Saatnya Rakyat Jadi Macan Bukan Mengembek (Oleh Bagus Santoso, Caleg DPR RI Partai PAN No.5)

RIAUBOOK.COM - Teori demokrasi klasik yang mengatakan "demokrasi dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat" menjadi trigger perjuangan rakyat seantero dunia menuntut perubahan sistem pemerintahan dari sistem otoritarianisme menjadi sistem demokrasi.

Karena secara teoritik dan konstitusi setakat ini, kita penghuni dunia bersepakat bahwasanya sistem pemerintahan demokrasi yang bisa menjamin persamaan hak dan kewajiban setiap warga negara dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu di negara demokrasi seperti negara kita Indonesia, posisi rakyat menjadi sangat penting dan mahal setiap memasuki musim pemilu.

Pada tahun politik seperti sekarang, rakyat tidak ubahnya seperti "gadis molek nan jelita" dikelilingi oleh jejaka-jejaka bernafsu tinggi, sedang antri menunggu kesempatan mencuri hatinya. Sang perjaka yang sedang jatuh cinta dengan segala macam dandanan (atribut partai) yang melekat pada dirinya selalu mencari simpatik menggoda sang gadis dengan berbagai macam harapan sampai buaian memabukkan digantungkan di lehernya.

Namun nampaknya menuju tanggal 17 April 2019, sang gadis tidak ingin lagi menjadi keledai yang berdamai dengan kejatuhan di lubang yang sama. Si jelita tidak ingin lagi melakukan kesalahan tergoda dengan rayuan, bualan jejaka-jejaka yang hobinya berternak janji dan membudidayakan kebohongan.

Sang gadis sudah sangat sadar, kalau jejaka-jejaka yang merayunya tidak memiliki konsistensi kesetiaan. Mereka hanya mendekat, merayu, ngegombal, dengan janji-janji manis mendongeng kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan di musim pemilu. Setelah itu pergi entah kemana rimbanya membiarkan sang gadis menangisi nasibnya yang sudah menyerahkan keperawanannya. Jangankan memperhatikan, menengoknya saja tidak tidak lagi. Cukuplah pengalaman pemilu demi pemilu masa lalu menjadi sembilu - ya sudah sudahlah tamat alias tutup buku.

Dengan menggunakan analogi gadis cantik untuk menjelaskan bagaimana perasaan rakyat setiap jelang pemilu, tulisan ini ingin menyampaikan pesan bahwa dalam kehidupan rakyat biasa sekarang (red-walaupun sudah bekerja keras seharian baru cukup untuk tidak kelaparan esok harinya) itu terjadi proses pembelajaran dan pencerdasan politik secara alami. Pada teorinya parpol seharusnya yang paling bertanggung jawab mencerdaskan dan membuat melek politik meski kenyataan bertolak belakang.

Realitas kehidupan telah menjadi guru politik rakyat kecil yang mengajarkan bahwa kebenaran tidak boleh lagi disimpulkan dari harapan-harapan yang banyak bertebaran setiap musim pemilu. Rakyat sudah paham benar kalau kebenaran itu hanya bisa disimpulkan dari "fakta" bukan harapan. Sungguh Rakyat sekarang merasakan apa yang berlaku, mana janji mana bukti. Mana bualan kosong mana yang masuk akal sehat.

Dalam kesetiaan menjadi rakyat yang selalu berdamai dengan kemiskinan, yang akrab dengan kondisi papa kedana, sudah tidak terhitung lagi jumlahnya berapa kali rakyat harus kecewa dan gigit jari karena mengira kebenaran itu adalah harapan-harapan yang dijanjikan.

Namun faktanya jauh panggang dari api alias kena bengak berkepanjangan. Sekarang sadar benar, bahwa kebenaran itu bukan dari harapan, tapi dari fakta. Betapa tidak, Perut rakyat menjadi buncit dan meledak setiap musim pemilu kerana tergiur menu janji yang disediakan di atas meja harapan. Setelah pemilu perut buncit bukan kenyang nasi tetapi tumpukan sampah berjibun janji.

Sekarang bagaimana pun indahnya bentuk kemasan janji dan harapan yang disiapkan di ruang-ruang sejuk, rakyat nampaknya tidak akan ngiler lagi, rakyat tak akan tergiur lagi.

Karena itu, dalam detik-detik perjalanan sampai bilik suara tanggal 17 April 2019, rakyat tidak boleh lagi "mengembek" mengikuti sang gembala yang sudah dicucuk hidungnya dengan iming-iming jabatan.

Saatnya rakyat menjadi "macan" yang akan menerkam setiap pemimpin, politisi yang bermental dagang sapi dengan merendahkan derajat rakyat menebar "money politic" menyebar amplop, memasang jebakan maut dengan melempar sembako, berkolusi dengan aparat dan perangkat yang rela berkhianat.

Saatnya rakyat menjadi algojo mematikan, memancung, menghukum, menenggelamkan pemimpin, politisi yang berpenyakit obesitas janji mengganti dengan cara memilih pemimpin, politisi yang selama ini konsisten menjadikan rakyat sebagai satu-satunya majikan yang harus dilayani. Bukan bertameng dinasti dan berpura- pura dekat ustadz dan kyai. Salam pemilih cerdas dan selamat mencoblos.

(ist)

foto

Terkait

Foto

Ahok tak Dihalangi Nyoblos di Jepang

RIAUBOOK.COM - Secara tegas, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Osaka Jepang menegaskan tak pernah menghalangi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki…

Foto

Masa Tenang, 2.500 Pengawas Dikerahkan Tertibkan Alat Peraga Kampanye di Riau

RIAUBOOK.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau bersama 2.500 Pengawas melakukan Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu pada…

Foto

Awas Caleg yang Main Uang, Bawaslu Mengintai

RIAUBOOK.COM - Kapolda Irjend Widodo Eko Prihastopo dan Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan melepas Tim Patroli Money Pokitik dan Pengawasan…

Foto

Ketua DPRD Siak Minta Pileg 2019 Tidak Ada Intervensi

RIAUBOOK.COM - Ketua DPRD Siak Indra Gunawan meminta kepada semua pihak agar tidak ada intervensi kepada masyarakat untuk Pileg 2019.…

Foto

Untuk Para Caleg, Sudah Tahu Sanksi Mengancam Jika Masih Kampanye di Hari Tenang?

RIAUBOOK.COM - Bagi para Calon Legislatif (Caleg) yang ikut bertarung di Pemilu 2019, harus mematuhi pertarungan yang diatur pihak Bawaslu,…

Foto

Bagus Santoso bersama Bupati Siak Alfedri Akhiri Kampanye Dialogis di Desa Sabak Permai

RIAUBOOK.COM - Bagus Santoso Caleg DPR RI nomor urut 5 dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengakiri masa kampanye Dialogis Senin…

Foto

Masa Tenang, Bawaslu Riau Patroli Money Politic, Ini Sanksi Bagi yang Melanggar

RIAUBOOK.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau melaksakan Apel Pelepasan Tim Patroli Money Politic dan Pengawasan Masa Tenang bersama…

Foto

Pesan Jokowi: Kita Wajib Bersyukur, Jangan Kufur Nikmat

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Debat Capres dan Cawapres terakhir yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta telah usai, dan banyak pernyataan…

Foto

Prabowo akan Contoh China Hapus Kemiskinan, 'Ini Kesalahan Kita Semua'

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Indonesia harus mencontoh China dalam mengatasi masalah kemiskinan, demikian Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto menyatakan. Dia tambahkan, Negeri…

Foto

Partai Berkarya Berpotensi Lolos Parlementary Threshold

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Partai Berkarya diprediksi meraih suara nasional empat persen dan lolos parlementary threshold pada pemilihan umum (Pemilu) 2019,…

Foto

Pemetaan Perolehan Kursi DPR RI Riau II Versi LSI

RIAUBOOK.COM - PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis survei untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Riau II yang meliputi daerah Indragiri Hilir,…

Foto

Jokowi dan Ma'ruf Amin Naik Kereta Kencana

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Capres cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta dengan menggunakan kereta kencana…

Foto

Dunia Metafisik Pun Berpihak Kepada Partai Berkarya

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Tak hanya banyak menuai dukungan rakyat di dunia nyata, dunia metafisik pun ternyata berpihak kepada Partai Berkarya.…

Foto

Partai Berkarya Gelar Operasi Katarak Gratis di NTT

RIAUBOOK.COM, MALAKA - Sebagai bagian komitmen mensejahterakan masyarakat, Partai Berkarya menggelar operasi katarak dan bibir sumbing gratis di Rumah Sakit…

Foto

Jadwal dan Kupasan Lengkap Debat Capres Terakhir, Jokowi vs Prabowo

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Debat kelima atau pamungkas akan dilaksanakan malam ini dengan menghadirkan pasangan capres dan cawapres, materi yang disuguhkan…

Foto

KPU Adakan Doa Bersama Sukseskan Pilpres 2019, Nanti Usai Debat Pamungkas

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Rangkaian debat kandidat Pilpres 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencapai puncaknya pada Sabtu 13 April…

Foto

Perjalanan Menuju GBK, Jokowi Layani Salaman Ribuan Penggemar

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Kampanye akbar terakhir pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin akan diselenggarakan…

Foto

Sandiaga Uno Siapkan Amunisi Debat Terakhir, Penasaran?

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno sudah mempersiapkan beberapa amunisi yang akan dikeluarkannya. Salah…

Foto

Persiapan Ma'ruf Amin untuk Debat Pemungkas, 'Tinggal Nambahin Jokowi'

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin menyatakan dirinya tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti debat pamungkas besok.…

Foto

Debat Capres Cawapres Pamungkas, Apa Saja Jurus 01 dan 02?

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Pencoblosan untuk pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden akan dilaksanakan pada 17 April mendatang. Kedua…

foto

Pendidikan