Pilgub Riau

Tahta Gubernur Riau dan Akar Beringin yang Rapuh

TAKHTA Gubernur Riau kembali akan menjadi perebutan bagi elite di daerah ini, berbagai kalangan mulai dari pengusaha, politisi, tokoh masyarakat dan lainnya sempat melirik "motor-motor politik" untuk melaju mencapai mahkota.

Namun perebutan kendaraan politik akhirnya terhenti di empat pasang bakal calon, mereka adalah petahana Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno, Firdaus-Rusli, Syamsuar-Edi Natar, dan terakhir Lukman Edi-Hardianto.

Aryadjuliandi Rachman - Suyatno

Kader Golkar satu ini sudah sedari awal digadang-gadangkan sebagai "nakhoda" perahu partai beringin untuk Pilgub Riau tahun ini.

Pria yang akrab disapa Andi Rachman ini memiliki power politik luar biasa setelah menetap sebagai Gubernur Riau menggantikan Annas Maamun yang kini meringkuk di bui akibat kasus korupsi.

Sepak terjang Andi Rachman di dunia politik tidak diragukan, namun Partai Golkar tidak dengan mudah dia dapat, bahkan melalui proses yang panjang karena bersaing dengan sejumlah kader tulen lainnya.

Sebut saja HM Harris. Bupati Pelalawan ini adalah salah satu kader terbaik Golkar yang bersaing dengan Andi, dia terus berjuang untuk mendapatkan motor 'beringin' diakhir-akhir waktu.

Begitu juga Yopi Arianto. Bupati Indragiri Hulu satu ini adalah kader muda partai beringin yang dibanggakan masyarakat Inhu. Hingga diujung waktu, Yopi konsisten mendampingi Harris meski pada akhirnya Golkar memutuskan berkoalisi dengan partai penguasa PDI Perjuangan.

Andi dideklarasi berpasangan dengan Suyatno, kader PDI Perjuangan yang kini menjabat sebagai Bupati Rokan Hilir.

Koalisi beringin dengan moncong putih menjadi yang pertama dalam sejarah politik Riau. Hambatan terberatnya, Suyatno sempat diterpa isu pengguna narkoba, namun dia sudah membantahnya.

Persoalan lainnya, Golkar juga dihantam kisruh luar biasa, Ketum Setya Novanto terjerat kasus dugaan korupsi KTP elektronik senilai triliunan rupiah.

Akibat kasus itu, Setya Novanto harus digantikan dengan Airlangga Hartato, seorang menteri dalam kabinet Joko Widodo.

Koalisi Golkar-PDIP terus melemah, terlebih ketika Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengutarakan ungkapan kontroversial yang menyudutkan umat Islam. Hal ini memberi dampak luar biasa di Riau mengingat lebih 78 persen masyarakat Bumi Melayu adalah umat Islam.

Peroalan lainnya datang dari dua kader tulen, Harris dan Yopi. Kedua kader terbuang ini akan menjadi hambatan serius untuk beringin kembali mengakar di Bumi Melayu.

Jika sebagai penunggang motor Andi Rachman tak mampu membonceng dua kader terbaik ini, maka bersiap untuk kehilangan lebih 500 ribu suara yang ada dalam kantung dua daerah yang menjadi basis Harris dan Yopi, yakni Pelalawan dan Inhu.

Dari hasil pemutahiran data sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU), wilayah basis Harris, Pelalawan, terdapat 239 ribu suara, sementara di wilayah kekuasaan Yopi, Inhu, sedikitnya ada 289 ribu suara.

Total jumlah suara untuk wilayah dua kader Golkar terbuang ada lebih 500 ribu suara yang layak untuk menjadi perebutan para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Riau.

Lukman Edy - Hardianto

Lukman Edy sebelumnya pada 2013 telah ambil bagian menjadi peserta calon Gubernur Riau berpasangan dengan sesepu perkumpulan warga Jawa di Riau, Suryadi Khusaini.

Namun pasangan itu akhirnya mengalami kekalahan telak dari pasangan Annas Maamun dan Arsyadjuliandi Rachman.

Nama Lukman Edy kembali dimunculkan untuk bertarung pada Pilgub 2018. Kepastian itu diungkap Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PKB, Abdul Kadir Karding di Pekanbaru sejak pertengahan 2017 lalu.

Dia mengklaim, dalam survei yang dilakukan internal partai, Lukman Edy yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menduduki posisi bagian atas pada pencalonan gubernur. Ini merupakan modal awal kader PKB untuk bermain di Pilkada Riau mendatang.

Awal pengenalan ke publik, Lukman disandingkan dengan Ketua DPD Demokrat Riau, Asri Auzar. Pasangan ini menjadi jagoan utama jika petahana menghadapi pertarungan 'head to head'.

Namun arah politik tak berpihak untuk pasangan ini. DPP Demokrat lebih memilih satu kader terbaiknya untuk menjadi penunggang, dia adalah The Doktor Firdaus yang saat ini menjabat Wali Kota Pekanbaru.

