Pengadilan Negeri Pekanbaru Gelar Sidang Gugatan Perdata Terhadap Mantan Kepala BIN RI dan Malaysia

RIAUBOOK.COM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru yang diketuai Martin Ginting menggelar sidang gugatan perdata yang dilayangkan oleh Jufri Zubir kepada H. Ony selaku perwakilan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI periode 2009-2011 Jenderal Polisi (Purn) Sutanto dan Mantan Kepala BIN Negara Malaysia Datuk Zamzamin selaku tergugat I, Rabu (26/9/2018).

Gugatan tersebut juga menyeret nama Tomi Karya selaku mantan kuasa hukumnya sebagai tergugat II serta Sofyar yang juga tutut tergugat mewakili Cecep sebagai Direktur Utama PT. Panghegar.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 1.30 wib tersebut beragendakan mendengar keterangan saksi yang dihadirkan oleh pihak penggugat.

Kehadiran saksi diminta untuk memberi keterangan terkait hubungan antara tergugat dan penggugat dalam kerjasama pembangunan hotel, mal dan apartemen yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru.

Majelis Hakim juga meminta keterangan saksi atas dugaan penggelapan dokumen yang mengakibatkan penggugat mengalami kerugian puluhan miliar rupiah.

Dalam kesaksian pada persidangan tersebut, saksi atas nama Sukma Bambang menuturkan, berdasarkan dokumen dan pengakuan pihak terkait yang diterimanya ketika dipercaya oleh Jufri Zubir untuk menangani perselisihan hitungan kerja sama dengan pihak tergugat, kepemilikan tanah yang menjadi lokasi pembangunan mal, hotel dan apartemen tersebut secara sah merupakan milik pihak penggugat.

"Berdasarkan dokumen yang kita terima dan pengakuan pihak terkait, tanah itu milik Pak Jufri Zubir melalui PT. Mitra Nusa Graha," kata dia.

"Di dalam PT tersebut juga tercantum nama Pak Jufri, kemudian berdasarkan dokumen kesepakatan antara pihak Pak Jufri, Alm. Tarman Azam, Tomi Karya dan Datuk Zamzamin, di situ ada kesepakatan mengenai kepemilikan saham yang menerangkan bahwa tanah itu sebenarnya milik Pak Jufri Zubir," tuturnya.

Selain itu, saksi juga menuturkan jika dirinya tidak pernah melihat pihak tergugat membayarkan saham dari kerja sama tersebut kepada Jufri Zubir selaku pemilik tanah.

"Semasa saya diberi kuasa menangani ini, saya belum pernah melihat Tarman Azam, Tomi Karya maupun Datuk Zamzamin membayarkan sejumlah uang atas saham kepada tergugat," tuturnya.

Saksi juga menuturkan, dalam perjanjian antara Tomi Karya dengan Jufri Zubir, dimaksudkan untuk mewakili kerja sama dalam pembangunan hotel, mal dan apartemen tersebut dengan pihak kedua dan bukan sebagai peralihan saham.

"Perjanjian itu hanya untuk mewakili penggugat sebagai pemberi kuasa sampai kerja sama dengan pihak kedua yang melakukan pembangunan selesai, dalam surat kuasanya memang hanya dalam kerja sama pembangunan hotel, mal dan apartemen tersebut, tidak ada penjelasan yang lain," kata dia.

Kepada Majelis Hakim, saksi juga menuturkan, dirinya pernah bertemu dengan Saipul yang menjadi kuasa Hukum H. Ony untuk membicarakan dasar perhitungan saham yang harusnya diterima Jufri Zubir, namun sampai hari ini belum ada titik temu.

Kata saksi, pihak tergugat mengakui kapasitas Jufri Zubir dalam kerja sama tersebut.

"Mereka mengakui, ada nilai berupa uang dan tanah yang masih tersisa, " ujarnya.

Kemudian, saksi melanjutkan, Jufri meminta perselisihan hitungan saham tersebut dilakukan berdasarkan hasil audit nilai saham dan audit investigasi.

"Tapi karena tidak ada kesepakatan untuk melakukan investigasi dari pihak tergugat, dan kami tidak mengakui besaran nilai yang mereka berikan sebagai suatu titik akhir, maka ini masih terus berlanjut sampai sekarang," kata dia.

Dari hasil audit yang mengacu pada perjanjian dan berdasarkan nilai persentase saham dan besaran uang serta luas tanah yang menjadi hak penggugat, kata saksi, sudah tertuang dalam dokumen yang menjadi bukti perkara tersebut.

