7 Program Strategis Pemkab Pelalawan Canangkan Bedah Rumah Untuk Warga Miskin

RIAUBOOK.COM - Memiliki sebuah rumah adalah impian bagi setiap orang dan tentunya juga bagi tiap pasangan suami istri. Rumah adalah tempat berkumpul seluruh anggota keluarga dan tempat berbagi pengalaman, ilmu, dan tentu saja tempat berbagi kasih sayang antarkeseluruhan anggota keluarga.

Rumah adalah sebuah bangunan yang mempunyai fungsi sebagai tempat tinggal dan berkumpul suatu keluarga. Rumah merupakan tempat seluruh anggota keluarga berdiam dan melakukan aktivitas yang menjadi rutinitas sehari-hari. Rumah bisa menjadi sumber kedamaian, inspirasi, dan energi bagi pemiliknya.

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Rumah memiliki fungsi yang sangat besar bagi individu dan keluarga. Hal ini tidak juga mencakup aspek fisik tetapi juga mental dan sosial.

rb

Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang baik maka harus di penuhi syarat fisik yaitu aman sebagai tempat berlindung secara mental dan memenuhi rasa kenyamanan.

Secara sosial rumah juga dapat menjaga privasi setiap anggota keluarga dan menjadi media bagi pelaksanaan salah satu kebutuhan dasar yakni rumah yang nyaman dan aman.

Namun pada kenyataannya untuk dapat mewujudkan rumah yang memenuhi persyaratan tersebut bukanlah hal yang mudah bagi sebagian besar masyarakat yang tergolong keluarga fakir miskin.

Ketidak berdayaan mereka memenuhi kebutuhan rumah yang layak huni berbanding lurus dengan pendapatan dan pengetahuan tentang fungsi rumah itu sendiri.

rb

Tanpa memperhitungkan kelayakannya dilihat dari sisi titik mental dan sosial, bagi mereka rumah hanyalah sebagai stasiun atau tempat singgah keluarga. Hanya sementara.

Kemiskinan menyebabkan seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar bagi diri dan keluarganya. Kebutuhan dasar tersebut adalah yang mencangkup kebutuhan fisik, mental dan sosial. Akibat dari dengan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia, berimplikasi pada keterlantaran anggota keluarga serta keturunannya.

Semua warga pastinya berharap hidup layak seperti yang lainnya, namun usaha sudah dilakukan tapi untuk mewujudkan cita-cita itu ternyata tidak gampang seperti membalikan tangan karena untuk membangun sebuah hunian yang layak ternyata dibutuhkan banyak modal, dan itulah yang menjadi penyebab utama bagi mereka yang tidak bisa merealisasikan untuk membangun sebuah tempat tinggal karena banyak kebutuhan lain yang harus di penuhi sehingganya untuk membangun rumah sepertinya bagi masyarakat yang kurang mampu jauh dari angan-angan mereka.

rb

Sesuai hasil pendataan dari dinas sosial kabupaten Pelalawan pada tahun 2010 melalui kegiatan validasi data masyarakat miskin, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pelalawan lebih kurang 15.404 KK atau 56.029 jiwa dan mendekati miskin 3.636 KK atau13.691 jiwa.

Untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Pelalawan ditangani oleh beberapa dinas dan instansi. Salah satunya adalah Dinas Sosial. Dalam melaksanakan tupoksinya Dinas Sosial terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Pelalawan dengan program bedah rumah.

Pada tahun 2018, pelaksanaan program Bedah Rumah menelan Anggaran APBD Kabupaten Pelalawan sebesar Rp 1,5 M yang akan menyelesaikan 52 unit rumah tidak layak huni.

Menurut data yang diterima media ini dari Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan, dari tahun 2008 hingga tahun 2018, selama 10 tahun program bedah rumah ini sudah berjalan, telah berhasil menyelesaikan sebanyak 902 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

rb

"Bantuan ini bertujuan sebagai perangsang kepada masyarakat untuk melakukan perbaikan rumah secara swadaya. Lagian anggarannya cukup besar untuk membantu warga masyarakat untuk memiliki rumah layak huni," kata Kadis Sosial May Hendri pada Riaubook.com diruang kerjanya, Senin (03/12/2018).

Program tersebut juga menjadi pendukung pencapaian target 7 Program Strategis Kabupaten Pelalawan yang digagas oleh Bupati HM Harris.

Penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp 30 juta, yang terbagi Rp 24 juta untuk belanja bahan dan Rp 6 juta untuk upah pekerja.

Dana yang diterima umumnya digunakan untuk perbaikan dinding rumah yang semula bilik bambu atau kayu yang telah terlihat keropos, menjadi berdinding batu bata serta perbaikan atap yang rapuh sehingga rawan untuk roboh dalam kondisi alam.

"Tahun ini program Bedah rumah menjadi bagian program padat karya tunai. Perbedaannya, jika tahun lalu dana yang disalurkan seluruhnya untuk pembelian bahan bangunan, sekarang ada alokasi upah pekerja yang berasal dari APBD," kata May Hendri.

Dalam pelaksanaan paket bedah rumah, masyarakat akan didampingi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) "Program ini bentuk kepedulian Pemkab Pelalawan yang sejalan dengan RPJMD dalam mewujudkan kota layak huni dan kenyamanan warganya," terang May Hendri.

Dikatakannya, program bedah rumah Pemkab Pelalawan dikhususkan untuk masyarakat yang tidak mampu, meliputi kondisi rumah yang tidak layak huni, rumah tidak sehat tanpa sanitasi, dan atap rapuh ditambah rekomendasi dari RT/RW dan Kelurahan setempat.

"Mekanisme pemberian bantuan secara swakelola melibatkan masyarakat melalui Kelompok Masyarakat Setempat (KMS) diwilayah masing-masing," ujarnya lagi.

May Hendri menerangkan, mereka (warga) yang mendapatkan Program Bedah Rumah tentunya sesuai dari hasil survei yang dilakukan oleh tim. "Data yang masuk merupakan hasil survei yang dilakukan oleh masing-masing kecamatan serta adanya surat ajuan dari RT/Rw," pungkasnya.

rb

Dirinya juga berharap, semoga dengan adanya program bedah rumah bagi masyarakat yang kurang mampu, bisa menyelesaikan persoalan dasar masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dewitha Suryaningsih, menjelaskan bagaimana alur penetapan sebuah keluarga mendapatkan program bedah rumah yang digelontorkan Pemkab Pelalawan.

"Dalam pelaksanaan program bedah rumah tidak layak huni tersebut, Kita (Dinas Sosial) bekerjasama dengan Kelompok Masyarakat Setempat (KMS) untuk menuntaskan rehab bedah rumah yang tidak layak huni," ujar Dewitha.

Kemudian Fungsi dari dinas sosial sendiri hanya pengawasan dan pendampingan, sedangkan dana untuk rehabilitasi rumah ditransfer ke rekening penerima bantuan.

Ada beberapa tahapan untuk menetapkan penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni,

Kemudian Dewitha memaparkan, semua berawal dari Desa/Kelurahan dan Kecamatan yang mengusulkan proposal dengan menetapkan Keputusan Camat atau diketahui oleh Camat calon penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Selanjutnya, Tim Verifikasi Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pelalawan memverifikasi atas usulan dari desa, Kelurahan dan kecamatan tentang kelayakan rumah yang diusulkan.

Setelah itu, membuat SK Bupati Pelalawan tentang penetapan nama-nama calon penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni dan KMS sebagai pelaksana.

Kemudian melakukan sosialisasi tingkat Kabupaten kepada seluruh Kecamatan tentang Pelaksanaan teknis kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Tak hanya sampai disitu, masyarakat penerima bantuan didampingi KMS untuk membuka rekening ke Bank yang telah ditunjuk. Kemudian KMS mengajukan RAB beserta gambar rumah untuk pembangunan rumah selanjutnya diverifikasi oleh tim dari Dinas Sosial.

Selesai itu semua, Dewitha kembali menyampaikan, Tahapan lainnya adalah pengajuan Pencairan dana. Tahap I sebesar 50 persen. Setelah dana disalurkan ke rekening penerima bantuan, terhitung mulai tanggal dana dicairkan harus dilaksanakan segera pembangunan rumah tidak layak huni tersebut tahap satu.

"Tenggat waktu pelaksanaannya tahap satu, selama 45 hari, paling lama atau sampai cor slop atas," terang Dewi yang masih baru memimpin dibidangnya tersebut.

Lalu,setelah pembangunan bedah rumah tahap I selesai KMS melaporkan pertanggungjawaban penggunaan dana ke Bupati Pelalawan melalui Dinas Sosial, dengan melampirkan semua faktur, kwitansi pembelian serta foto-foto rumah dan foto copy rekening si penerima bantuan atas dana yang sudah disalurkan.

Usai laporan tersebut, baru kemudian diajukan kembali pencairan tahap II (100 persen). "Setelah Dana tahap II disalurkan ke rekening penerima bantuan, terhitung mulai tanggal dana dicairkan harus dilaksanakan kembali pembangunan rumah tersebut. Untuk Pembangunan tahap II waktu pelaksanaannya selama 45 hari (paling lama) dan terhitung selesai apabila semua pekerjaan hingga finishing sudah tuntas," sebutnya

Tuntas pelaksanaannya Tahap II, KMS kembali melaporkan pertanggungjawaban penggunaan dana ke Bupati Pelalawan melalui Dinas Sosial, dengan melampirkan semua faktur, kwitansi pembelian serta foto-foto rumah dan fotocopy rekening si penerima bantuan atas dana tahap II yang sudah disalurkan.

"Pelaporan pertanggung jawaban dari tahap I hingga tahap II, masing-masing dijilid rangkap 3," terang Kabid Pemberdayaan Sosial yang sering dipanggil Dewi.

Barulah setelah seluruh tahapan rehabilitasi rumah tidak layak huni selesai, dilakukanlah monitoring dan evaluasi ke lokasi sekaligus membuat surat pernyataan bahwa pekerjaan bedah rumah telah selesai dan pihak-pihak yang terlibat membuat berita acara serah terima rumah.

"Kita buatkan berita acara serah terima pekerjaan antara Bupati Pelalawan melalui Dinas Sosial kepada pihak KMS untuk diserahkan ke penerima bantuan. Sesudahnya Dinas Sosial membuat laporan baik lisan maupun tulisan kepada Bupati hasil pekerjaan bedah rumah," kata Dewitha mengakhiri.

Bupati Pelalawan HM Harris saat ditemui media ini dalam pencanangan bedah rumah di Pangkalan Kerinci, beberapa waktu yang lalu mengatakan, pemerintah harus dapat meliha dengan keadaan warga masyarakatnya. "Jika mereka memiliki rumah sehat, tentunya hidup juga akan sehat dan ini merupakan kesuksesan dari suatu pemerintahan," ujar Bupati Harris.

Harris melihat program bedah rumah ini sangat baik karena membantu warga yang tidak mampu. "Apalagi dalam konsep bedah rumah, sisi kesehatan adalah yang utama. Rumah yang sehat setidaknya menjadi harapan masyarakat untuk dapat dikabulkannya oleh pemerintah," tutup Harris. (RB/ton/adv)

foto

Terkait

Foto

Berburu Ombak Bono Dengan Mitos 7 Hantu di Teluk Meranti

RIAUBOOK.COM - Gelombang Bono adalah keganjilan alam yang terjadi di Semenanjung Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.…

Foto

DPRD Pelalawan Sahkan Perubahan Peraturan Tatib DPRD Tahun 2018

RIAUBOOK.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan mengesahkan Peraturan DPRD Kabupaten Pelalawan Nomor 28 Tahun 2018 tentang perubahan peraturan…

Foto

Pelalawan Menuju Teknopolitan Terpadu dengan Perguruan Tinggi Cetak Tenaga Terampil Pendorong Inovasi

RIAUBOOK.COM - Dalam rangka Hari Teknologi Nasional (Harteknas) yang ke-23 tahun 2018 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menggelar seminar Internasional yang…

Foto

Berharap Sagu Meranti Lebih Mendunia Lagi

RIAUBOOK.COM - Komoditas andalan sebagai hasil perkebunan Sagu dari Meranti, saat ini kian dikembangkan dengan berbagai hasil olahan. Baik makanan…

