BI Edukasi Peran Bank Sentral Bagi 580 Wartawan Se Indonesia. (RB/Vera)

Senin, 20 November 2017 - 13:51 WIB 4440000

Media Berperan Menciptakan Ekspektasi Pasar Pengaruhi Inflasi

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Perekonomian RI Iskandar Simorangkir, menyatakan media sangat berperan dalam menciptakan ekspektasi pasar melalui pemberitaan, sehingga mempengaruhi harga barang kebutuhan pokok di pasaran dan berujung kepada inflasi.

"Peranan wartawan sangat penting bagi pembentukan inflasi," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir, di hadapan 580 wartawan pada acara pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia 2017 di Jakarta, Senin (20/11).

Iskandar Simorangkir menjelaskan ekspektasi pasar terhadap pembentukan inflasi selama ini berhubungan erat. Karenanya peran media sebagai perpanjangan tangan pemberitaan bisa menjadi penentu.

Untuk itu ia mengharapkan media mau melakukan perannya dengan baik melalui pemberitaan yang berimbang.

"Makanya yang benar katakan benar, dan tidak bener sampaikan, berita harus berimbang," sarannya.

Ia juga tidak menampik pemerintah sering menjadi sasaran kritikan oleh media, tetapi itu sambungnya sangat dibutuhkan untuk membangun kinerja dan perbaikan kedepan.

"Bagi kami kritik sehat penting untuk mempercepat kualitas pembangunan," tutur Iskandar Simorangkir.

Ia menjelaskan pentingnya pengendalian inflasi bagi negara Indonesia karena akan menyebabkan beberapa dampak diantaranya kemiskinan.

Sebut dia mencontohkan dengan kenaikan harga sebesar 1 persen bisa menambah jumlah warga miskin sebanyak 120.000 jiwa.

"Kenaikan harga bukan saja menurunkan daya beli tetapi juga menambah jumlah kemiskinan. Kenaikan harga beras bisa penyumbang garis kemiskinan terbesar," tuturnya lagi.

Inflasi naik juga berpotensi menambah hutang negara, selain juga menyebabkan naiknya suku bunga.

Sementara itu Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Yoga Affandi, membenarkan hal tersebut, untuk itu Bank Indonesia yang dalam tugas pokoknya yakni kebijakan moneter, pemda dan fiskal dalam pengendalian inflasi daerah menerapkan empat kebijakan (4K).

Pertama ketersediaan pasokan, keterjangkauan, ketersediaan dan koordinasi.

"Malui Tim Pengendali Inflasi Derah (TPID) Bank Indonesia bekerjasama untuk menerapkan 4 K sehingga inflasi bisa dikendalikan dengan nilai rendah dan stabil," tambahnya. (RB/Vera)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
redaksi riaubook

Berita Terkini

UMP Riau Kalah dengan Papua dan Bangka

Minggu, 19 November 2017 - 17:57 WIB

Awas, Transaksi Mata Uang Asing Dimonitor BI dan Polri

Jumat, 17 November 2017 - 15:49 WIB

Kredit Perbankan Belum Kuat, Ini Data Bank Indonesia

Kamis, 16 November 2017 - 20:13 WIB

Harga Sawit Riau Turun

Selasa, 14 November 2017 - 13:09 WIB

Harga Sawit Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.093 Per Kilogram

Selasa, 07 November 2017 - 13:26 WIB

PDRB Riau Tumbuh 2,85 Persen Pada Triwulan III 2017

Senin, 06 November 2017 - 16:18 WIB

Petani Riau Mulai Sejahtera, Menurut BPS

Senin, 06 November 2017 - 09:45 WIB

Cara BI Atasi Krisis Keuangan Global

Kamis, 02 November 2017 - 13:19 WIB

Supermarket Giant di Malaysia Berguguran

Rabu, 01 November 2017 - 12:22 WIB

Harga Gas Elpiji 3 Kg Mahal, Warga Dumai Menjerit

Minggu, 29 Oktober 2017 - 13:50 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia