Catatan Misi FPR-APSI-KPJ di Palu

Kini, Permukaan Laut di Negeri 'Mutiara Khatulistiwa' itu Lebih Tinggi dari Daratan

RIAUBOOK.COM, PALU - Bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang meluluhlantakan Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Palu, Sigi dan Donggala, pada 28 September 2018 lalu, kini telah mengubah wajah negeri berjuluk "Mutiara di Khatulistiwa" itu.

Tak hanya kerusakan parah dengan sebagian besar pemukiman warga rata dengan tanah, tetapi juga porak-porandanya infrastruktur yang ada di Kota Palu. Meski saat ini proses renovasi dan rehabilitasi sedang berlangsung, namun tak bisa dipungkiri cukup waktu lama untuk bisa memulihkan kembali kondisi Palu seperti dulu.

Kebutuhan air bersih hingga pekan pertama November ini masih belum sepenuhnya teratasi. Aliran air bersih ke rumah-rumah warga, kadang mengalir kadang terhenti. Itupun sangat kecil karena di sejumlah titik, pipa-pipa PDAM banyak yang putus dan rusak parah.

"Itu (jaringan air) rusak parah, ini kan nggak berfungsi lagi. Ada pula yang tanah itu mengalami keretakan, yang itu tanah jadi setinggi rumah itu dan kan pipa menjadi pecah, jaringan nggak terhubung lagi. Sistem distribusi jaringannya putus. Kita upayakan untuk para tim mendeteksi dan akan kita carikan solusi untuk merehabilitasi kerusakan," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaya kepada pers beberapa waktu lalu.

Selain jaringan distribusi air bersih, gempa dan tsunami di Donggala menyebabkan ribuan bangunan rusak. Jembatan Kuning, yang menjadi ikon Kota Palu. Pusat perbelanjaan dan mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura Jala Emy Saelan, juga tak luput dari bencana dan ambruk. Hingga kini masih dalam proses renovasi dan pembangunan ulang.

Tapi yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah perubahan permukaan tanah di Palu dan Donggala, khususnya yang berada di sepanjang Pantai Barat, akibat gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter tersebut.

"Coba bapak lihat ke arah laut, permukaan laut lebih tinggi dari daratan," kata Amar, relawan Palu, yang mendampingi tim Kemanusiaan Forum Pemred Riau (FPR) yang datang ke Palu bersama Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau pimpinan H Asep Ruhiat,SH,MH, dan Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Pekanbaru, awal bulan November ini.

Saat rombongan berhenti di kawasan Arena Festival Pesona Palu Nomoni yang porak-poranda digulung tsunami karena persis berada di bibir pantai, memang bila pandangan dilayangkan ke arah laut cukup membuat bulu kuduk berdiri. Betapa tidak. Laut terlihat lebih tinggi melengkung ke arah pantai.

"Ini karena laut sedang tidak pasang naik. Coba kalau lagi pasang, air laut sudah masuk ke daratan dan jalan-jalan ini," tutur Amar.

Jika ingin bebas dari banjir dan hantaman air laut yang dikenal dengan istilah rob, ke depannya mesti dibangun tanggul atau dam di sepanjang Pantai Palu. "Kalau tidak ya seperti begini terus. Setiap sore air laut pasang dan menggenangi sebagian besar kawasan di Pantai Talise ini," tutur Amar, pegawai honorer Dispenda Sulteng yang Pasca-Gempa lebih banyak menghabiskan hari-harinya menjadi relawan mengantarkan bantuan untuk warga korban bencana.

Rob sendiri dalam bahasa Jawa berarti banjir air laut atau naiknya permukaan air laut. Rob adalah banjir yang diakibatkan oleh air laut yang pasang yang menggenangi daratan dan merupakan permasalahan yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka air laut. 

Tim relawan FPR-APSI-KPJ dari Riau yang berada di Palu selama hampir sepekan, menemukan fenomena rob ini di sejumlah lokasi Pasca-Gempa. Misalnya, sekembalinya dari mengantarkan bantuan ke kabupaten Donggala yang berjarak sekitar 95 km dari Palu, rombongan nyaris tidak bisa pulang. Pasalnya, sekitar pukul 17.00 Witeng itu adalah saat-saat pasang air laut.

Saat melintas di desa Lompea, terlihat air laut dengan deras mengalir masuk daratan, melewati pinggir pantai, terus bergerak melewati jalan besar, dan merendam perkampungan yang berada di sebelah kiri laut.

Warga setempat terlihat berlarian mencari tempat-tempat yang tinggi.

"Beginilah, pemandangan di lokasi ini setiap sore. Biasanya, banjir air laut ini akan berlangsung empat sampai lima jam. Setelah itu surut lagi. Dulu, sebelum gempa dan tsunami tidak seperti ini. Kini daratan jadi lebih rendah dari laut," ungkap Amar.

Setidak-tidaknya, di Donggala ini, ada tiga desa yang langsung terisolir setiap petang bila banjir rob tiba. Ketiga desa itu adalah

Desa Lende Induk, Lende Tovea dan Desa Lompea, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala.

Rombongan pun nyaris tidak bisa kembali ke Palu jika telat saja 10 menit melintasi kawasan itu. Sebab begitu rombongan lewat, dari atas mobil terlihat gulungan air laut yang menutupi jalan lintas Palu-Donggala tersebut. Ketinggiannya bervariasi, antara 50 sentimeter hingga satu meter.

"Untung kita cepat lewat. Lihat mobil-mobil di belakang itu tidak bisa lewat. Sudah hampir tenggelam seluruh bannya," komentar Asep Ruhiat, yang juga pengacara beken Riau. (rls)

foto

Terkait

Foto

Plt Gubernur Riau Ungkap Kronologi Ketika Anak Edy Tanjung Minta Izin Konser Calum Scott

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengaku menyesal mengizinkan pagelaran konser musik oleh Calum Scott di Alam…

Foto

Setelah FPR & APSI, Giliran Pemkab Bengkalis Bakal ke Palu Antar Uang Rp263 Juta

RIAUBOOK.COM - Sebelumnya Tim Kemanusiaan Forum Pemred Riau (FPR), Asosiasi Pengacara Syariah Indonenesia (APSI) Riau & Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ)…

Foto

Cerita Andi Fitri, Rumah Hancur dan Gerai Souvenir Habis Dijarah

RIAUBOOK.COM, PALU - Sudah jatuh, tertimpa tangga. Nasib itu dialami Andi Fitri, pemilik gerai souvenir di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie,…

Foto

Kisah Amar, Relawan Palu yang Disetop Makhluk Halus Berwujud Wanita Gendong Bayi

RIAUBOOK.COM, PALU - Banyak cerita, kisah humanis, dramatis, tragis di balik bencana gempa-tsunami dan likuifaksi yang meluluhlantakan Provinsi Sulawesi Tengah,…

Foto

Misi Kemanusiaan FPR-APSI-KPJ: Jeritan Pengungsi dan Nasib Korban Terhimpit Reruntuhan

RIAUBOOK.COM, PALU - Bencana alam selalu menyisakan cerita dan kisah duka yang memilukan. Tidak terkecuali bencana gempa bumi, tsunami dan…

Foto

Dari Mini Colloquium FAI UIR, Sistem Pendidikan Warisan Penjajah tak Mampu Kembalikan Kegemilangan Melayu Islam

RIAUBOOK.COM - Sistem pendidikan barat modern (sekular) warisan penjajah yang dipraktikkan pada hari ini tidak mampu mengembalikan kegemilangan masyarakat Melayu…

Foto

Tragedi Palu, Tim FPR-APSI-KPJ Kunjungi Petobo, 'Kuburan Massal' Seperti Perbukitan

RIAUBOOK.COM - Tim Bakti Kemanusiaan Forum Pemimpin Redaksi Riau (FPR), Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau dan Kelompok Penyanyi Jalanan…

Foto

Data Intelijen, Organisasi Nirlaba di Indonesia Gampang Disusupi

RIAUBOOK.COM - Organisasi nirlaba atau non-profit organization (NPO) yang beroperasi di Indonesia dinilai yang paling rentan disusupi.Selain juga Australia dan…

