Ilustrasi. (net)

Rabu, 22 November 2017 - 16:16 WIB 5330000

Muslim, Mengapa Politik Menarik

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.H

Untuk seorang Muslim, tentu saja dasar dari segala perbuatan adalah keikhlasan niat hanya untuk Allah sang pencipta. Dasar inilah yang memotivasi seorang muslim untuk terus melakukan segala sesuatu yang diridhoi oleh Allah. Namun, pembahasan kita pada tulisan kali ini adalah mengenai "Mengapa Politik Itu Menarik" dan hal ini lah yang penulis coba untuk diskusikan pada tulisan kali ini.

Kalau kita baca, Paul Kennedy, The Rise and Fall of the Great Powers, yang mengeksplorasi ragam peradaban besar dunia antara tahun 1500-1980 berikut jatuh bangunnya, tergambarlah dinamika peradaban yang ditentukan kekuatan-kekuatan (politik) besar. Atau ulasan Niall Ferguson dalam Chivilization yang menggambarkan sejarah perjalanan peradaban yang tidak lepas dari politik: bagaimana politik menentukan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pandangan tentang praktik kepemilikan (property), penemuan obat-obatan dalam dunia kedokteran dan sebagainya.

Bangsa Barat dalam sejarahnya, tidak selalu unggul dibandingkan Bangsa Timur. Persaingan mereka demikian rupa, yang tak luput dari fase kolonialisme Barat, telah membentuk peradaban dunia sebagaimana kita jumpai sekarang. Buku Ferguson menyisakan pertanyaan: apakah tatanan perdaban dunia kita mendatang akan menghadirkan kekuatan besar yang sanggup menyaingi barat. (Lihat, Kennedy (1987) dan Ferguson (2011) Dalam, M Alfan Alfian, Mengapa Politik Menarik, Memperbincangkan Urgensi Kepemimpinan Politik, 39:2016).

Hitam dan putih memang selalu beriringan,hanya saja apakah yg putih merasa bersalah atau justru yang hitam merasa benar.

A post shared by Jufri Hardianto Zulfan (@jufrihardiantozulfan) on

Jika dari segi Internasional saja begitu berpengaruhnya kekuatan politik sehingga berbagai peradaban dapat saja di bentuk dengan kekuatan politik yang sangat kuat, dalam pertengahan abad Masehi kita sebut saja peradaban yang telah berhasil di raih oleh Dinasti Umayyah yang kemudian dilanjutkan oleh Dinasti Abbsiyah hingga sampai kepada Kesultanan Turki Ustmani, dan semua peradan-peradaban tersebut tidak terpelas dari kekuatan politik begitu juga dengan yang telah dicontohkan oleh junjungan kita Nabi Muhammad SAW ketika mendirikan negara Madinah sehingga beliau memiliki kekuatan serta kemajuan pada bidang pendidikan, perekonomian, militer dan lain sebagainya yang merupakan buah dari suksesnya Rasul dalam meraih kekuatan politik ketika itu.

Jika kita melangkah ke abad-19 hingga 21, kita juga akan menemui bagaimana kekuasaan politik selalu menjadi tameng kekuatan untuk menyerang suatu bangsa sedangkan yang lain menggunakan kekuasaan politik untuk pertahanan bangsa nya dari serangan musuh, sehingga pecah lah parang dunia pertama dan perang dunia kedua pada abad-abad ini, lalu apa saja pengaruh kekuasaan politik itu, menjawab pertanyaan ini penulis akan menguraikannya sebagai berikut:

1. Seorang pemimpinan negara yang memiliki kekuasaan politik yang lemah maka ia akan sulit menjaga kedaulatan rakyatnya dari serangan eksternal dan internal

2.Sukses nya seseorang dalam kekuasaan perpolotikan akan menentukan sukses atau gagalnya misi yang telah ia rencanakan

3.Pemimpinan yang juga ahli politik merupakan modal dari loyalitas para jajarannya karena pandainya dalam memanegement keadaan

4.Kekuasaan politik harus lebih dahulu dimiliki oleh seorang pemimpin, karena kekuasaan ini sangat berpengaruh terhadap nya, baik itu sebelum menjadi seorang pimpinan maupun setelah menjadi pimpinan atau setelah memiliki jabatan

Sebenarnya masih banyak pengaruh politik tersebut jika kita cermati dengan baik, baik itu kita cermati melalui sejarah ataupun dapat kita cermati dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, jika begitu pentingnya perpolitikan tersebut, tentu saja umat Islam yang menjadi rahmatan lil a'alamin memiliki peran besar dalam perkembangan zaman dan kemajuan peradaban manusia, itulah sebabnya kekuasan politik justru menjadi pintu pencerahan atas suatu kemajuan dan ini tentu saja jika kekuasaan ini dipegang oleh orang-orang yang amanah dan akan berbalik jika dipegang oleh orang-orang zhalim dan penghianat.

Terakhir penulis sampaikan kepada saudara sesama Muslim, ada diantara kita yang pakar kedokteran itu baik, ada diantara kita yang pakar astronomi, geografi, matematika serta ilmu-ilmu lainnya dan bahkan pakar agama itu semua sangat baik. Akan tetapi penulis tanyakan bagaimana caranya kita mengamalkan dan mengajarkan disiplin ilmu yang kita miliki jika para penguasa tidak mengizinkan dan bahkan sengaja untuk menahan kita dengan berbagai alasan, suatu ungkapan mengatakan "tidak berguna orang-orang baik dan berilmu jika kepemimpinan dipegang oleh orang bodoh dan zhalim, karena perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan manusia melawan lupa". (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini
Opini

Ini Bukan Soal SN

Selasa, 21 November 2017 - 17:04 WIB

Mafia Negara, 'Shame on You'

Selasa, 21 November 2017 - 00:28 WIB

Masukkan Aku Dalam Daftarmu

Minggu, 19 November 2017 - 22:57 WIB

Menawar Harga untuk Satu NKRI

Minggu, 19 November 2017 - 20:00 WIB
Opini

Manuver Politik KPK

Jumat, 17 November 2017 - 23:36 WIB
Dunia Islam

Sedikit Tentang Ilmu

Jumat, 17 November 2017 - 09:17 WIB

Jangan Sampai Hukum seperti Sarang Laba-laba

Jumat, 17 November 2017 - 07:07 WIB

Benang Menang Merah Antara HAM dan Kebebasan

Kamis, 16 November 2017 - 13:34 WIB

Cerdas Memilih di Tengah Kemajuan Teknologi

Senin, 13 November 2017 - 13:36 WIB

Pancasila dan Orang Indonesia

Jumat, 10 November 2017 - 21:59 WIB

Catatan Gilang Mahardika untuk Sumpah Pemuda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 22:46 WIB

Catatan Najwa untuk Sumpah Pemuda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 21:46 WIB

Peran Sentral Pemuda

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 09:26 WIB
Opini

Aditya dan Gelora Gerakan Mahasiswa

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 21:38 WIB

Niat KPK Memang Merusak Citra Peradilan

Senin, 09 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Propaganda Anti Korupsi Seperti Cara Kerja PKI

Minggu, 08 Oktober 2017 - 11:19 WIB

Organ-organ Jaringan Narkoba di Riau, Mana Jantungnya?

Jumat, 06 Oktober 2017 - 23:09 WIB

Bangsa Paling Dermawan

Rabu, 04 Oktober 2017 - 13:55 WIB

Polemik E-KTP dan Licinnya Setya Novanto

Rabu, 04 Oktober 2017 - 11:12 WIB

Manusia yang Mencipta Sejarah

Rabu, 04 Oktober 2017 - 09:17 WIB

Tips Memilih Pengacara Biar Enggak Rugi

Rabu, 04 Oktober 2017 - 08:22 WIB

Sunnah Sedirham Surga

Senin, 02 Oktober 2017 - 17:55 WIB

Isu PKI dan Pilpres 2019, Apa Kaitannya?

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:26 WIB
Opini

Nasib 300 Desa Pasca-Perda RTRWP Riau Diketok Palu

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:17 WIB

Kedaulatan Ekonomi Digital

Kamis, 28 September 2017 - 09:54 WIB

Menanti Calon Independen Pilgubri 2018

Kamis, 21 September 2017 - 22:53 WIB
Opini

Menelisik Gagalnya Pengesahan Perda RTRWP Riau

Kamis, 14 September 2017 - 11:29 WIB
Opini

Berebut Berteduh di Pohon Beringin

Selasa, 12 September 2017 - 12:26 WIB

Di Balik Berkah dan Musibah Dana Desa

Senin, 04 September 2017 - 09:51 WIB

Perubahan Iklim Lingkungan

Minggu, 06 Agustus 2017 - 10:18 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia