Ilustrasi kebun sawit. (net)

Selasa, 05 Desember 2017 - 15:35 WIB 7880000

HW Hutahaean Wakili Perusahaan Jadi Tersangka Perambah Hutan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menetapkan Harangan Wimar Hutahaean (HW), Presiden Direktur sekaligus pemilik PT Hutahaean sebagai tersangka. Perusahaan yang bergerak di bidang Perkebunan Kelapa Sawit itu diduga melakukan perambahan hutan lahan di luar Hak Guna Usaha (HGU).

"Sudah, HW Hutahaean mewakili korporasi (perusahaan) sebagai tersangka," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Gidion Arif Setiawan Selasa (5/12/2017).

Dijelaskan Gidion, saat ini berkas perkara PT Hutahaean masih di tangan Polda lantaran petunjuk jaksa belum dilengkapi. Ada beberapa petunjuk jaksa yang dirasa belum terpenuhi, jika sudah terpenuhi, polisi segera mengirim kembali ke jaksa.

"Ya sementara kita masih melengkapi petunjuk P19 dari JPU (jaksa penuntut umum) Kejati Riau," ucap perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1996 ini.

Dalam kasus ini, polisi sudah memriksa saksi ahli. Dan menurut keterangan saksi ahli, baik planologi, ahli lingkungan hidup, ahli pidana dan ahli pertanahan, terdapat kelebihan areal di kawasan PT Hutahaean.

Perlu diketahui, kasus ini berawal dari laporan Panitia Khusus (Pansus) Monitoring Lahan di DPRD Riau yang melaporkan 33 perusahaan yang diduga menabrak aturan dalam menjalankan usahanya.

Pansus menyebutkan, sedikitnya 203.977 hektare lahan digarap tanpa mengantongi HGU. Akibatnya, negara ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 2,5 triliun.

Dari laporan Pansus ini, masyarakat menamakan diri Koalisi Rakyat Riau (KRR) akhirnya melaporkan 33 perusahaan tersebut pada Senin, 16 Januari 2017.

Selanjutnya, dari 33 perusahaan itu, Tim Sud Direktorat (Subdit) IV Ditreskrimsus Polda Riau akhirnya menindaklanjuti memproses sebanyak 4 perusahaan yang terindikasi kuat melanggar aturan. Satu di antaranya adalah PT Hutahaean. Tiga lainnya yaitu, PTPN V, PT Ganda Hera Hendana dan PT Seko Indah.

Terhadap PT Hutahaean, dari 8 Afdeling area kebun, penyidik mendapati Afdeling ke 8 di Dalu-Dalu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang kuat indikasi melawan hukum. Ada seluas 835 hektare di afdeling itu yang diusut asal muasal dan pelanggaran pidananya. (RB/San)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Abdullah Sani

Berita Terkini

Riau Masih akan Hujan

Selasa, 21 November 2017 - 15:17 WIB

Beruntung, 2 Tahun Belakangan Riau Bebas Asap

Senin, 13 November 2017 - 20:11 WIB

Ternyata, 2017 Adalah Tahun Terpanas dalam Seabad

Kamis, 09 November 2017 - 11:44 WIB

Ribuan Komik Cegah Karhutla Dibagikan di Pulau Padang

Sabtu, 04 November 2017 - 09:42 WIB

Setelah Siaga Asap, BPBD Provinsi Riau Siaga Banjir

Jumat, 03 November 2017 - 16:41 WIB

Bagi yang Malam Mingguan, Awas Hujan

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 18:30 WIB

Riau Mulai Membara, 15 Titik Panas Terdeteksi

Minggu, 22 Oktober 2017 - 00:38 WIB

Riau Panas, Awas Kebakaran Lahan

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 23:41 WIB

Satu Titik Hotspot Terpantau di Riau

Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:35 WIB

Sekolah di Kuansing Jalani Kegiatan Ramah Lingkungan

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 08:50 WIB

HUT TNI, Ini Harapan Sekda Riau

Kamis, 05 Oktober 2017 - 18:47 WIB

Awas, Riau Bakal Sering Hujan, Rawan Banjir

Kamis, 05 Oktober 2017 - 13:13 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia