Foto ilustrasi. (net)

Selasa, 13 Februari 2018 - 16:26 WIB 11800000

Paslon yang Diundang Acara Ormas atau Doa Bersama Harus Punya STTP, Kalau Tidak Acara Bisa Dibubarkan Bawaslu

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

  • Firdaus-Rusli
  • Syamsuar-Edy Nasution
  • Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
  • Lukman Edy-Hardianto


RIAUBOOK.COM - Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau Rusidi Rusdan mengatakan bahwa pihaknya telah menginfentarisir lebih dari 25 item yang berpotensi dapat menimbulkan masalah dan perdebatan pada penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018-2023.

Rusidi mengatakan, secepatnya Bawaslu Riau akan membuat kesepakatan bersama yang nantinya akan dituangkan dalam berita acara terkait dengan mana yang diperbolehkan atau yang tidak diperbolehkan.

"Contohnya seperti stiker, ada stiker mobil yang tertutup, kita melihat sendiri dalam acara ini, tadi saya sebelum parkir melihat ada dua pasangan Calon yang membawa mobil ditutupi stiker secara keseluruhan, ini melanggar aturan Kampanye," kata Rusidi kepada RiauBook.com usai menghadiri Rapat Pleno Terbuka KPU di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Selasa (13/2/2018).

Beliau juga menyinggung terkait Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mengundang Pasngan Calon untuk hadir dalam acara kemasyarakatan.

"Itu tidak diatur di PerKPU, karena itu tidak diatur, maka Bawaslu berposisi pada menganggap itu berkampanye 'tatap muka', walaupun yang mengundang adalah masyarakat, didalam masa kampanye ini Bawaslu akan menganggap itu adalah Kampanye juga, maka, sebelum Pasangan Calon itu menghadiri kegiatan yang diundang oleh masyarakat, apapun namanya, baik itu acara silaturahmi partai, baik itu raker (rapat kerja) organisasi masyarakat, tausiyah, maupun doa bersama, segala macam, itu harus berlaku ketentuan," kata Rusidi.

Kata dia, setiap Paslon yang akan menghadiri acara-tersebut, harus membuat surat tanda terima pemberitahuan (STTP) kampanye kepada pihak Kepolisian setempat.

"Kalau itu tidak ada, Bawaslu berkordinasi pihak keamanan bisa membubarkan acara itu, jadi kita minta kepada tim kampanye untuk mematuhi itu nanti, " tegas Rusidi.

Namun sebelum dijalankan, kembali Rusidi mengatakan, pihaknya akan membuat berita acara kesepakatan bersama dengan masing-masing Paslon agar tidak terjadi kesalah pahaman.

"Supaya jangan nanti seolah-olah Bawaslu 'strength' sendiri gitu, makanya nanti kita beritahukan dulu kepada pasangan calon, dan tim LO nya," demikian Rusidi. (RB/Dwi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli 34.1 %
Syamsuar-Edy Nasution 17.7 %
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno 3.4 %
Lukman Edy-Hardianto 44.8 %
Hasil berdasarkan dari 7010 orang responden.
*sebaran sampel hanya penggiat medsos dan belum berdistribusi normal mewakili populasi atau DPT, jumlah orang responden akan terus bertambah

100000000
Redaksi

Berita Terkini

Begini Firdaus Maknai Setelah Mendapat Nomor Urut 3

Selasa, 13 Februari 2018 - 16:25 WIB

Ketua KPU Riau: Suasana Pilkada Masih Terjaga dan Aman

Selasa, 13 Februari 2018 - 16:18 WIB

Mursini Dampingi Firdaus-Rusli Jajan di Pasar Lubuk Jambi

Senin, 12 Februari 2018 - 10:36 WIB
Pilgub Riau

Firdaus-Rusli Berdo'a di Makam Raja

Minggu, 11 Februari 2018 - 10:56 WIB

Nasdem Dumai Siap Menangkan Syamsuar-Edy Nasution

Rabu, 07 Februari 2018 - 19:35 WIB

Syamsuar ke Dumai, 'Rumahnya' Justru Dimasuki Hardianto

Senin, 05 Februari 2018 - 21:54 WIB

Pileg Tahun Depan, PAN Riau Target Duduki 10 Kursi

Senin, 05 Februari 2018 - 15:18 WIB
Pilgub Riau

Belajar Tangguh dan Santun Dari Doctor Firdaus

Sabtu, 03 Februari 2018 - 16:04 WIB