RIAUBOOK.COM - Bank Indonesia Pusat klaim trend inflasi Nasional tiga tahun terakhir semakin membaik berkisar 3,0 persen - 3,5 persen.
"Inflasi tiga tahun terakhir angkanya membaik cenderung rendah 3,0 persen dan diperkirakan hingga akhir tahun ini hanya 3,5 persen, " kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara saat pelatihan wartawan daerah di Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Mirza menyatakan keberhasilan ini erat kaitannya dengan upaya Bank Indonesia yang mulai gencar terlibat mengendalikan inflasi besama pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Sebut dia pengendalian inflasi itu salah satu tugas Bank Indonesia selain juga menjaga nilai tukar rupiah.
"Kalau inflasi stabil nilai rupiah stabil, kalau banyak devisa masuk ke indonesia maka rupiah stabil, " ujarnya.
Ia merinci tugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah erat kaitannya dengan stabilisasi inflasi dan kurs.
Permasalahannya adalah saat inflasi dan kurs tidak terkendali ini akibat ada gangguan di sektor riil. "Padahal BI tidak ada di sektor riil, maka itu BI banyak koordinasi dengan sektor riil," terangnya.
Menurut Mirza, selain koordinasi dengan pelaku di sektor rill, untuk menjaga inflasi, maka jumlah barang dan jasa harus cukup. Sehingga untuk itu BI bersama dengan pemerintah terus mencari cara untuk meningkatkan produksi dan menjaga permintaan tetap terpenuhi.
Diakuinya dalam rangka menjaga nilai tukar rupiah, ditentukan oleh penawaran dan permintaan valuta asing (valas).
"Kalau jaga kurs, tentunya ditentukan bagaimana demand dan supply valas. Demand datang dari para importir yang meminjam dari LN. Supply valas datangnya dari eksportir, atau captal market yang masuk. Hal ini semua di luar BI, tapi stabilitas kurs dan inflasi itu tergantung apa yang terjadi di sektor riil," urainya.
Agar dana dari luar negeri semakin deras masuk ke Indonesia, dia mengaku pihaknya mendukung pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata dari luar negeri.
"Kalau ada pertanyaan bisakah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 40 juta, jawabannya sangat bisa karena kita potensi. Hal itu sudah dibuktikan Turki, Inggris dan Malaysia serta Singapura," katanya memberi contoh.(RB/Vera)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…