Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memukul gong tanda peresmian BPPSI. (RB/habir/Humas Riau)

Kamis, 23 November 2017 - 23:58 WIB 2760000

Tingkatkan Nilai Tambah CPO, Kemenperin Resmikan BPPSI di Riau

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, dengan didorong oleh aktivitas industri pengolahan kelapa sawit. Potensi ini membuat Kementerian Perindustrian berinisiatif membentuk Balai Pengembangan Produk dan Standardisasi Industri (BPPSI)di Pekanbaru sebagai upaya memacu daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam cukup besar agar bernilai tambah tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) serta perekayasaan.

"Sesuai dengan tugas dan fungsinya, balai litbang yang berada dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) berperan aktif melaksanakan alih teknologi hasil litbang kepada industri pengguna," kata Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara pada Rapat Koordinasi dan Peresmian BPPSI di Pekanbaru, Riau, Kamis (23/11/2017).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau tahun 2017, Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) Riau merupakan yang ke lima terbesar secara nasional, di bawah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah atau terbesar untuk provinsi di luar Pulau Jawa. Kontributor terbesar dalam pembentukan PDRB Riau adalah berasal dari nilai ekspor bersih (net export) yang mencapai 29,53 persen.

Menurut Ngakan, nilai ekspor untuk produk lemak dan minyak nabati mencapai 68 persen dari total eksporProvinsi Riau.

"Sebagian besar produk olahan kelapa sawit di Riau hingga saat inimasih dalam produk mentah yakni CPO, padahal potensi pasarnya lebih besar untuk dikembangkan menjadi produk turunan yang menghasilkan nilai tambah tinggi," katanya memaparkan.

Ngakan menjelaskan, industri sawit mampu memberikan kontribusi signifikan bagi Indonesia karena sebagai produsen dan eksportir terbesar dunia. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja mencapai 21 juta orang baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berdasarkan data BPS sampai September 2016, tercatat nilai ekspor produk hilir sawit sebesar USD13.3 miliar atau telah melebihi nilai ekspor minyak dan gas bumi. Produk hilir mencapai 54 jenis. Secara rata-rata tahunan, sektor industri kelapa sawit hulu-hilir menyumbang USD20 miliar pada devisa negara.

Dalam bidang industri pengolahan, Indonesia berpeluang menjadi pusat industri sawit global untuk keperluan pangan, non-pangan, dan bahan bakar terbarukan. Kemenperin mencatat, Indonesia berkontribusi sebesar 48 persen dari produksi CPO dunia dan menguasai 52 persen pasar ekspor minyak sawit.

Cabang industri potensial yang dapat dikembangkan dari kelapa sawit adalah oleokimia. Jenis produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sejumlh industri hilir baik untuk kategori pangan maupun non-pangan.

"Ke depan, pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan lokal akan menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomiProvinsi Riauseiring menyusutnya komoditas migas," katanya.

Industri oleokimia dinilai sebagai sektor yang strategis karena selain memiliki keunggulan komparatif melalui ketersediaan bahan baku yang melimpah, juga memberikan nilai tambah produksi yang cukup tinggi yakni di atas 40 persen dari nilai bahan bakunya.

Oleh karena itu, pembentukan BPPSIPekanbarubertujuan pula untuk meningkatkan daya saing industri melalui pelayananstandardisasi. Selain itu, membantu industri dalam analisis kebutuhan teknologi, analisis pasar dan pengembangan produk.

"Dalam hal pengadaan teknologi, BPPSI akan didukung oleh Unit Pelaksana Teknis lain yaitu Balai Besar serta Balai Riset dan Standardisasi Industri yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia," kata Ngakan mengungkapkan.

BPPSI Pekanbaru didorong agar dapat bekerjasama dan bersinergi dengan instansi-instansi di daerah untuk melihat dan memetakan potensi yang dapat dikembangkan. Untuk itu, perlu dibangun jejaring kerjasama dengan pihak perusahaan, asosiasi industri, dunia usaha, dan lembaga riset baik di dalam maupun luar negeri. (RB/habir)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
habir

Berita Terkini

UMK di Riau Naik, Tapi Tetap Diawasi

Kamis, 23 November 2017 - 11:30 WIB

UMK 2018 Kabupaten dan Kota di Riau

Rabu, 22 November 2017 - 13:03 WIB

Pertamina Buka Lowongan, Ini Cara Melamarnya Agar Diterima

Selasa, 21 November 2017 - 09:41 WIB

Serapan APBD Masih Rendah, Legislator Riau: Kurang Sehat

Senin, 20 November 2017 - 21:07 WIB

Riau Bebas Rentenir, Akhir Desember Ini akan Dilaunching

Senin, 20 November 2017 - 13:57 WIB

UMP Riau Kalah dengan Papua dan Bangka

Minggu, 19 November 2017 - 17:57 WIB

Awas, Transaksi Mata Uang Asing Dimonitor BI dan Polri

Jumat, 17 November 2017 - 15:49 WIB

Kredit Perbankan Belum Kuat, Ini Data Bank Indonesia

Kamis, 16 November 2017 - 20:13 WIB

Harga Sawit Riau Turun

Selasa, 14 November 2017 - 13:09 WIB

Harga Sawit Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.093 Per Kilogram

Selasa, 07 November 2017 - 13:26 WIB

PDRB Riau Tumbuh 2,85 Persen Pada Triwulan III 2017

Senin, 06 November 2017 - 16:18 WIB

Petani Riau Mulai Sejahtera, Menurut BPS

Senin, 06 November 2017 - 09:45 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia