Setya Novanto. (net)

Kamis, 30 November 2017 - 19:54 WIB 5940000

KPK Telusuri Pencucian Uang Setya Novanto

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Setya Novanto bakal dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penyidikan kejahatan pencucian uang ini merujuk Undang-undang 8 tahun 2010 di mana kejahatan korupsi sebagai pidana pokok, dapat disertai dengan penyidikan cuci uang. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, hal tersebut tengah diusahakan oleh pihaknya.

"Kalau TPPU kita sudah berusaha, bukan kasus (e-KTP) ini saja, setiap kasus kita coba untuk menerapkan pasal-pasal tersebut," kata Basaria di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 29 November 2017.

Jeratan pencucian uang dilakukan pihak lembaga antirasuah untuk mengembalikan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan akibat praktik korupsi tersebut.

"Dalam rangka untuk pengembalian kerugian uang yang dikorupsi oleh para pelaku. Jadi bukan ini saja," kata Basaria, dilansir RiauBook.com dari liputan6, Kamis (30/11/2017).

Sementara itu, terkait dengan penerapan pasal menghalangi proses penyidikan kasus e-KTP yang juga diduga dilakukan Setnov, Basaria tak mau berandai-andai.

Diduga, praperadilan jilid dua yang diajukan Setnov merupakan upaya menghalangi proses penyidikan dan persidangan. Sebab, jika tak ada sidang praperadilan, KPK kemungkinan sudah melimpahkan berkas penyidikan Setnov ke penuntutan.

"Kita fokus ke kasusnya saja dulu, bisa selesai praperadilan kita harus menang, kemudian berkasnya segera dikirim. Itu kami konsentrasi ke situ dulu. Langkah lain belum kepikiran," kata Basaria.

Siap Limpahkan Berkas

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sempat mengatakan penyidik KPK sudah merampungkan berkas penyidikan tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang melibatkan Setnov.

Meski berkas penyidikan sudah lengkap, KPK belum melimpahkan berkas tersebut ke penuntutan. Alasan yang dikemukakan Basaria, lantaran tim penyidik masih harus memeriksa saksi dan ahli meringankan seperti yang diminta oleh pihak Setnov.

Menurut Basaria, jika pemeriksaan saksi dan ahli selesai, pihaknya tak akan menunggu lama untuk melimpahkan berkas tersebut. Saat ditanya akankah melimpahkan berkas pada pekan depan, Basaria mengaku akan mengusahakannya.

"Ya kami usahakanlah ya," kata Basaria di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017).

Sementara itu, Basaria mengatakan jika para saksi dan ahli yang meringankan tetap tak memenuhi panggilan penyidik KPK, maka pihak KPK akan langsung melimpahkan berkas penyidikan Setnov tanpa harus menunggu keterangan para saksi dan ahli. (RB/lp6)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Tak Menunggu Lama Setya Novanto Bakal Diadili, Asal...

Rabu, 29 November 2017 - 23:38 WIB

Hakim Bebaskan Basko dari Tuntutan Pemalsuan Surat

Senin, 27 November 2017 - 14:51 WIB

Ingat, Pemberantasan Pungli Bukan Cuma Tugas Polisi

Rabu, 22 November 2017 - 21:32 WIB

Hina Jokowi dan Iriana, Polri Tangkap Hazbullah

Rabu, 22 November 2017 - 12:04 WIB

Setya Novanto Gandeng Pengacara 'Kopi Sianida'

Selasa, 21 November 2017 - 07:43 WIB

Jaringan Narkoba Kerinci Kanan Dibekuk Polres Siak

Jumat, 17 November 2017 - 09:35 WIB

Pria Inhil Tanam Ganja di Pot Bunga

Kamis, 16 November 2017 - 19:01 WIB

Mau Ditangkap KPK, Setya Novanto Kabur ke Luar Negeri?

Kamis, 16 November 2017 - 09:29 WIB

Siapa Pria Misterius yang Jemput Setya Novanto?

Kamis, 16 November 2017 - 08:52 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia