Otto Hasibuan pengacara Ketua DPR Setya Novanto mengundurkan diri, Jumat (8/12/2017). (net)

Jumat, 08 Desember 2017 - 12:59 WIB 11060000

Resmi Mengundurkan Diri, Otto Hasibuan: Saya Tidak Kuasa Hukum Setya Novanto Lagi

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Menangani perkara korupsi e-KTP yang melibatkan tersangka Setya Novanto tidak mudah.

Tidak ada kesepakatan yang jelas tentang tata cara menangani suatu perkara e-KTP ini sehingga pengacara senior Otto Hasibuan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Setya Novanto.

Menurut Otto hal tersebut dapat merugikan Novanto termasuk dirinya. Dia juga akan kesulitan dalam membela Novanto.

"Maka saya menyatakan saya tidak akan meneruskan untuk jadi kuasa hukum di pengadilan," kata Otto, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Dia mengaku sudah bertemu Novanto pada Kamis (7/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, di Rutan KPK tempat Novanto ditahan.

Secara lisan, dia menyampaikan perihal pengunduran dirinya tersebut.

"Saya sudah sampaikan hal ini langsung saya harus jujur. Dan saya sampaikan di antara kita tata cara penanganan perkaranya belum ada yang pasti," ujar Otto, sebagaimana Riaubook.com melanasir dari Kompas.com.

Otto mendatangi Gedung KPK untuk menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada pihak KPK dan Novanto.

"Berlakunya hari ini ya, maka saya tidak menjadi kuasa hukum Setya Novanto lagi dan dengan resmi saya mengundurkan diri sebagai kuasa hukum beliau," ujar Otto.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang pernah diberikan Setya Novanto kepada saya, dan selamat dia berjuang dengan masalah hukumnya," tambah dia.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap Novanto dijadwalkan digelar di pengadilan tipikor pada Rabu (13/12/2017).

Jadwal tersebut merupakan sehari atau dua hari sebelum putusan praperadilan yang diajukan Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dengan demikian, gugatan praperadilan Novanto akan gugur jika sidang di tipikor berjalan sesuai jadwal.

Dalam kasus itu, KPK menduga Novanto bersama sejumlah pihak menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

Bersama sejumlah pihak tersebut, Novanto diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai paket Rp 5,9 triliun. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Wow, Inhu Juara Pertama KI Award Riau 2017

Kamis, 07 Desember 2017 - 22:33 WIB

Polda Riau Buru Kawanan Rampok 3 Kg Emas di Pelalawan

Kamis, 07 Desember 2017 - 22:22 WIB

Penyanyi Andien Jadi Brand Ambassador Notebook Lenovo

Kamis, 07 Desember 2017 - 21:47 WIB

Di Kota Dumai Terdapat Kampung Anime

Kamis, 07 Desember 2017 - 16:55 WIB

Polres Bengkalis Gagalkan 8 Ton Kayu Ilegal Loging

Kamis, 07 Desember 2017 - 16:53 WIB

Wakil Bupati Alfedri Apresiasi Atas Eksistensi PWI Siak

Kamis, 07 Desember 2017 - 13:18 WIB

BPBD Riau Mengklaim saat ini Riau Aman dari Banjir

Rabu, 06 Desember 2017 - 20:22 WIB

Bonek Mania Ancam Bhayangkara FC

Rabu, 06 Desember 2017 - 17:52 WIB

Polda Riau, Irjen Pol Nandang: Narkoba Merusak Negara

Rabu, 06 Desember 2017 - 12:02 WIB

9 Media Ini Diklaim sebagai Agen Asing CIA

Rabu, 06 Desember 2017 - 09:12 WIB

Duh, Pilot Lion Air Isap Sabu dan Konsumsi Miras

Selasa, 05 Desember 2017 - 23:59 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia