Kronologi Kasus Sengketa Condotel Pekanbaru Libatkan Mantan Kepala BIN Malaysia?

RIAUBOOK.COM - Jufry Zubir, selaku pihak penggugat atas dugaan sengketa lahan Condotel Pekanbaru Park mengajukan kronologi singkat atas kasus tersebut ke Majelis Hakim PN Pekanbaru.

Berikut hal-hal yang Perlu Penggugat sampaikan:

1. Bahwa sebelumnya Penggugat mohon izin kepada Majelis hakim yang mulia, untuk menyampaikan kronologi sejak awal sampai sekarang tentang terjadinya kasus yang Penggugat Gugat sekarang melalui Pengadilan Negeri Pekanbaru.

2. Bahwa pada tahun 2006, Penggugat melakukan pinjaman uang di Beringin Srikandi Finance (BSF) sebesar Rp 5 miliar, dengan jaminan tanah Penggugat seluas 10 Ha di Desa Tanah Merah. Pinjaman tersebut bertujuan untuk pembangunan perumahan, kala itu pinjaman memakai nama PT Osmar, dengan Direktur dijabat Todu Pangabean, dan Penggugat sebagai Komisaris. Untuk diketahui, penunjukan Todu Pangabean sebagai Direktur, adalah atas permintaan dari BSF.

3. Bahwa setelah mendapatkan pinjaman, pembangunan perumahan pun terlaksana, namun Todu hanya membayar angsuran sebesar Rp 500 juta kepada BSF. Hingga sampai pada tahun 2011, hutang PT Osmar di BSF tercatat sebesar Rp 11 miliar. Ketika itu, akhirnya Direktur Utama BSF dan tim datang ke Pekanbaru. Mereka bertemu dengan Penggugat, dalam pertemuan itu dibuatlah kesepakatan jaminan tanah 10 Ha di Desa Tanah Merah ditukar dengan tanah Penggugat di Jalan Sudirman Pekanbaru seluas ± 5 Ha untuk pembangunan mal, hotel, dan apartemen.

4. Bahwa dari kesepakatan baru tersebut, BSF menyetujui memberi pinjaman Rp 25 miliar lagi. Disepakati juga hutang Rp 11 miliar hanya dibayar pokok saja sebesar Rp 4,5 miliar. Dengan syarat Saudara Erinos ditunjuk oleh BSF sebagai direktur dan Saudara Tarman Azam sebagai pemegang saham Penggugat sebesar 90 persen. Dimana Saudara Erinos diberi saham kosong sebesar 10 persen.

5. Bahwa untuk melaksanakan pembangunan mal, hotel dan apartemen itu, maka didirikanlah PT Mitra Nusa Graha. Hal ini karena nama PT Osmar dan nama Penggugat sudah blacklist di BSF. Selanjutnya, Saudara Erinos melanjutkan pengurusan izin dan perencanaan pembangunan mal, hotel, dan apartemen dengan pinjaman baru dari BSF tersebut. Pada saat itu, sertifikat tanah 10 Ha di Desa Tanah Merah pun dikembalikan kepada Penggugat.

6. Bahwa setalah perencanaan dan perizinan selesai dipersiapkan, maka Penggugat berkenalan dengan Kepala BIN Malaysia, Dt Zamzamin. Selanjutnya Dt Zamzamin pun memperkenalkan Penggugat dengan Bapak Jenderal Pol Sutanto yang waktu itu sebagai Kepala BIN Indonesia, yang kemudian Penggugat undang ke Pekanbaru melihat lokasi pembangunan mal, hotel dan apartemen. Kala itu, Bapak Jenderal Sutanto menyatakan tertarik bekerjasama dan menyatakan kesiapan mencarikan investor. Kala itu, beliau langsung menghubungi Bapak Cecep, pemilik Panghegar Bandung. Kemudian kami bersepakat bertemu di Jakarta di rumah Bapak Jenderal Polisi Sutanto.

7. Bahwa sepekan setelah itu, diadakanlah rapat di Bank Mayapada Jakarta, saat itu Bapak Pol Susanto, Bapak Cecep, Penggugat, Saudara Tarman Azam, Saudara H Ony(Tergugat I) sebagai perwakilan Bapak Jenderal Pol Sutanto, Dt Zamzamin, Saudara Sofyar (Turut Tergugat I) selaku perwakilan Bapak Cecep, dan Tomi Karya (Tergugat II) sebagai pengacara Penggugat.

8. Bahwa untuk diketahui bersama, Tomi Karya (Tergugat II) adalah pengacara Penggugat yang Penggugat sekolahkan S2, Penggugat gaji Rp 25 juta per bulan, Penggugat kasih saham di perusahaan Penggugat dan Penggugat kasih kebun di Rumbai 50 hektar. Pada saat rapat di Bank Mayapada, Penggugat sampaikan ke Bapak Jenderal Pol Sutanto bahwa tanah Penggugat jaminkan ke BSF untuk pinjaman Rp 25 miliar. Penggugat sampaikan juga apabila bapak sudah tebus tanah Penggugat, dan apabila proyek mal, hotel dan apartemen terlaksana, maka bapak Penggugat kasih saham kosong 50 persen. Saat itu Bapak Jenderal Pol Sutanto menyatakan setuju, begitu juga dengan Bapak Cecep meyatakan setuju.

9. Bahwa berhubung masing-masing kami sibuk, maka kami menunjuk pelaksana masing-masing. Bapak Cecep menunjuk Saudara Sofyar (Turut Tergugat I), Bapak Jenderal Pol Sutanto menunjuk H Ony (Tergugat I), dan Penggugat menunjuk Tomi Karya (Tergugat II) sebagai pelaksana.

10. Bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan, Penggugat meminta Tomi Karya (Tergugat II) membuat semua perjanjian kerjasama antara Penggugat dan Bapak Jenderal Pol Sutanto. Namun ternyata Tomi Karya (Tergugat II) membuat perjanjian kerjasama antara Penggugat dengan H Ony (Tergugat I). Alasan Tomi Karya (Tergugat II) waktu itu, apabila proyek jalan, H Ony (Tergugat I) akan mengembalikan semua perjanjian atas nama Bapak Jenderal Pol Sutanto.

11. Bahwa setelah perjanjian dibuat, Tomi Karya (Tergugat II) meminta surat kuasa dari Penggugat. Surat kuasa hanya dalam hal pelaksanaan pembangunan mal, hotel dan apartemen, bukan untuk menjual atau mengalihkan saham yang Penggugat miliki atas nama Tarman Azam. Dan ada surat kesepakatan antara Penggugat, Tarman Azam, Tomi Karya (Tergugat II), Dt Zamzamin, bahwa Penggugat memberikan saham 1,5 persen untuk Dt Zamzamin, Tomi Karya (Tergugat II) 1,5 persen, dan Tarman Azam 2 persen, atas nama PT MNG. Sedangkan sisanya 85 persen adalah milik Penggugat. Dalam pelaksanaannya, ternyata H Ony (Tergugat I), Tomi Karya (Tergugat II), dan Sofyar (Turut Tergugat I) meminjam uang lagi di BSF senilai Rp 100 miliar, dengan jaminan aset punya Penggugat sendiri, atas nama PT Panghegar. Sedangkan kesepakatan Penggugat dengan Bapak Jenderal Pol Sutanto, dibayar dulu hutang Penggugat di BSF, dan diambil sertifikat Penggugat, setelah itu barulah Penggugat membuat perjanjian kerjasama untuk mal, hotel dan apartemen.

12. Bahwa setelah itu, Tomi Karya (Tergugat II), H Ony (Tergugat I) dan Sofyar (Turut Tergugat I) tidak pernah mau berhubungan lagi dengan Penggugat sampai kasus ini Penggugat laporkan ke polisi, hingga Tomi Karya (Tergugat II) ditetapkan sebagai tersangka penggelapan, lalu diterbitkan SP3 oleh Polda Riau, lalu Penggugat ajukan gugatan pra peradilan atas SP3 itu, dan majelis hakim pra peradilan memerintahkan membuka kembali kasusnya. Dan hingga saat ini, yang menjadi tanda tanya besar bagi Penggugat, kenapa sampai saat sekarang permintaan konfrontir dengan Bapak Jenderal Pol Sutanto, Bapak Cecep, Saudara H Ony (Tergugat I), Saudara Sofyar (Turut Tergugat II) dan Saudara Tomi Karya (Tergugat II) tidak pernah dilakukan penyidik sampai sekarang?

13. Bahwa Penggugat juga pernah mengadukan perkara ini ke DPR RI, dan Komisi III DPR RI sudah pernah menggelar Rapat Dengar Pendapat untuk kasus ini. Tapi dengan kekuatan mereka, mereka berani tidak datang memenuhi undangan III DPR RI .

14. Bahwa sejak tahun 2012 dibuat perjanjian, sampai saat ini penjualan unit apartemen sudah habis, dengan aset yang Pengggugat punya, mereka sudah meraup uang tak kurang dari Rp 300 miliar. Dan Penggugat tidak pernah dberikan laporan apa pun. Penggugat hanya pernah diberi pinjaman Rp 2,5 miliar pada tahun 2012.

15. Bahwa Penggugat sudah beberapa kali datang ke rumah Bapak Jenderal Pol Sutanto, dan beliau tidak pernah mau menemui Penggugat. Seharusnya secara etika dan adat ketimuran, Penggugat tidak pernah berurusan dengan H Ony (Tergugat I) dalam berbisnis, dan kenapa Bapak Jenderal Sutanto tidak mau bertemu dengan Penggugat? Sampai Penggugat meminta agar dikonfrontir dengan beliau oleh penyidik Polda Riau, tapi tidak pernah terwujud.

16. Bahwa Penggugat melakukan Perjanjian Kerjasama pembangunan pusat perbelanjaan, condominium dan hotel dengan H. Onny (Tergugat I) pada tanggal 16 Januari 2013.

17. Bahwa dalam perjanjian kerjasama tersebut, tanah milik Penggugat di nilai dengan harga Rp 2.000.000/ m (dua juta rupiah permeter) dengan pemakaian tanah milik Penggugat seluas ± 5 hektar, sehingga total keseluruhan adalah Rp 100.000.000.000 (seratus miliyar rupiah).

18. Bahwa Penggugat hanya menerima dan mengakui dana talangan dari Tergugat I (H. Onny) sebesar Rp 37.486.055.834 (tiga puluh tujuh miliyar empat ratus delapan puluh enam juta lima puluh lima ribu delapan ratus tiga puluh empat rupiah), sehingga sisa pembayaran yang harus diterima Penggugat sebesar Rp. 100.000.000.000 – Rp 37.486.055.834 = Rp 62.513.944.166 (enam puluh dua miliyar lima ratus tiga belas juta sembilan ratus empat puluh empat ribu seratus enam puluh enam rupiah).

19. Bahwa lahan milik Penggugat yang terpakai untuk pembangunan pusat perbelanjaan, condominium dan hotel adalah seluas 31.789 M2, maka sisa tanah yang tidak dipakai harus dikembalikan kepada Penggugat lebih kurang 20.556 M2, karena mutlak milik Penggugat.

20. Bahwa Penggugat tidak menyetujui hasil laporan uji tuntas (Due Diligence Report) periode 3 Maret 2012 sampai dengan tanggal 2 Agustus 2013, karena hanya berupa laporan audit uang masuk dan keluar, kecuali sesuai dokumen pendukung yang diakui Penggugat.

Bahwa oleh karena itu Penggugat meminta keadilan atas tindakan penyeludupan hukum yang terjadi terhadap kolaborasi orang-orang tersebut.

Penggugat mohon kepada majelis hakim yang mulia, apabila tidak selesai mediasi ini, saya mohon untuk diletakkan sita provisi atas objek perkara berupa apartemen dua tower, dan juga saya memohon majelis hakim menerbitkan pemblokiran surat tanah melalui BPN Pekanbaru dan juga pemblokiran rekening bank dan surat terkait mal, apartemen serta hotel melalui OJK.

Demikianlah hal-hal penting ini Penggugat sampaikan dengan apa adanya, agar dapat menjadi pertimbangan bagi majelis hakim yang mulia. Atas waktu yang diberikan, Penggugat ucapkan ribuan terimakasih.

Hormat Saya,

H. JUFRI ZUBIR

Penggugat

foto

Terkait

Foto

Jokowi Perintahkan Sikat Habis Pelaku Pungli Sopir Truk, Katanya Bukan Kesalahan Saber Pungli

RIAUBOOK.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali dibuat gerah oleh para pelaku pungutan liar (pungli) dan meminta Menteri Perhubungan Budi Karya…

Foto

Sekdaprov Riau: Dijadwalkan Hari Ini Perda RTRW Diundangkan

RIAUBOOK.COM - Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hizaji mengatakan, pihaknya telah melakukan harmonisasi dengan DPRD Riau terkait Peraturan Daerah…

Foto

Pangdam I/BB Pastikan Kunjungan Presiden Aman dari Kebakaran Lahan

RIAUBOOK.COM - Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo memastikan keamanan dan kenyamanan Presiden RI Joko Widodo selama melakukan…

Foto

Unik, Angkat Motor dengan Kepala, Pria Ini Terima Penghargaan Mebanggakan

RIAUBOOK.COM - mengangkat sepeda motor dengan tangan mungkin sering kita temukan disekitar kita. Namun bagaimana jika seorang pria mengangkat motor…

Foto

Pengamanan Presiden RI Libatkan 2.300 Personel, Pangdam I/BB: Jangan Lengah, Tidak Ada Kata Ulangi

RIAUBOOK.COM - Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo memimpin langsung Apel Pengamanan Presiden RI, Senin (7/5/2018) di halaman…

Foto

Jokowi Hadiri Rakernas Hanura, Juga akan Kunjungi Rohil, Selanjutnya?

RIAUBOOK.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan tiba di Provinsi Riau pada Selasa (8/5/2018) sore sekira pukul 16.00…

Foto

Ratusan Hektar Lahan Desa Alim Inhu Diduga Diserobot Perusahaan

RIAUBOOK.COM - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT TP yang beroperasi di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, diduga…

Foto

Anak Adalah Cerminan Orangtua, Jika Sifatnya Buruk?

RIAUBOOK.COM - Anak adalah cerminan orangtua, demikian ungkapan yang menggambarkan kedekatan anak dan orangtua, bahkan ketika anak berperilaku baik, mungkin…

Foto

LAM Riau Pinang Wan Thamrin Hasyim

RIAUBOOK.COM - Pihak Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dikabarkan telah meminang Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, HWan Thamrin Hasyim.Peminangan itu…

Foto

Donald Trump Bakal Ketemu Kim Jong-un, Katanya Semua Pihak Sepakat

RIAUBOOK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak merincikan terkait rencana pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.Padahal para wartawan…

Foto

Polisi Bengkalis Ungkap Peredaran Sabu Rp70 Miliar, Legislator Apresiasi

RIAUBOOK.COM - Polsek Kota Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, bersama tim Satresnarkoba Polres setempat, Polda Riau berhasil mengungkap jaringan internasional narkotika…

Foto

Paur Humas Polres Pelalawan Sampaikan, Perang Hastag tanpa Hoaks

RIAUBOOK.COM - Akhir-akhir ini jagad dunia media sosial kita diriuhkan dengan hashtag#2019PresidenBaru dan #Jokowi2Periode. Dua hashtag itu menunjukkan adanya polarisasi pembagian kelompok masyarakat;…

Foto

Laporan Intelijen, 39 Persen Mahasiswa Terpapar Paham Radikalisme

RIAUBOOK.COM - Dari laporan Badan Intelejen Negara (BIN) terdapat 39 persen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia terpapar paham…

Foto

Facebook Buka Layanan Kencan Online Karena 200 Juta Pengguna Single

RIAUBOOK.COM - Facebook menawarkan fitur baru yakni layanan kencan online, demikian CEO Facebook, Mark Zuckerberg dalam konferensi tahunan Facebook, Konferensi…

Foto

Diduga Tidak Punya Kolam Bakteri dan Anaerobik, PMKS PT SMN Buang Limbah Saat Hujan

RIAUBOOKCOM - Diduga tidak sesuainya Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill Effluent=POME) milik Pabrik Minyak Kelapa Sawit…

Foto

Minta Pemerintah Batalkan Upah Sektor Perkebunan, Buruh di Riau Inginkan Kesepakatan Baru

RIAUBOOK.COM - Massa buruh dari berbagai elemen menggelar aksi di depan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Riau yang dilanjutkan…

Foto

Cerita Buruh Soal Nasib Rakyat Indonesia, Upah yang Kecil

RIAUBOOK.COM - Unjuk rasa dalam Memperingati Hari Buruh Se-Dunia digelar oleh ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Riau Bersatu di Jalan…

Foto

Daya Tawar yang Lemah, Isu Lama Demonstrasi Buruh

RIAUBOOK.COM - Hari Buruh Internasional 2018 kembali mengusung isu-isu lama yang hingga kini belum bisa terpenuhi walau sesungguhnya perundangan sudah…

Foto

Riau Raih 10 Besar PPD, Konsistensi Perencanaan Pembangunan Diapresiasi

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berhasil meraih 10 besar Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) pada tahun ini. Merupakan penghargaan yang…

Foto

Telaah Janji-janji Politik Calon Pewaris Mahkota Tanjak

RIAUBOOK.COM - Makmur di Negeri Melayu adalah tema saat debat kandidat perdana yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Provinsi…

foto

Pendidikan