Politik Identitas dan Pencitraan

RIAUBOOK.COM - Oleh

M. Alpi Syahrin, SH., MH.,CPL (Aktivis Pusat Advokasi Hukum dan HAM)

Politisi tidak pernah percaya atas ucapannya sendiri. Mereka justru terkejut bila rakyat mempercayainya. (Charles de Gaulle )

Berangkat dari sejarah peradaban bangsa Indonesia yang dikenal dengan keberadaan berbagai macam kerajaan atau dinasti-dinasti, pada masa itu sudah memiliki yang namanya Suku, Budaya, masyarakat dan politik bahkan Hukum. Politik pada zaman itu menganut pada Politik etnis atau yang dikenal dengan istilah politik Identitas.

Setelah melewati masa-masa kerajaan dan Dinasti, kemudian muncul fase Kolonialisme, para penjajah datang dengan maksud dan tujuan memperkaya diri dengan memanfaatkan sumberdaya Alam dan ke "lugu"an Daerah jajahan serta daerah yang Strategis.

Setelah cukup lama dijajah dan merasakan sulitnya dijajah, maka muncul interaksi dan saling mendukung antara kerajaan yang satu dengan yang lainnya, dalam proses ini banyak mengajarkan masyarakat tentang pentingnya rasa Solidaritas walaupun berbeda etnis, agama, suku maupun kebudayaan, sehingga muncul solidaritas dan loyalitas.

Solidaritas dan loyalitas memunculkan kekuatan untuk berjuang dengan cita-cita bersama karena senasib sepenanggungan, kekuatan tersebut dapat menyatukan wilayah-wilayah yang terpisah menjadi satu kesatuan utuh yang kemudian lahirlah INDONESIA. sampai disini semuanya berjalan dengan baik.

Rasa solidaritas, loyalitas, kesetiaan dan kebersamaan tidak terhenti pada masa kemerdekaan, akan tetapi merupakan suatu perjalanan panjang untuk dapat bertahan dengan guncangan dan hempasan badai dari berbagai dimensi. kalau awalnya rasa solidaritas yang kemudian menjadi Rasa nasionalisme yang dibangun untuk dijadikan sebagai alat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik tanpa melihat suku, budaya dan factor lainnya, maka dengan perkembangan dinamika kehidupan bernegara juga diguncang dengan isu ini, terutama pasca Runtuhnya orde baru pada tahun 1998, lebih kurang 20 tahun berjalan semakin besar dinamika yang dihadapi , termasuk dalam ranah Politik, dalam hal ini berkaitan dengan tekhnis dan mekanisme pemilihan pemimpin.

Indonesia dihadapkan pada suatu pesta demokrasi, PILKADA serentak, Pilkada serentak tahun 2018 akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya. Sebanyak 171 Daerah akan berpartisipasi pada ajang Pemilihan Kepala Daerah. Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada. Ini harus menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, karena memang akhir-akhir ini memang politik identias kembali muncul sama persis seperti masa kerajaan dan Dinasti dimasa silam.

Menghadapi Pilkada serentak ini tentu semakin menarik, karena akan terlihat mana yang loyal mana yang Oportunis, artinya adalah bahwa memang akan selalu ada pahlawan dan penghianat dalam medan Perang, keduanya akan selalu dikenang.

Munculnya Loyalitas karena adanya musuh sejati yang kemudian akan menciptakan Kawan sejati, seperti yang diungkapkan oleh Samuel Huntington, dia menyatakan bahwa " Tidak ada kawan sejati tanpa musuh sejati, jika kita tidak mampu membenci apa yang kita benci, kita tidak akan mampu mencintai apa yang kita cintai. Itulah kebenaran-kebenaran masa lalu, yang secara menyedihkan kembali kita bangkitkan setelah terpendam selama satu abad dan bahkan dalam bentuk yang lebih sentimental. Barang siapa yang mengingkari semua itu, berarti mengingkari nenek moyang, warisan, kebudayaan dan bahkan milik mereka sendiri, semua itu tak mungkin dapat dilupakan. Dari ungkapan diatas dapat dipahami bahwa loyalitas seorang kawan akan sejati itu akan berbanding lurus dengan musuh sejati.

Menyikapi fenomena dalam periode demokrasi yang dimaknai dari rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat, tentu seharusnya kita semakin dewasa menyikapinya, ya tentu saja menyikapi perubahan-perubahan arah berfikir, baik kawan maupun lawan, konstelasi Politik ini selalu berubah sesuai dengan arah angina dan tentu saja sesuai dengan Kebutuhan.

Masyarakat kita saat ini sudah berfikir realistis, mana yang benar-benar menguntungkan, mana yang benar-benar memberikan kepastian, maka tentu saja itu bisa menjadi pilihan. Oleh karenanya Politik identitas harus diiringi Oleh Politik pencitraan, keduanya sama-sama penting, tapi politik pencitraam memang cenderung lebih menonjolkan tampilan "Luar' dalam bentuk gaya berpidato, Ekspessi emosional, pintar membeberkan angka-angka fantastis, dan tentu saja Pintar bersandiwara.

Oleh karenanya, tentu saja Sebagai masyarakat yang Pluralis dapat memahami dan menyikapi peran masing-masing tim dalam menggambarkan dan mendiskripsikan Jagoannya, akan tetapi jangan sampai merusak tatanan Sosial masyarakat kita dengan mencari kesalahan jagoan yang lain. Maka Munculkanlah kelebihan jagoan kita Bukan kemudian Menjelek-jelekan jagoan orang lain, itu lebih bijak agar tatanan demokrasi Ini berjalan dengan baik sesuai dengan Tujuan didirikannya Negara Ini menjadi Negara yang Adil, makmur dan Sejahtera. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Resiko Menjadi Seorang Pribumi

RIAUBOOK.COM - OlehHardianto Zulfan, S.HDalam suatu tulisan, Prof Tjipta Lesmana menuliskan, "Sejak merdeka, bangsa kita mengenal 6 (enam) Presiden (sebelum…

Foto

Mengapa Negara Wajib Beragama

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.HDalam berbagai perbincangan, mulai dari tingkat masyarakat yang berdiam diri di pedesaan hingga masyarakat…

Foto

Mengapa Batik

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwNusantara itu orangnya lembut, halus, berhati-hati, tak mudah menyakiti, bila berbicara punya etika,…

Foto

13 Catatan untuk Prof Mahfud MD

RIAUBOOK.COM - Oleh Fahri HamzahIjinkan saya memberi komentar. Pertama, saya mempersoalkan istilah #MegaKorupsiEKTP yang misleading karena…

Foto

Mengambil Pelajaran atas Klaster dan Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia

RIAUBOOK.COM - Oleh Dr. Iswadi Hasyim Rosma (Pengajar Universitas Riau & PhD Alumni Queen's University Belfast, UK)Pengumuman Klaster dan Peringkat…

Foto

Politik Pilgub Riau Patah Tebu

#Politik Riau Beda. Kondisi ini terbukti dengan banyaknya prediksi yang melenceng hingga mencuatkan gambaran 'mentahnya' para politisi di Bumi Melayu.Pemetaan…

Foto

Membaca Jejak Digital Ustad Abdul Somad untuk Pilkada Riau

TIDAK dapat disangkal saat ini Ustad Abdul Somad (UAS) menjadi magnet di tengah masyarakat, baik di dunia nyata maupun dunia…

Foto

Catatan Ustadz Abdul Somad: Belajar Dari Al-Fatih

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustadz Abdul Somad1. Hadits Nabi Muhammad SAW menjadi sumber inspirasi: "Kamu pasti akan membebaskan Konstantinopel.…

Foto

Budaya dan Agama

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustadz Felix SiauwSingkatnya, Cak Nun dalam banyak majelisnya menyederhanakan, bahwasanya Agama itu ialah ibadah, perintah…

Foto

Gerindra dan Kuda Poni

RIAUBOOK.COM - Peta politik Pemilihan Gubernur Riau berubah setelah pasangan Firdaus - Rusli Effendi berhasil mendapatkan SK Partai Demokrat yang…

Foto

5 Tipe Pemilih dalam Pilkada, Jangan Jadi Nomor 5 yaa..

RIAUBOOK.COM - Oleh Padli AR (Ketua Wilayah KAMMI Riau)Beberapa hari lagi Pilkada serentak seluruh Indonesia memasuki tahap pendaftaran.…

Foto

Ancaman 'Kuda Hitam' dan 'Head to Head' Pilgub Riau

RIAUBOOK.COM - Politik Riau bukan politik biasa, dan itu terbukti dengan kondisi yang sulit ditebak dan runyam untuk dipahami dengan…

Foto

Ustadz Abdul Somad, The Phenomenon

RIAUBOOK.COM - Oleh: DR. Moeflich Hasbullah (Pakar Sejarah Islam, Dosen UIN Sunan Gunung Djati)Lelaki muda Riau kurus ini, kini sudah…

Foto

Catatan Akhir Tahun Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Riau

RIAUBOOK.COM - Oleh Alfikri Lubis, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Riau"Pemerintah Perlu Berkaca Pada Tahun yang Sudah Berlalu"Tahun 2017…

Foto

Ibarat Perusahaan, Rokan Hilir Sudah Gulung Tikar Malah Tertimpa Hutang

RIAUBOOK.COM - Oleh Rinaldi Parepare (Mahasiswa Rokan Hilir/Presiden Mahasiswa Universitas Riau)Terlalu lama dan berkepanjangan kita melihat wajah lesu ribuan tenaga…

Foto

Ini Bukan Soal Ustadz Abdul Somad Semata, Tapi Soal Wibawa Negara

RIAUBOOK.COM - Oleh Fahri HamzahPertama, Peristiwa ini adalah peristiwa memalukan. Sebab saya ingat dulu, sebagai ketua PANJA UU…

Foto

Intoleransi Toleransi

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwAturan agamaku haruskan Muslim dipimpin oleh Muslim juga, itu kau tuduh intoleransi, katamu…

Foto

Abdul Somad, Alternatif Baru untuk Calon Pemimpin Riau

RIAUBOOK.COM - Oleh Padli AR, Ketua KAMMI Wilayah RiauUAS, Ustad Abdul Somad menjadi publik figur paling diminati saat ini. Sedikit…

Foto

Dimulai Dari yang Kecil

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwHampir tidak ada yang datang secara tiba-tiba, baik itu kebaikan juga keburukan. Semua pasti ada…

Foto

Awas Ancaman Suami Selingkuh Saat Tahun Baru, Ini Tanda-tandanya

RIAUBOOK.COM - Perselingkuhan memang menjadi biang kehancuran rumah tangga, meski sesungguhnya banyak pria yang melakukannya tanpa disadari akan bahaya itu.Bagi…

foto

Pendidikan