Mike Hughes dan roket buatannya untuk buktikan bumi datar.(AP via Telegraph)

Minggu, 26 November 2017 - 14:44 WIB 2350000

Roket Bertenaga Uap Ini Bakal Diterbangkan untuk Misi Penelitian Mengungkap Bumi yang..

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Mad Mike Hughes sudah membuatroketbertenaga uap, memilih lokasi peluncuran, dan berencana terbang pada Sabtu (25/11/2017).

Tujuan Mike Hughes adalah terbang ke angkasa untuk membuktikan keyakinannya bahwa Bumi sebenarnya datar.

Namun, ternyata ada masalah yang muncul sehingga membatalkan rencananya tersebut.

Tiga hari sebelum rencana peluncuran, pengemudi limousine asal Californiaitu mendapatkan kabar bahwa dia tak mendapatkan izin untuk aksinya itu.

Masalah bertambah ketika dia akan menuju kota Amboy, lokasi peluncuran, mesin roketnya mengalami kerusakan.

"Saat kami sedang bersiap untuk pergi menuju kota Amboy peluncur roket kami rusak di perjalanan," ujar Mike saat mengumumkan hal ini lewat YouTube, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

"Saya baru memperbaikinya sekitar dua jam lalu," tambah Mike.

Mike Hughes (61), menarik perhatian dunia setelah niatnya membuktikan bahwa Bumi sebenarnya datar menjadi viral pekan lalu.

Untuk mewujudkan ambisinya itu, Mike sudah menghabiskan dua tahun dan uang 20.000 dolar atau sekitar Rp 270 miliar untuk membangun roket di kediamannya.

Mesin aneh itu rencananya akan diluncurkan dari rumah mobil yang dibeli dan diubah menjadi landasan peluncuran.

"Jika Anda tak takut mati maka Anda adalah seorang idiot. Saya amat takut tetap tidak ada seorang pun yang akan tetap hidup kan?" kata Mike kepada Associated Press beberapa waktu lalu.

"Saya senang melakukan hal tak lazim yang tak bisa dilakukan orang lain. Dan tak ada orang sepanjang sejarah yang merancang, membangun, dan menerbangkan roketnya sendiri," tambah dia.

Rencana awal adalah menerbangkan roket itu dari sebuah lapangan terbang di Amboy, sebuah kota kosong di Gurun Mojave, California.

Mike sudah melakukan uji coba dan berharap roketnya bisa terbang di ketinggian lebih dari 600 meter dengan kecepatan 800 kilometer per jam.

Pemilik kota Amboy sudah memberi izin, tetapi Mike mengatakan, pemerintah federal menghubunginya setelah rencananya ini banyak mendapatkan publikasi.

"Kami dihubungi biro pengelolaan lahan dan mereka memberi tahu saya bahwa tak akan memberikan izin menggelar aksi saya setidaknya di kota Amboy," ujar Mike.

Meski demikian, Mike yang aksinya disponsori kelompok bumi datarini tak rela mundur begitu saja.

Kepada harian The Washington Post mengatakan, dia kemungkinan akan menunda rencana ini hingga Selasa (28/11/2017).

Mike berharap pada saatnya nanti dia bisa terbang cukup tinggi untuk mendapatkan foto sebagai bukti bahwa Bumi sebenarnya adalah datar. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Waduh, Konten Pornografi Mulai Beredar di WhatsApp

Senin, 06 November 2017 - 11:14 WIB

Terungkap, iPhone 8 Bermasalah, Apple juga Sudah Mengakui

Kamis, 28 September 2017 - 19:35 WIB

CEO Telegram Jumpai Menkominfo Rudiantara

Selasa, 01 Agustus 2017 - 21:08 WIB

Yahoo! Dijual, Konten-konten Favorit ini Dihapus

Senin, 31 Juli 2017 - 16:33 WIB

Selamat Tinggal! Microsoft Paint Segera "Pensiun"

Selasa, 25 Juli 2017 - 11:44 WIB

Video Pertarungan Robot Paling Sadis di Amerika

Rabu, 19 Juli 2017 - 13:42 WIB

Pemerintah China Blokir Sosmed WhatsApp

Rabu, 19 Juli 2017 - 08:44 WIB

Seorang Samurai Terbaik, Dikalahkan Robot Katana

Rabu, 12 Juli 2017 - 14:08 WIB

Ribuan Masyarakat Siak Belum Menikmati Listrik

Selasa, 04 Juli 2017 - 20:46 WIB

Petani Bungaraya Terima Bantuan 10 Unit Alsintan

Selasa, 04 Juli 2017 - 19:03 WIB

6 Hijabers Pembuat Robot, Ditolak Masuk AS

Selasa, 04 Juli 2017 - 10:54 WIB

Rekor Baru, ini Pesawat Terbesar di Dunia

Sabtu, 10 Juni 2017 - 19:51 WIB

Sang Legendaris, Nokia 3310 Dirilis Lagi,

Selasa, 06 Juni 2017 - 15:40 WIB

Wow! NASA Siapkan Misi 'Menyentuh' Matahari

Senin, 29 Mei 2017 - 20:02 WIB

Apa iya, Jangan Sering-sering Pakai GPS?

Senin, 22 Mei 2017 - 16:27 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia