Reuni 212 di Monas Jakarta. (Foto @yusufmansur)

Sabtu, 02 Desember 2017 - 07:18 WIB 15270000

Makna 212 Sesuai Niat

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix Siauw

Seseorang cenderung mengukur dengan apa yang menjadi paling penting baginya, bahasa nubuwwahnya, "Innamal a'malu bi niyyat", segala hal tergantung niatnya.

Bagi mereka yang dunia paling penting baginya, saat berjumpa orang lain selalu membandingkan kekayaan, rumah, kendaraan, usaha, atau bahkan banyaknya anak mereka.

Mereka yang wanita adalah segalanya, bicara poligami saat berjumpa, walau kesemuanya jomblo tanpa asa. Bicara tentang memilih wanita, apa daya tiada yang suka.

Mereka yang Islam paling penting baginya, kala berjumpa pasti karena Allah, berlisan tentang Islam, berbagi capaian dakwah, berdebatpun masih dalam wacana Islam.

Apa yang paling penting bagimu, itulah pembicaraanmu, dari situ semuanya diukur, dari situ semuanya ditera, dari situ pula engkau akan memandang orang lainnya.

Maka bila ada yang menuding aksimu pasti lari ke politik, ya itulah politiknya, dia yang sedang berpolitik, politik fitnah dan adu domba, black propaganda.

Jika ada yang menuduh aksimu pasti didanai, diberi iming-iming liburan ke monas, maka kita bisa tahu pola pikirnya, bahwa dia pikir semua manusia seperi dia, money-driven.

Jangan kesal. Okelah, kesal sedikit tak mengapa. Harusnya kita malah kasihan, sebab mereka tak diberi Allah sebagaimana Allah beri kepadamu, kecintaan pada Islam.

Mereka takkan paham dan percaya, bahwa ada yang ikhlas menjual kendaraan demi membiayai diri dan keluarganya hadir di aksi bela Islam, sekedar jadi saksi saja.

Mereka tak diberi kenikmatan berkorban di jalan Allah, hingga tak kan pernah bisa menyangka, ada yang terbang belasan jam hanya untuk hadir di perhelatan besar ummat.

Mereka akan tetap nyinyir sebab mereka justru tak suka ada jutaan orang yang mendapat hidayah dari aksi bela Islam, sebab itu berbahaya bagi dagangan kedzaliman mereka.

Satu yang kita lihat, mereka bukan bagian dari ummat, sebab tak paham yang kita rasa, tak tahu yang kita inginkan, tak berbagi kecintaan terhadap agama yang kita junjung.

Mereka bisa melantangkan fitnah ini dan itu, menghambat reuni 212 dengan banyak tipu daya, tapi bagi kita satu alasan cukup mengalahkan semua itu, kami datang 212, KARENA ALLAH.

*Penulis pengemban dakwah, bersama yang menginginkan kebangkitan Islam. Tulisan ini diambil dari akun instagram @felixsiauw, (1/12/2017). (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
redaksi riaubook

Berita Terkini

Wasilah Hidayah 411/212

Sabtu, 02 Desember 2017 - 07:15 WIB

Setahun 18.000 Orang Riau Pergi Umrah

Senin, 27 November 2017 - 11:06 WIB

Musuh Berakal dan Kawan Jahil

Jumat, 24 November 2017 - 20:53 WIB
Dunia Islam

Dakwah Adalah Hidup

Jumat, 24 November 2017 - 00:45 WIB

Perantara Dakwah

Jumat, 24 November 2017 - 00:39 WIB

Orang yang Paling Rugi Menurut Ustad Abdul Somad?

Sabtu, 18 November 2017 - 22:58 WIB
Dunia Islam

Jalan yang Kita Pinta

Jumat, 17 November 2017 - 09:31 WIB
Tausyiah

Sumber Energi Dakwah

Jumat, 17 November 2017 - 09:24 WIB

MTQ Inhil kata Gubernur Ajang Membumikan Alquran

Sabtu, 11 November 2017 - 08:24 WIB
Tausyiah

Enggan dan Takabur

Jumat, 10 November 2017 - 01:44 WIB

Hebat, Desa Sungai Raya Inhu Miliki Masjid Unik

Kamis, 09 November 2017 - 20:01 WIB
Dunia Islam

Hikmah Berkuda

Jumat, 03 November 2017 - 08:29 WIB
Tausyiah Ustad Felix Siauw

Persatuan Sebab Iman

Jumat, 03 November 2017 - 07:38 WIB
Tausyiah Usatad Felix Siauw

Angkat Tangan

Kamis, 02 November 2017 - 22:52 WIB

Pemerintah Segera Atur Harga Referensi Ibadah Umrah

Rabu, 25 Oktober 2017 - 23:19 WIB

Riau Matangkan Rencana Pembentukan Quran Center

Rabu, 04 Oktober 2017 - 12:24 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia