Para Rider Berebut Tahta Gubernur

Selasa, 20 Maret 2018 - 09:16 WIB 10630000

Para Rider Berebut Tahta Gubernur

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

  • Firdaus-Rusli
  • Syamsuar-Edy Nasution
  • Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
  • Lukman Edy-Hardianto


PARA petarung politik di Provinsi Riau saat ini seperti sedang balapan di lintasan MotoGP, melaju dengan kecepatan tanpa batas untuk mencapai finis kekuasaan, para tim sukses layaknya teknisi dan para ahli strategi yang saling mematangkan rider masing-masing untuk merebut podium.

Kondisi itu terjadi sejak penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau hingga pencabutan nomor urut pada pekan kedua Februari 2018.

Masing-masing rider politik telah memiliki nomor kendaran yang diklaim sebagai keberuntungan untuk merebut tahta gubernur.

Seperti diketahui, pasangan Syamsuar-Edi Nasution adalah pemegang nomor urut 1. Syam memaknai nomor satu sebagai angka sang juara.

"Dalam pertandingan apapun pasti nomor 1 yang tampil sebagai juara," kata Syamsuar usai mendapatkan nomor urut tersebut awal Fabruari 2018.

Monster

Pasangan Syam-Edi layaknya penunggang kuda besi Johann Zarco yang berlaga di MotoGP bersama tim Yamaha Monster.

Layaknya Tim Monster Yamaha yang memiliki strategi awal begitu matang, paslon Syam-Edi sedari awal sudah mulai memanaskan 'mesin' politik baik itu dari koalisi partai PAN, PKS dan NasDem maupun tim relawan yang bermain pada teknik grilya.

Pada awal-awal lalu, lembaga survey dari Indonesia Network Election Survei (INES), menobatkan pasangan Syam-Edi sebagai "Top Of Mind" dengan elektabilitas yang menembus angka 21,3 persen, melampui sejumlah nama rider politik papan atas.

Kondisi itu samahalnya dengan rider Monster Yamaha Tech3, Johann Zarco yang diawal-awal diprediksi akan memberikan kejutan pada pertarungan MotoGP 2018.

Kejutan muncul saat race awal di MotoGP Qatar. Ketika itu, Zarco sempat 'pole position', bahkan mampu konsisten melaju kencang dan memimpin balapan di sepuluh lap awal.

Sayangnya, pada putaran-putaran akhir, Zarco mengalami masalah pada ban dan mesin motor sehingga kecepatan kuda besi berkurang drastis, sejumlah rider kemudian berhasil menyalip sanga juara Moto2 dua tahun berturut itu.

Patut diketahui, bahwa Syamsuar juga merupakan birokrat dengan karir cemerlang di dunia politik. Dia merupakan juara pada kompetisi memperebutkan tahta Bupati Siak. Samahalnya dengan Zarco, Syam juga merupakan bupati dua periode.

Kejutan-kejutan dari dua rider 'Monster' itu masih akan dinantikan. Zarco harus membuktikan ketangguhannya dengan menaklukkan Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Argentina pada 8 April 2018 mendatang.

Sementara Syam masih harus bekerja keras untuk menaklukkan lintasan-lintasan politik yang terjal dan licin setelah pasangannya sang ahli strategi tidak lagi menjabat sebagai petinggi Koramil.

Baby Aliens

Sang rider politik lainnya adalah panyandang nomor urut 2, pasangan Lukman Edy-Hardianto. Pasangan ini memaknai angka tersebut sebagai angka cantik dan favorit yang mampu memengaruhi psikologi masyarakat.

Paslon LE-Hardianto layak diumpamakan sebagai rider Repsol Honda berjuluk Baby Aliens, Marc Marquez, karena sama-sama memiliki karir cemerlang diusia muda.

Marc Marquez tercatat sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah MotoGP. Dan ia menjadi rider termuda yang meraih 5 titel juara dunia di semua kelas.

Sementara Lukman Edy juga sempat tercatat sebagai salah satu menteri paling muda pada Kabinet Indonesia Bersatu diusia 37 tahun, ketika itu dia dipercaya menjabat sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertingal dengan menyalip sejumlah calon kuat diera itu.

Pada awal tahapan pertarungan untuk merebut kekuasaan di bumi melayu, LE berhasil mendongkrak popularitas dengan penguasaan tim informasi teknologi yang tertata apik. Masyarakat mulai mengenal pasangan yang sempat disebut-sebut sebagai paslon 'kawin paksa' koalisi partai PKB-Gerindra ini.

Kondisi pasangan ini layaknya The Baby Aliens yang kerap melakukan akselerasi pada awal musim balapan. Hal itu dibuktikan saat pertarungan di Sirkuit Losail, Qatar, Marc berulang kali memberikan kejutan dengan sempat menyalip pedalap Ducati Dovizioso di lap akhir walau akhirnya kalah dalam strategi di tikungan tajam.

Bedanya, dalam pertarungan politik kali ini, paslon LE-Hardianto harus dihadapkan dengan kantung-kantung suara yang pecah. Upaya popularitas tidak cukup untuk merebut kemenangan mengingat rider politik ini belum pernah membuktikan ketangguhan pada medan yang terjal.

The Doctor

Berbeda dengan rider politik lainnya, seperti paslon Firdaus-Rusli Effendi. Pasangan yang mengaku beruntung setelah mendapat nomor urut 3 ini merupakan paslon dengan segudang pengalaman dan telah berkali-kali membuktikan ketangguhannya dengan menaklukkan 'medan' yang sulit.

Kali ini, paslon yang disebut sebagai Firli menyandang nomor 3, angka itu dianggap sebagai angka keramat karena nomor yang sama pernah membawa Firdaus memenangkan pertarungan Pilkada Pekanbaru periode pertama (2012).

Ketika itu, medan terjalnya adalah lawan politik yang merupakan isteri seorang gubernur. Namun dengan berbagai upaya dan strategi matang dari analis teknikal andal Herman Abdullah, Firdaus berhasil menatap kemenangan.

Kemudian pada periode kedua, rider ini kembali membuktikan ketangguhannya dengan mengalahkan sejumlah rider-rider politik kuat yang didukung mesin partai besar dan penguasa provinsi yang berkuasa waktu itu.

Dengan dua bukti ketangguhan itu, Firdaus sejak awal telah dilekatkan bersama legendaris MotoGP, Valentino Rossi yang sampai hari ini terus eksis menjadi pebalap papan atas, tidak kalah akselerasi dan bahkan paling banyak penggemar.

Kesamaan lainnya adalah, rider Movistar Yamaha Valentino Rossi merupakan pebalap MotoGP yang sampai saat ini masih lekat dengan julukan 'The Doctor', sementara Firdaus merupakan satu-satunya calon gubernur bertitel doktor.

Sama halnya dengan Doktor Firdaus, Rossi juga merupakan rider penuh pengalaman yang tercatat sebagai pebalap tersukses sepanjang masa setelah raihan 86 kemenagan di balapan kelas 500 cc.

Terakhir, The Doctor membuktikan diri mampu menaklukan lintasan Losail. Meski dengan kondisi mesin yang tidak begitu prima, dia mampu mencapai podium ketiga.

Sementara Doktor Firdaus merupakan birokrat yang karirnya juga cemerlang sebagai politisi setelah berhasil menjabat sebagai Wali Kota Pekanbaru dua periode. Ketika itu, The Doktor menyalip dua calon kuat yang didukung dua gubernur sebelumnya.

Sama seperti Rossi yang terus mengalami kesulitan pada mesin motor, 'PR' terbesar tim rider 'Firli' yang didukung Partai Demokrat, PPP dan PBB saat ini adalah menata ulang para tim pemenangan dan melakukan bongkar pasang mesin politik untuk menembus medan yang terjal dan tandus.

The Little Dragon

Rider terakhir adalah paslon yang bangga dengan nomor urut 4, Arsyadjulaindi Rachman-Suyatno. Angka itu dimaknainya sebagai angka kemenangan yang penuh arti.

Calon Gubernur Riau yang senang disapa Andi ini patut diumpamakan sebagai rider terkuat Team Ducati, Andrea Dovizioso berjuluk 'The Little Dragon'.

Selain sama-sama menyandang nomor 4, keduanya sama memiliki sikap pendiam yang misterius. Dovi dikenal sebagai rider yang dingin namun penuh kejutan bahkan tampil cemerlang di MotoGP Qatar hingga menginjak podium pertama.

Andi juga dikenal sebagai sosok yang kalem, namun secara mengejutkan dia adalah wakil gubernur paling beruntung setelah mendapatkan tahta gubernur menggantikan Annas Maamun diawal periode.

Strategi politik 'The Little Dragon' adalah strategi yang paling sulit ditebak. Ditambah mesin-mesin politik berkuasa, PDIP, Golkar dan Hanura menjadi momok luar biasa bagi tiga rider lainnya.

Meski berada pada sisi kekuasaan, paslon Andi-Yatno masih memiliki 'PR' yang tidak mudah, yakni pemulihan citra mengingat minimnya penggemar di tiap kabupaten/kota sesuai dengan hasil survei INES.

Politik memperebutkan tahta Gubernur Riau memang memiliki banyak kesamaan dengan perjuangan para rider MotoGP dalam merebut gelar juara dunia.

Namun terdapat satu perbedaan kental, yakni; jika Zarco, Marquez, Rossi dan Dovizioso menggantungkan harapan cukup dengan mental dan kerja keras tim, para rider politik justru menggantungkan harapan bersama penggemar (masyarakat) yang memiliki 'sejuta' pandangan berbeda dan setumpuk persoalan klasik.

Jika sudah demikian, maka strategi janji-janji manis dan upaya pencitraan menjadi hal terpenting untuk memenangkan pertarungan merebut tahta tertinggi di bumi melayu.

So..., semuanya tergantung penggemar.

Oleh Fazar Muhardi

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli 44.3 %
Syamsuar-Edy Nasution 8.7 %
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno 22.0 %
Lukman Edy-Hardianto 25.1 %
Hasil berdasarkan dari 43950 orang responden.
*sebaran sampel hanya penggiat medsos dan belum berdistribusi normal mewakili populasi atau DPT, jumlah orang responden akan terus bertambah

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Medsos Sosial Bikin Boros, Mitos atau Fakta?

Senin, 19 Maret 2018 - 12:11 WIB

Politik Pelacur

Rabu, 14 Maret 2018 - 06:43 WIB

Presiden Jokowi Nyaris Dipastikan Bercerai?

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:28 WIB

Frasa-frasa Janggal dalam Kehidupan Orang Indonesia

Kamis, 15 Februari 2018 - 22:27 WIB

Memperbanyak Publikasi Internasional Terindeks

Senin, 12 Februari 2018 - 12:06 WIB

Mengukur Moralitas dalam Politik

Kamis, 08 Februari 2018 - 12:38 WIB

Tanpa Al-Qur'an

Jumat, 02 Februari 2018 - 15:09 WIB

Politik Identitas dan Pencitraan

Jumat, 02 Februari 2018 - 11:31 WIB

Resiko Menjadi Seorang Pribumi

Kamis, 01 Februari 2018 - 14:50 WIB

Mengapa Negara Wajib Beragama

Kamis, 25 Januari 2018 - 11:19 WIB

Mengapa Batik

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:44 WIB

13 Catatan untuk Prof Mahfud MD

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:27 WIB

Politik Pilgub Riau Patah Tebu

Selasa, 09 Januari 2018 - 18:05 WIB

Catatan Ustadz Abdul Somad: Belajar Dari Al-Fatih

Senin, 08 Januari 2018 - 10:01 WIB

Budaya dan Agama

Minggu, 07 Januari 2018 - 11:28 WIB

Gerindra dan Kuda Poni

Minggu, 07 Januari 2018 - 10:39 WIB

5 Tipe Pemilih dalam Pilkada, Jangan Jadi Nomor 5 yaa..

Sabtu, 06 Januari 2018 - 12:10 WIB

Ancaman 'Kuda Hitam' dan 'Head to Head' Pilgub Riau

Kamis, 04 Januari 2018 - 13:01 WIB

Ustadz Abdul Somad, The Phenomenon

Jumat, 31 Desember 2010 - 23:58 WIB

Intoleransi Toleransi

Sabtu, 30 Desember 2017 - 23:08 WIB

Abdul Somad, Alternatif Baru untuk Calon Pemimpin Riau

Jumat, 29 Desember 2017 - 23:33 WIB
Opini:

Dimulai Dari yang Kecil

Jumat, 29 Desember 2017 - 16:59 WIB

Persatuan Bangsa-Bangsa Dalam Perspektif Psikologi Hukum

Selasa, 26 Desember 2017 - 23:48 WIB

Gubri Ideal

Minggu, 24 Desember 2017 - 01:32 WIB

Para Pembebek Nabi

Minggu, 24 Desember 2017 - 21:33 WIB
Opini:

LGBT Itu Penyimpangan Fitrah

Kamis, 21 Desember 2017 - 18:18 WIB
Opini:

Membaca Arah Penguasa Zaman Now

Kamis, 21 Desember 2017 - 10:31 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia