Opini:

Membalik Logika

RIAUBOOK.COM - Oleh Adlin S.Hut, Pemerhati Kebijakan Lingkungan

Kenapa ya, di mata sekelompok organisasi yang katanya pro lingkungan, perusahaan hutan tanaman industri (HTI) itu pasti jelek? Tidak peduli pelestarian alam. Merusak lingkungan. Membakar lahan dan dicap dengan segala stigma buruk. Pokoknya perusahaan HTI itu seakan tidak ada benarnya. Apa benar begitu?

Banyak fakta yang dilakukan perusahaan HTI memperbaiki lingkungan hidup. Contohnya saja, penyelamatan ekosistem hutan gambut di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan Bukit Batu di Riau yang diprakarsai oleh grup Sinar Mas Forestry (APP). Grup Raja Garuda Emas (APRIL). Pesaing APP juga memiliki program restorasi ratusan ribu hektar kawasan hutan gambut yang bersandi Restorasi Ekosistem Riau.

Untuk membantu pemerintah mengurangi bencana asap dari kebakaran lahan, SMF dan RGE seakan membuat perlombaan. Tanpa bantuan dua perusahaan itu, kerja keras pemerintah di bawah Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Hutan Riau, selama 2 tahun terakhir, rasanya belum akan sesukses sekarang ini.

Namun bagi sekelompok organisasi yang katanya pro lingkungan tersebut, program konservasi dan penanggulangan api dari perusahaan HTI adalah proyek pencitraan semata. Proyek itu dibuat hanya untuk menutupi keburukan yang dibuat selama ini. Tapi sudah lah, mereka memang begitu. Kalau stigma sudah tercap, yang buruk-buruk saja yang terlihat. Hal yang baik disembunyikan. Atau paling komentarnya " (yang baik) itu sudah menjadi kewajiban perusahaan," .

Sekadar berbagi pengetahuan buat orang awam. HTI adalah bagian dari hutan produksi negara. Ada dua poin yang terkandung di dalamnya. Yaitu "hutan negara" dan "hutan produksi".

Jadi HTI itu hutan negara. Bukan hutan milik pribadi. Negara hanya meminjamkan dengan jangka waktu tertentu. Negara hanya memberikan izin pakai. Ketika izinnya habis, hutan itu harus dikembalikan lagi kepada negara.

Kedua, hutan produksi. Sesuai namanya, hutan produksi berarti untuk kebutuhan produksi, atau boleh diambil produknya. Kata memakai istilah petani, boleh dipanen. Produksi awal hutan produksi, awalnya dulu, adalah panen kayu alam yang ditebang habis untuk kebutuhan bahan baku bubur kertas atau kertas. Setelah pepohonan alami bersih, perusahaan HTI menanam tanaman hutan baru yang memiliki umur pendek, seperti akasia atau eukaliptus.

Selain hutan produksi, fungsi hutan negara masih ada lagi, yaitu hutan konservasi dan hutan lindung. Dua hutan itu tidak boleh diganggu gugat. Fungsinya adalah untuk kelestarian alam yang akan diwariskan kepada anak cucu kelak.

Namun faktanya, hutan negara yang aturannya sangat ketat dan tidak boleh diganggu gugat itu, justru lebih banyak yang rusak. Dibandingkan dengan hutan produksi HTI yang diberi izin pakai perusahaan HTI, hutan negara yang pertanggungjawabannya murni pada negara justru lebih hancur karena dirambah.

Contohnya Taman Nasional Tesso Nilo, sebuah suaka gajah dan harimau Sumatera yang awalnya mencapai 83.000 hektar. Kini hutan konservasi itu hanya tersisa 15.000 hektar atau 16 persen lagi. Data dari Panitia Khusus DPRD Riau, yang dikutip dari situs antaranews.com, pada 26 Maret 2015, total hutan konservasi/lindung di Riau yang tersisa hanya tinggal 25 persen.

Lalu mengapa sekelompok organisasi yang katanya pro lingkungan itu, tidak banyak menyuarakan penyelamatan hutan konservasi negara itu.

Jawabannya, isu itu tidak seksi. Kalau mempersoalkan perambahan di hutan negara, sekelompok organisasi tersebut akan berhadapan dengan perambah yang berani mati.

Menghadapi perusahaan lebih enak dan gampang. Bahkan banyak orang yakin, tindakan sekelompok organisasi tersebut banyak ditunggangi dan pesanan dari pihak asing. (RB/yopi/rls)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Ustad Abdul Somad, Tadzikrah Bagi Bangsa

RIAUBOOK.COM - Oleh Fahri HamzahUstadz Abdul Somad adalah jangkar NKRI. Dia mengingatkan kita bahwa di Indonesia ini ada Melayu, Riau…

Foto

Abdul Hamid II dan Baitul Maqdis

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix Siauw1897, Basel. Kongres Zionis pertama dilakukan, Theodore Herzl yang didaulat sebagai petingginya, lalu melaukan terobosan,…

Foto

Riau dan Yogyakarta

RIAUBOOK.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta mulai mengembangkan kreativitas anak muda untuk membangun sektor pariwisata, salah satu hasil karya mereka adalah…

Foto

Atas Nama NKRI dan Pancasila

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwIntoleransi yang selama ini dicari, ada pada mereka yang menolak @UstadzAbdulSomad di Bali. Mereka tak…

Foto

Baitul Maqdis Pusat Negeri Mukmin

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwSepenuh makar dilakukan musuh-musuh Islam untuk membuat kaum Muslim terpecah-belah, namun persatuan adalah tabiat mereka…

Foto

Antara Mengaku dan Diakui Berbhineka

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.H Dewasa ini, banyak sekali orang-orang direpublik ini yang mengaku paling cinta terhadap NKRI…

Foto

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwBanyak hal yang ada di pikiran saya menanti untuk dituliskan. Namun semua, meskipun tak kalah…

Foto

Efek Doa

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwAlhamdulillah, terimakasih atas banyak penyemangat dan ungkapan syukur yang sampi pada kami sejak tengah malam…

Foto

Allah Pemberi Hidup

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwYang benar memahami syahadat sangat memahami, bahwa hidup mereka itu dari Allah, begitipun mati mereka…

Foto

Tarik Ulur Status Pemimpin Sebagai Penguasa Sekaligus Pengusaha

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianato Zulfan, S.H Memperbincangkan tentang kepemimpinan tentu saja kita juga memperbincangkan tentang kekuasaan, hanya saja dalam…

Foto

Persatuan Atas Rahmat Allah

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix Siauw Hari ini kembali menjadi hari yang kita ingati, karunia Allah yang kita syukuri, persatuan…

Foto

Keris 'Sakti' Rahasia Dinasti

KERIS 'sakti' menancap terbalik di atas tugu berbalut cakar 'emas', diintari gelombang 'tujuh hantu' hijau pekat - julukan ombak bono…

Foto

Tugu Antikorupsi, Kebanggaan Riau yang Luntur

SIAPA yang sangka, sebuah tugu megah yang dibangun sebagai simbol pengingat akan pentingnya integritas untuk melawan korupsi, justru menghasilkan skandal…

Foto

Hukum dalam Negeri Seni Politik

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.H Pembahasan ini ingin mengarahkan bagaimana eksistensinya suatu hukum yang berada dalam ranah negara…

Foto

Pesek yang Menjelaskan

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix Siauw Saya tak hendak membahas tentang "Pesek" yang disampaikan@ustadzabdulsomadberkaitan Muslimah saudari kita yang melepas…

Foto

Muslim, Mengapa Politik Menarik

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.H Untuk seorang Muslim, tentu saja dasar dari segala perbuatan adalah keikhlasan niat hanya…

Foto

Teman Adalah Teman dan Kita Bersamai Sekalipun Dalam Kesusahan

RIAUBOOK.COM - Oleh Fahri Hamzah Setelah SN dipaksa menjadi tersangka ada bagusnya saya menulis kesan saya kepada situasi sekarang. Sebab…

Foto

Ini Bukan Soal SN

RIAUBOOK.COM - Oleh Fahri Hamzah Dengan pengertian saya yang sederhana, saya juga tahu bahwa mengapa KPK mengorkestra citra diri yang…

Foto

Mafia Negara, 'Shame on You'

'BERGEN kan men zien, maar het recht kan men niet zien', demikian LJ Van Apeloorn (1954) yang mengumpamakan hukum itu…

Foto

Masukkan Aku Dalam Daftarmu

RIAUBOOK.COM - Oleh ustad Felix Siauw Kita jelas tak ada apa-apanya dibandingkan dengan ulama-ulama pejuang di zaman dulu. Mereka yang…

foto

Pendidikan