Akibat dari pilihan Demokrat yang tak berpihak, Lukman terombang ambing, hingga akhirnya mendapat hasil keputusan yang tak disangka.

Koalisi PKB dengan Gerindra menghasilkan Lukman harus berpasangan dengan Hardianto, seorang anggota DPRD Riau. Keduanya membawa tekad besar dengan satu keuntungan cadangan. Meski hasil pilgub nanti tidak berpihak, Lukman dan Hardianto masih diuntungkan untuk pertarungan memperebutkan kursi di DPR RI.

Capaian popularitas saat Pilgub Riau tahun ini, akan berdampak baik saat pencalonan legislatif 2019. Prediksi alternatif unggulan keduanya jika kalah dalam perebutan tahta Gubernur Riau adalah, Lukman akan mudah mendulang suara pileg DPR RI di wilayahnya Indragiri Hilir (Inhil) dan Inhu, sementara Hardianto potensial naik kasta dari DPRD Riau ke DPR RI dari daerah pemilihan wilayah pesisir.

Syamsuar - Edi Natar

Syamsuar - Edi Natar Nasution adalah pasangan yang dengan mulus melaju pada pentas politik Pilgub Riau. Pasangan ini mendapat dukungan tiga partai, yakni PAN, PKS dan NasDem.

Syamsuar juga merupakan kader Golkar terbuang. Saat ini dia menjabat sebagai Bupati Siak. Sementara Edi Natar saat ini masih menjabat sebagai Danrem Wirabima.

Syamsuar diuntungkan jabatannya sebagai bupati yang potensial mendulang kemenangan di Siak. Namun daerah kekuasaan Syamsuar masih secuil dari jumlah DPT Riau yang menembus angka lebih 4 juta suara.

Pasangan ini diprediksi turut akan mendulang suara untuk wilayah pesisir, itu karena Edi Natar merupakan putra pesisir yang cukup dikenal.

Namun perjalanan keduanya tidak akan mudah setelah merebak kabar indikasi korupsi APBD senilai Rp100 miliar, meski hal itu telah dibantah.

Terlebih para pendukung pasangan ini ternyata hadir dari sejumlah tokoh yang merupakan mantan terpidana korupsi.

Salah satunya Arwin AS. Mantan Bupati Siak ini sebelumnya telah menjalani hukuman 4 tahun kurungan karena dianggap terbukti korupsi. Dia hadir dalam deklarasi mendukung pasangan Syamsuar-Edi Natar beberapa waktu lalu.

Firdaus - Rusli

Pasangan ini menjadi yang paling tidak terduga. Setelah menempuh rintangan serius saat perebutan motor partai, tapi akhirnya dukungan mengalir dari berbagai pihak.

Bahkan Asri Auzar, Ketua DPW Demokrat Riau yang sebelumnya bersaing, kini menyatakan tekad untuk mendukung penuh paslon yang diusung Demokrat dan PPP ini.

Dukungan penuh juga diberikan dari pasangan Syamsurizal - Zaini Ismail. Keduanya merupakan tokoh berpengaruh untuk Riau daratan dan Riau pesisir.

Syamsurizal merupakan mantan Bupati Bengkalis dua periode yang diprediksi bakal mendulang suara untuk pasangan demgan jargon 'Firli' di wilayah pesisir. Sementara Zaini Ismail bakal menjadi panutan kalangan birokrat karena dia merupakan mantan Sekda Prov Riau.

Selain itu, dipastikan Yusril Izha Mahendra, pakar tata negara nasional juga mendukung pasangan ini setelah PBB turut memberi dukungan diwaktu akhir.

Pasangan 'Firli' juga digadang-gadang menjadi momen pemersatu dua wilayah dengan basis suara terbesar, yakni Pekanbaru - Kampar. Total suara untuk dua wilayah ini mencapai lebih 1,3 juta.

Nyaris seluruh tokoh Kampar seperti Jefry Noer, Zulher, Amin, dan Ardo, serta Bupati Aziz Zainal menyatakan dukungan penuh untuk The Doctor Firdaus.

Sementara majunya Rusli Effendi mendampingi Firdaus juga dianggap sebagai momen pemersatu mubaligh dan ulama. Hal itu tidak lepas dari latar belakang Rusli yang merupakan ulama besar yang diberi tanggungjawab mengurus Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia.

Satu tugas berat dari pasangan 'Firli' adalah membangun kerjasama di antara tim pemenangan mengingat banyaknya dukungan para tokoh berpotensi memunculkan keretakan internal.

Laju The Doctor ditentukan soliditas tim pemenangan, atau crash di tengah perjalanan.

Oleh Fazar Muhardi

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Tanpa Al-Qur'an

RIAUBOOK.COM -Oleh Ustadz Felix SiauwBenar-benar sedih saat kita mendapati ayat-ayat yang sudah kita hafalkan lalu hilang seolah tak pernah menghampiri…

Foto

Politik Identitas dan Pencitraan

RIAUBOOK.COM - Oleh M. Alpi Syahrin, SH., MH.,CPL (Aktivis Pusat Advokasi Hukum dan HAM) Politisi tidak pernah percaya atas…

Foto

Resiko Menjadi Seorang Pribumi

RIAUBOOK.COM - OlehHardianto Zulfan, S.HDalam suatu tulisan, Prof Tjipta Lesmana menuliskan, "Sejak merdeka, bangsa kita mengenal 6 (enam) Presiden (sebelum…

Foto

Mengapa Negara Wajib Beragama

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.HDalam berbagai perbincangan, mulai dari tingkat masyarakat yang berdiam diri di pedesaan hingga masyarakat…

Foto

Mengapa Batik

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwNusantara itu orangnya lembut, halus, berhati-hati, tak mudah menyakiti, bila berbicara punya etika,…

Foto

13 Catatan untuk Prof Mahfud MD

RIAUBOOK.COM - Oleh Fahri HamzahIjinkan saya memberi komentar. Pertama, saya mempersoalkan istilah #MegaKorupsiEKTP yang misleading karena…

Foto

Mengambil Pelajaran atas Klaster dan Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia

RIAUBOOK.COM - Oleh Dr. Iswadi Hasyim Rosma (Pengajar Universitas Riau & PhD Alumni Queen's University Belfast, UK)Pengumuman Klaster dan Peringkat…

Foto

Politik Pilgub Riau Patah Tebu

#Politik Riau Beda. Kondisi ini terbukti dengan banyaknya prediksi yang melenceng hingga mencuatkan gambaran 'mentahnya' para politisi di Bumi Melayu.Pemetaan…

Foto

Membaca Jejak Digital Ustad Abdul Somad untuk Pilkada Riau

TIDAK dapat disangkal saat ini Ustad Abdul Somad (UAS) menjadi magnet di tengah masyarakat, baik di dunia nyata maupun dunia…

Foto

Catatan Ustadz Abdul Somad: Belajar Dari Al-Fatih

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustadz Abdul Somad1. Hadits Nabi Muhammad SAW menjadi sumber inspirasi: "Kamu pasti akan membebaskan Konstantinopel.…

Foto

Budaya dan Agama

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustadz Felix SiauwSingkatnya, Cak Nun dalam banyak majelisnya menyederhanakan, bahwasanya Agama itu ialah ibadah, perintah…

Foto

Gerindra dan Kuda Poni

RIAUBOOK.COM - Peta politik Pemilihan Gubernur Riau berubah setelah pasangan Firdaus - Rusli Effendi berhasil mendapatkan SK Partai Demokrat yang…

Foto

5 Tipe Pemilih dalam Pilkada, Jangan Jadi Nomor 5 yaa..

RIAUBOOK.COM - Oleh Padli AR (Ketua Wilayah KAMMI Riau)Beberapa hari lagi Pilkada serentak seluruh Indonesia memasuki tahap pendaftaran.…

Foto

Ancaman 'Kuda Hitam' dan 'Head to Head' Pilgub Riau

RIAUBOOK.COM - Politik Riau bukan politik biasa, dan itu terbukti dengan kondisi yang sulit ditebak dan runyam untuk dipahami dengan…

Foto

Ustadz Abdul Somad, The Phenomenon

RIAUBOOK.COM - Oleh: DR. Moeflich Hasbullah (Pakar Sejarah Islam, Dosen UIN Sunan Gunung Djati)Lelaki muda Riau kurus ini, kini sudah…

Foto

Catatan Akhir Tahun Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Riau

RIAUBOOK.COM - Oleh Alfikri Lubis, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Riau"Pemerintah Perlu Berkaca Pada Tahun yang Sudah Berlalu"Tahun 2017…

Foto

Ibarat Perusahaan, Rokan Hilir Sudah Gulung Tikar Malah Tertimpa Hutang

RIAUBOOK.COM - Oleh Rinaldi Parepare (Mahasiswa Rokan Hilir/Presiden Mahasiswa Universitas Riau)Terlalu lama dan berkepanjangan kita melihat wajah lesu ribuan tenaga…

Foto

Ini Bukan Soal Ustadz Abdul Somad Semata, Tapi Soal Wibawa Negara

RIAUBOOK.COM - Oleh Fahri HamzahPertama, Peristiwa ini adalah peristiwa memalukan. Sebab saya ingat dulu, sebagai ketua PANJA UU…

Foto

Intoleransi Toleransi

RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix SiauwAturan agamaku haruskan Muslim dipimpin oleh Muslim juga, itu kau tuduh intoleransi, katamu…

Foto

Abdul Somad, Alternatif Baru untuk Calon Pemimpin Riau

RIAUBOOK.COM - Oleh Padli AR, Ketua KAMMI Wilayah RiauUAS, Ustad Abdul Somad menjadi publik figur paling diminati saat ini. Sedikit…

foto

Pendidikan