Foto

Tenaga Honor Bengkalis 'Was-was', Takut Dirumahkan

RIAUBOOK.COM - Sejumlah tenaga honorer/karyawan sukarela di Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, mengaku 'was-was' karena takut akan dirumahkan sebagai dampak dari…

Foto

Misi Kemanusiaan FPR-APSI-KPJ: Dari Panti Asuhan hingga Kisah Duka Balaroa dan Mesjid Tak Tersentuh Tsunami

RIAUBOOK.COM, PALU - Yayasan Islamic Center Al Ghozali Bogor dan Travel Kaili Wisata Palu yang bergabung dengan tim Kemanusiaan Forum…

Foto

APBD Riau Naik Rp1 Triliun, BDH dan DAK Nambah

RIAUBOOK.COM - Kabar gembira bagi masyarakat Riau, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 nambah sekitar Rp1 triliun dari sebelumnya…

Foto

Besok Plt Gubernur Riau Menghadap Jokowi, Ini Soal Gelar LAMR untuk Presiden

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim bersama Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau besok bakal menemui Presiden…

Foto

Pemerintah Pusat Mulai Memperhatikan Riau, Alokasi BDH Memuaskan, Suhardiman Amby: Bakal Cair Rp586 Miliar

RIAUBOOK.COM - Tim Banggar dibawah pimpinan Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Noviwaldy Jusman, menindak lanjuti rapat Banggar Senin (06/11/2018) dengan…

Foto

Forum Pemred, APSI dan KPJ Bangkitkan Semangat Pengungsi Lewat Panggung 'Palu Bangkit, Palu Kuat'

PALU - Tak sia-sia kehadiran Forum Pemred Riau (FPR) bersama Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau dan Komunitas Penyanyi Jalanan…

Foto

Tim Kemanusiaan FPR, APSI dan KPJ Nyaris Terjebak Pasang Laut di Donggala

RIAUBOOK.COM - Tim Bakti Kemanusiaan Forum Pemred Riau (FPR), Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ)…

Foto

Bakti Kemanusiaan FPR & APSI Riau, Nanti Malam KPJ dan Salem Debu Manggung Bareng Hibur Korban Tsunami Sigi

RIAUBOOK.COM - Bakti kemanusiaan Forum Pemimpin Redaksi Riau (FPR) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau akan berlanjut pada pentas…

Foto

Terkuak Jatuhnya Lion Air Mengerikan, Kecepatan 1.000 Kilometer Per Jam Menabrak Laut

RIAUBOOK.COM - Pihak K omite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menganalisis data-data yang diperoleh dari flight data recorder (FDR). Dibantu investigator asing,…

Foto

Wabup Meranti: Kalau Mau Selamat Hindari LGBT

RIAUBOOK.COM - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Said Hasyim, merasa prihatin dengan semakin maraknya penyakit masyarakat di daerah ini. …

Foto

Forum Pemred Riau, APSI & KPJ Menempuh Perjalanan Darat Menuju Donggala

RIAUBOOK.COM - Forum Pemimpin Redaksi Riau (FPR) bersama Asosiasi Pengacara Indonesia (APSI) Riau dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Pekanbaru akan…

Foto

Kisah Duka Kepala BPK Babel, Korban Lion Air JT 610

RIAUBOOK.COM - Masih banyak korban jatuhnya Lion Air JT 610 yang belum teridentifikasi, dari belasan jenazah yang teridentifikasi, satu di…

foto

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Fasilitas Camping 'Bintang Lima' akan Dikembangkan di Danau Toba

RIAUBOOK.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata akan mengembangkan Glamorous Camping Dikembangkan di Danau Toba Seiring Pembangunan Infrastruktur pariwisata di wilayah…

Foto

Waroeng Kolong, Nikmati Ayam Sampai ke Tulangnya

RIAUBOOK.COM - Waroeng Kolong menjadi gerai satu-satunya di Pekanbaru, Riau, yang menawarkan jaminan kenikmatan bagi pelanggan, pecinta kuliner. "Makanan…

Foto

Jumat Berkah, Waroeng Kolong Berbagi Mie Rebus di Masjid RS PMC Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Waroeng Kolong, sebagai gerai makanan beralamat di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, nomor 22 D, Pekanbaru, Riau, membagi-bagikan mie rebus…

Pendidikan