Foto

Bupati Irwan Berharap, Para Kades Lakukan Study Tiru

RIAUBOOK.COM - Kepala Desa se- Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengikuti bimbingan teknis nasional peningkatan kapasitas aparatur desa dengan Tema Tata…

Foto

Dia Mohon Dukungan Semua Pihak Wujudkan Silat Jadi Andalan Nasional

RIAUBOOK.COM - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan Nasir M.Si resmi menahkodai Ikatakan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Riau Masa Bakti…

Foto

Pendidikan Gratis Wujud Kepedulian Pemkab Pelalawan Raih SDM Berkualitas

RIAUBOOK.COM - Pendidikan menjadi prioritas utama bagi negara terutama suatu daerah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan…

Foto

Abdul Somad: Jangan Sampai Negeri Sagu menjadi Negeri Sabu

RIAUBOOK.COM - Nama Ustadz Abdul Somad Lc MA (UAS), sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Temasuk juga bagi…

Foto

Sekda Yulian Norwis Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Meranti Perangi Narkoba

RIAUBOOK.COM - Kasus Narkoba yang terjadi di Meranti akhir akhir ini sudah sangat luar biasa.  Pemakai justru sudah semakin…

Foto

Pemprov Papua Puji Meranti Berhasil Kelola Kebun Sagu Hingga Ekspor ke Berbagai Negara

RIAUBOOK.COM- Pemerintah Papua baru baru ini kembali berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Meranti, tepatnya Kamis (19/7/2018). Tidak tanggung tanggung, kedatangan…

Foto

Bertugas di Meranti Purna Praja IPDN Minta Wejangan dari Pemerintah Daerah

RIAUBOOK.COM - Bupati Meranti H. Irwan dan Wakil Bupati H. Said Hasyim menerima Praja IPDN yang akan bertugas di Pemda…

Foto

Diharapkan 2020 Meranti Bebas Penyakit Campak

RIAUBOOK.COM - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Imunisasi Measies Rubella (MR)…

Foto

Bupati Irwan Sarankan Pengeluaran Data Satu Pintu 'Single Window'

RIAUBOOK.COM - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau,  H. Irwan mengahadiri sekaligus membuka acara "Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Publikasi Kabupaten Kepulauan…

Foto

MTQ Kabupaten Kepulauan Meranti ke X Tahun 2018 Resmi Dibuka

RIAUBOOK.COM - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X tahun 2018 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti, secara resmi dibuka Bupati H. Irwan di…

Foto

Riau Terima Penghargaan BKN Award

RIAUBOOK.COM - Sempena kegiatan Rapat Koordinasi Kepegawaian yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada tanggal 11 juni 2018 di…

Foto

Firdaus Persembahkan Perkantoran Baru Tenayan Sebagai Kado HUT Pekanbaru ke 234

RIAUBOOK.COM - Layaknya yang berulang tahun pastilah mendambakan sebuah kado minimal ucapan selamat dari yang special, tidak terkecuali Pekanbaru yang…

Foto

Wan Syamsinar, Mengangkat Marwah Negeri lewat Tenun Songket Riau

Wan Syamsinar, 64 tahun, ibarat penjaga nyala obor warisan seni dan budaya Melayu. Semangatnya tak pernah surut dalam menekuni kerajinan…

Foto

Paripurna DPRD Riau Terkait Ranperda Susunan Kelembagaan, Pengisian Jabatan & Masa Jabatan Kepala Desa Adat

RIAUBOOK.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menggelar rapat paripurna yang salah satunya beragendakan penyampaian jawaban kepala daerah…

Foto

Wulan Sary, Kartini Zaman Now

Wulan Sary tak merasa canggung memimpin 11 rekan kerja laki-laki. Bidang pengeboran minyak, yang identik dengan dunia laki-laki, tak menjadi…

Foto

Peringatan Hari Bumi Sedunia, Mengubah Sampah Menjadi Rupiah

Sampah tak selamanya identik dengan masalah. Melalui pemanfaatan dan pengolahan yang baik, sampah dapat bernilai ekonomis. Seperti yang dilakukan Karang…

foto

Pendidikan