Sidang tersebut kemudian ditutup menjelang waktu Ashar, sidang lanjutan akan digelar pada tanggal 3 Oktober 2018 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Usai sidang, kepada RiauBook.com Jufri mengatakan, dirinya menilai jika Tomi adalah manusia yang tidak tahu berterimakasih dan tidak tahu diuntung.

"Tomi itu orang yang sangat saya percaya, tapi dia mengkhianati saya sehingga membuat saya rugi, kita bisa bayangkan, Tomi ini kerja sama saya sejak tahun 2006, saya gaji dia 25 juta per bulan, saya tanggung biaya S2 dia, saya kasih dia saham dan kebun sawit," kata Jufri.

"Awalnya dia itu pengacara saya, tahun 2012, saya buat kerja sama membuat mal, apartemen dan hotel, makanya saya percayakan dia untuk melaksanakan pembangunan dan bukan untuk mengambil saham saya, ternyata yang terjadi saham saya dijual, perusahaan saya diambil alih, saya dipenjarakan sama dia," kata Jufri menceritakan kisahnya.

Sementara, terkait dengan keterlibatan mantan kepala BIN RI dan Malaysia tersebut bermula dengan kerja sama.

"Awalnya saya kerja sama dengan Pak Sutanto, dan Pak Cecep pemilik Panghegar dari perkenalan saya dengan Datuk Zamzami, bukan dengan Pak H. Ony, maka waktu itu ditunjuklah pelaksana masing-masing," kata dia.

Tambahnya, Sutanto mewakilkan H. Ony sebagai pelaksana, dan dirinya mewakilkan Tomi Karya, sedangkan pelaksana dari Cecep adalah Sofyar.

"Setelah mereka berkolaborasi dan mengambil harta saya, mereka lepas tangan dan saya diusir dari perusahaan, sedangkan Pak Tanto, beberapa kali saya coba temui, beliau belum mau ketemu, padahal dia datang ke Pekanbaru, kan dia yang awalnya kerja sama dengan saya, kenapa dia tidak bertanggung jawab dengan ini," tuturnya.

Karena itu, dirinya menilai jika perkara tersebut merupakan permainan mafia hukum, apalagi setelah upaya pidana yang ditempuh pihaknya dengan melaporkan tergugat ke Mapolda Riau mendapat SP3 atau penghentian penyidikan.

"Ini adalah permainan penyelundupan hukum oleh orang ahli hukum yang dulu menjadi pengacara dan kepercayaan saya, logika aja, Tomi sebagai orang kepercayaan saya setelah mengambil harta saya, kenapa gak mau ketemu dengan saya?, dan tentu juga ini di dukung oleh power dari orang-orang seperti Pak Tanto, masak polisi sudah mengajukan audit investigasi mereka tidak mau, dan polisi juga sudah minta untuk dikonfrontir mereka juga tidak mau," demikian Jufri Zubir. (RB/Dwi)

foto

Terkait

Foto

Nekat Curi Motor Berkali-kali di Halaman Kantor Gubernur, Pria ini Babak Belum Dihajar

RIAUBOOK.COM - Beberapa pekan terakhir suasana di lingkungan Kantor Gubernur Riau mencemaskan karena maraknya aksi pencurian sepeda motor yang diparkirkan…

Foto

Perempuan Diperkosa Secara Bergilir, Laki-laki Diikat, Buruh Bangunan Rampas Sepeda Motor di Dayun

RIAUBOOK.COM - Polres Siak berhasil mengamankan dua orang pelaku pencurian secara kekerasan serta pemerkosaan terhadap seorang gadis di Km 61…

Foto

Begini Cara Popay Menghabisi Nyawa Adi Saputra, Kasus Pembunuhan di Sabak Auh

RIAUBOOK.COM- Polres Siak melakukan rekonstruksi pembunuhan korban atas nama…

Foto

Terbukti Koruptor, 23 ASN Riau Bakal Dipecat

RIAUBOOM.COM - Sebanyak 23 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang tersandung kasus hukum dan korupsi…

Terkait Konflik Nelayan, Danlanal Dumai: Kita Coba Persuasif, Tindakan Hukum Jalan Terakhir

RIAUBOOK.COM - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Kota Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan, pihaknya terus mencoba upaya-upaya…

Foto

Ini Tujuan Dibentuknya Pemuda Bersama Ninggalin Narkoba

RIAUBOOK.COM - Pengurus Pemuda Bersama Ninggalin Narkoba (BNN) Tembilahan secara resmi dilantik. Ini akan menjadi contoh generasi muda dalam pencegahan…

Foto

Kasus Pencucian Uang Jemaah Haji Triliunan Rupiah Jalani Sidang Perdana

RIAUBOOK.COM - Kasus tindak pidana pencucian uang jemaah haji senilai triliunan rupiah diduga oleh Abu Tours pagi ini akan menjalani…

Foto

Pusako UIR Minta Polda Riau Beri Kepastian Hukum Soal Dugaan Korupsi yang Menyeret Nama Wabup Bengkalis

RIAUBOOK.COM - Pusat Studi Anti Korupsi (Pusako) Universitas Islam Riau (UIR) meminta Polda Riau memberikan informasi yang jelas dan transparan…

Foto

Terkait Dugaan Korupsi Wabup Bengkalis, Kejati Riau: Kalau Sudah Dilimpah akan Segera Diserahkan ke Pengadilan

RIAUBOOK.COM - Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu Lawan Korupsi (Alamak) berlanjut dari Mapolda ke Kantor…

Foto

Demo 'Alamak', Mahasiswa Minta Polda Riau Tahan Wabup Bengkalis Terkait Korupsi

RIAUBOOK.COM - Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu Lawan Korupsi (Alamak) menggelar aksi demonstrasi di Mapolda Riau, mereka berorasi…

Foto

Setya Novanto Krisis Keuangan, Berniat Jual Rumah Bayar Denda Kasus Korupsi e-KTP

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto mengalami krisis keuangan, dia bahkan berniat menjual rumahnya untuk membayar denda…

Foto

Penangkapan Kurir Narkoba di Tualang, Polisi Sita 26 Paket Sabu

RIAUBOOK.COM - Satuan Narkoba Polres Siak berhasil menangkap seorang pria yang bernama inisial WD alias Wira, warga Rantau…

Foto

Terkait Sengketa Lahan UR, Jaksa Pengacara Negara Minta PT HTJ Menahan Diri, 'Keputusan Belum Inkracht'

RIAUBOOK.COM - Asisten Perdata Tata Urusan Negara Kejaksaan Tinggi Riau, Dwi Agus Arfianto selaku jaksa yang menjadi pengacara negara serta…

Foto

Bocah SD Bengkalis Termakan Ekstasi Sampai Teler

RIAUBOOK.COM - Peredaran narkoba di sejumlah wilayah di Riau terbukti masih marak, kali ini yang menjadj korbannya empat bocah sekolah…

Foto

Polres Siak Musnahkan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi Bernilai Rp 7,4 Miliar

RIAUBOOK.COM- Senin (10/9/18) pagi, di Mapolres Siak, Polres Siak memusnahkan barang…

Foto

Terkait Penghinaan, Ustadz Somad Libatkan 4 Pengacara

RIAUBOOK.COM - Terkait penghinaan yang ditujukan ke Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam akun mesia sosial yang disebar, UAS menunjuk empat…

Foto

Selepas Dzuhur, LBH LAM Riau Polisikan Penghina Ustaz Abdul Somad

RIAUBOOK.COM - Setelah mendapat kuasa dari Ustadz Abdul Somad (UAS), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau akan…

Foto

Korupsi Massal 41 Legislator Malang, Kata KPK Itu Soal Integritas

RIAUBOOK.COM - Korupsi di Indonesia sudah kritis, banyak pejabat negara tersangkut kasus itu, dan terakhir yang miris adalah dugaan korupsi…

Foto

Kabinda Riau Bicara Soal Neno Warisman, 'Saya Bertanggung Jawab atas Pekerjaan Saya'

RIAUBOOK.COM - Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Provinsi Riau, Marsma TNI Rakhman Haryadi angkat bicara perihal pemulangan Neno Warisman yang…

Foto

Korupsi Massal Wakil Rakyat Malang, 41 Tersangka, Tersisa 4 Orang

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Miris menjadi kondisi yang terjadi di kalangan legislatif Kota Malang, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan telah…

foto

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Fasilitas Camping 'Bintang Lima' akan Dikembangkan di Danau Toba

RIAUBOOK.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata akan mengembangkan Glamorous Camping Dikembangkan di Danau Toba Seiring Pembangunan Infrastruktur pariwisata di wilayah…

Foto

Waroeng Kolong, Nikmati Ayam Sampai ke Tulangnya

RIAUBOOK.COM - Waroeng Kolong menjadi gerai satu-satunya di Pekanbaru, Riau, yang menawarkan jaminan kenikmatan bagi pelanggan, pecinta kuliner. "Makanan…

Foto

Jumat Berkah, Waroeng Kolong Berbagi Mie Rebus di Masjid RS PMC Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Waroeng Kolong, sebagai gerai makanan beralamat di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, nomor 22 D, Pekanbaru, Riau, membagi-bagikan mie rebus…

Pendidikan