengenal Sosok Pierre, Tentara Korban Kebringasan PKI

Sabtu, 30 September 2017 - 23:22 WIB

Luar Biasa, Sekali Tanda Tangan Pria Ini Hasilkan Rp200 Juta

Selasa, 26 September 2017 - 11:00 WIB

Meranti Kedatangan Kapolres Baru, Ini Dia Orangnya

Selasa, 26 September 2017 - 09:34 WIB

Bupati Harris: Andi Rachman Keluarga Saya

Jumat, 22 September 2017 - 07:40 WIB

4 Sifat Bupati Pelalawan Harris yang Patut Dicontoh

Kamis, 21 September 2017 - 08:20 WIB

Bupati Harris Pernah Enggak Makan 2 Hari, Sampai Kurus

Rabu, 20 September 2017 - 21:33 WIB

Kabar Duka, Ayah Momo Geisha Meninggal di Rengat

Rabu, 20 September 2017 - 07:19 WIB

Profile Bupati Pelalawan HM Harris, Politisi Entrepreneur

Kamis, 14 September 2017 - 23:30 WIB

Asep Ruhiat: Saya Dibesarkan Media

Minggu, 03 September 2017 - 13:46 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia