Foto ilustrasi. (net)

Rabu, 06 Desember 2017 - 12:49 WIB 3720000

Bank Indonesia Pangkas Biaya Merchant Discount Rate (MDR) Jadi 1%, Berikut Dampaknya

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Bank Indonesia (BI) memangkas biaya merchant discount rate (MDR) menjadi 1% dari sebelumnya 2%-3%. Kebijakan Bank Indonesia (BI) ini akan berdampak bagi perbankan.

Pasalnya, kebijakan ini akan menurunkan pendapatan non bunga atau fee based income dari transaksi kartu debet.

BI memproyeksikan, ada potensi penurunan fee based income sebesar 50%. Sebab, nasabah tak membayar MDR dengan tarif yang tinggi ketika bertransaksi di merchant menggunakan mesin electronic data capture (EDC).

"Nilai penurunan fee based income bisa lebih dari Rp 6,5 triliun," kata Onny Widjanarko, Kepala Pusat Program Transformasi BI, sebagaimana Riaubook.com kutip dari Kontan.co.id, Selasa (5/12).

Kendati demikian, bank dapat mengantisipasi penurunan fee based income ini dengan meningkatkan volume dan nilai transaksi. BI telah memperhitungkan penurunan MDR menjadi 1% akan mendorong transaksi menggunakan non tunai.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Suprajarto memang melihat potensi pendapatan fee based income akan berkurang dari pemangkasan tarif MDR. Namun, kebijakan ini akan membuat bank lebih efisien karena biaya tidak terlalu besar untuk prinsipal luar negeri.

Implementasi program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) akan menggeser seluruh transaksi kartu debit menggunakan switching domestik masuk ke dalam negeri. Harapannya, transaksi tidak diteruskan ke prinsipal luar negeri seperti Visa dan Mastercard.

Suprajarto menambahkan, ke depan bank tidak perlu membayar fee ke Visa dan Mastercard jika transaksi dilakukan di dalam negeri. Oleh karena itu, bank bisa melakukan efisiensi pada bisnis ini.

Senada, Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Adi Setianto menuturkan, bank akan semakin efisien dari implementasi tarif MDR sebesar 1%, karena tarif telah turun drastis dari sebelumnya 2% hingga 3%.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank Victoria International Tbk Daniel Budirahaju mengatakan, bank harus melakukan penyesuaian dari kebijakan tarif MDR 1%.

"Secara umum bank akan semakin efisien karena masing-masing bank akan punya mesin sendiri," kata Daniel.

Menurutnya, penurunan tarif MDR bank tidak akan membuat pendapatan komisi di perbankan menurun drastis, karena pembagian MDR sudah diatur oleh BI. Direktur Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem mengatakan, tarif MDR diimplementasikan secara bertahap. BCA sudah melakukan komunikasi atas aturan ini. (RB/Kontan.co.id)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Penyebab Elpiji 3Kg Langka

Rabu, 06 Desember 2017 - 12:10 WIB

Pemprov Riau Akan Dirikan Badan Usaha Milik Petani

Selasa, 05 Desember 2017 - 16:02 WIB

Yuuk Galang Dana di Crowdfunding untuk Modal Usaha

Selasa, 05 Desember 2017 - 15:17 WIB

Kiat Agar Punya Masa Depan Cerah

Selasa, 05 Desember 2017 - 08:52 WIB

Di Riau Terjadi Inflasi, Ini karena Cabai dan Cumi-cumi

Senin, 04 Desember 2017 - 15:42 WIB

Kerja Gaji Besar, Pilih 1 dari 8 Industri Ini

Minggu, 03 Desember 2017 - 19:17 WIB

Tips Beli Rumah Kedua Agar Tak Menyusahkan

Jumat, 01 Desember 2017 - 12:06 WIB

Industri Makanan, Karet dan Plastik di Riau Meningkat

Senin, 27 November 2017 - 10:09 WIB

UMK di Riau Naik, Tapi Tetap Diawasi

Kamis, 23 November 2017 - 11:30 WIB

UMK 2018 Kabupaten dan Kota di Riau

Rabu, 22 November 2017 - 13:03 WIB

Pertamina Buka Lowongan, Ini Cara Melamarnya Agar Diterima

Selasa, 21 November 2017 - 09:41 WIB

Serapan APBD Masih Rendah, Legislator Riau: Kurang Sehat

Senin, 20 November 2017 - 21:07 WIB

Riau Bebas Rentenir, Akhir Desember Ini akan Dilaunching

Senin, 20 November 2017 - 13:57 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia