(Foto istimewa)

Senin, 19 Februari 2018 - 13:50 WIB 10110000

Hari ini, Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Sampai 31 Mei 2018

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

  • Firdaus-Rusli
  • Syamsuar-Edy Nasution
  • Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
  • Lukman Edy-Hardianto


RIAUBOOK.COM -

Pemerintah provinsi Riau menggelar Rapat kordinasi dan penetapan status penanggulangan bencana darurat kebakaran hutan dan lahan provinsi Riau tahun 2018, Senin (19/2/2018) di lantai VIII menara Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau.

Rapat kordinasi tersebut dihadiri oleh Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, ketua DPRD Riau Septina Primawati, Kepala BIN Daerah Riau, Plt Danrem O31/Wirabima, Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, serta Instansi teknis terkait.

Penetapan tersebut digelar atas dasar laporan terkhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau yang menyatakan, hingga saat ini provinsi Riau terdapat 59 hotspot sejak bulan Januari, dan sudah ada 3 Kabupaten yang menetapkan status siaga, diantaranya adalah Kab. Indragiri Hilir, Kab. Indragiri Hulu dan Kab. Pelalawan.

Dalam paparannya, BPBD menyebutkan pada kuartel waktu yang sama dengan tahun lalu, jumlah Hotspot saat ini mengalami peningkatan 90% dan luasan lahan yang terbakar meningkat sebesar 25% dibanding dengan tahun lalu.

Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengatakan bahwa Provinsi Riau sangat rentan akan bencana kebakaran hutan dan lahan, untuk itu perlu kewaspadaan dan tindakan pencegahan sedini mungkin.

"Kita menghadapi kondisi gawat terkait kabut asap di Riau, Riau adalah provinsi rawan Karhutla dan asap, bencana Karhutla menjadi isu rutin yang menghabiskan APBN dan APBD, Karhutla memiliki dampak kesehatan, menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut (Ispa), pada sektor pendidikan, sekolah-sekolah diliburkan karena asap, dampak ekonomi, asap mengakibatkan lumpuhnya Bandara dan transportasi, dampak sosial yang mengakibatkan harus dievakuasinya masyarakat karena kebakaran hutan," kata Plt Gubri.

Beliau menerangkan, posisi provinsi Riau yang berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura, dapat menyebabkan asap tersebar dengan mudah, sehingga dapat mengakibatkan kerenggangan hubungan Bilateral antar negara.

"Hari ini, pemerintah dan kelompok masyarakat serta kelompok Pengusaha, turut berjibaku membantu pemadaman, diantaranya memberikan bantuan unit Helikopter WaterBombing dalam upaya pemadaman, beliau mengatakan, tanpa adanya kesadaran dari masing-masing individu, tentunya bencana Karhutla tersebut akan berulang.

Dengan penetapan status siaga di 3 Kabupaten, maka penetapan status Karhutla telah memenuhi unsur Peraturan Gubernur tentang pengendalian bencana Karhutla.

Merujuk kepada Pergub dan situasi terkini, status siaga Karhutla kemudian ditetapkan sampai dengan 31 Mei 2018.

Plt Gubri kemudian menunjuk Plt Danrem 031/Wirabima Kolonel Czi I Nyoman Parwata sebagi Incident Commander dalam pengendalian Karhutla tersebut.

"Melihat tahun -tahun yang lalu dan berdasarkan informasi, memang sudah seharusnya kita melakukan tindakan pencegahan, kalau melihat kekuatan kita untuk mencapai fire spot, karena lokasinya diujung-ujung memang agak mengalami kesulitan, untuk memantau itu, kita mengharapkan informasi dari masyarakat setempat, kemudian dibantu dengan Waterbombing dan bantuan dari tim laut," kata Plt Danrem.

Terkait dengan anggaran, Beliau mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya bisa memanfaatkan anggaran yang ada di Dinas Teknis terkait.

"Kalau pada tahap awal, kami mengharapkan bantuan anggaran yang ada di Dinas, seperti Dinas LHK, mengingat, kegiatan ini masih dalam tahap pencegahan, kita juga bisa menyelesaikan pembuatan Embung karena jangan sampai Heli habis waktunya untuk mengambil air yang terlalu jauh dari lokasi," tutur Plt Danrem. (RB/Dwi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli 44.3 %
Syamsuar-Edy Nasution 8.7 %
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno 22.0 %
Lukman Edy-Hardianto 25.1 %
Hasil berdasarkan dari 43950 orang responden.
*sebaran sampel hanya penggiat medsos dan belum berdistribusi normal mewakili populasi atau DPT, jumlah orang responden akan terus bertambah

100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Musim Kemarau, Dumai Waspada Kebakaran Lahan

Jumat, 16 Februari 2018 - 09:07 WIB

Inhil yang Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Kamis, 15 Februari 2018 - 15:04 WIB

Helikopter Padamkan 135 Hektare Lahan Terbakar di Riau

Rabu, 14 Februari 2018 - 19:31 WIB

BMKG Deteksi 17 Titik Panas dan 5 Titik Api di Riau

Kamis, 01 Februari 2018 - 19:31 WIB

Awas, Kebakaran Lahan Berpotensi Kembali Hantui Riau

Selasa, 30 Januari 2018 - 13:48 WIB

Ada Dinosaurus Cantik Berbulu Warna-Warni

Selasa, 16 Januari 2018 - 20:35 WIB

Awas Hujan, Legislator Riau: Hati-hati Bencana

Rabu, 10 Januari 2018 - 13:51 WIB

Sejumlah Wilayah di Riau Bakal Hujan, Suhu Udara Normal

Senin, 08 Januari 2018 - 18:02 WIB

Sungai Siak Ikon Riau, Tapi Malah Tercemar

Kamis, 04 Januari 2018 - 08:08 WIB

Awas, Awal Tahun Sejumlah Daerah di Riau Ini Rawan Banjir

Selasa, 02 Januari 2018 - 08:10 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Untuk Kepulauan Riau

Senin, 25 Desember 2017 - 21:09 WIB

Asal Usul Makhluk Habelia Optata Terungkap

Sabtu, 23 Desember 2017 - 17:41 WIB

Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Ditutup, Ini Alasannya

Senin, 18 Desember 2017 - 20:27 WIB

Baru-baru ini Ilmuwan Temukan Spesies Ngengat, Unik

Senin, 18 Desember 2017 - 11:00 WIB

RAPP Hanya Inginkan Kepastian Hukum dari KLHK

Selasa, 12 Desember 2017 - 22:07 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia