Diduga Oknum Pengacara Sujono Serobot Lahan Yayasan Ariya Guna, Begini Kronologinya

RIAUBOOK.COM - Oknum pengacara di Pekanbaru bernama Sujono SH, nekat memasang plang nama berisi tulisan klaim kepemilikan di lahan milik Yayasan Ariya Guna di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau.

Pada plang nama itu tertulis Sujono/Amir DKK memiliki tanah seluas 200 Ha.

Menurut keterangan di lapangan, ada dugaan Sujono menerobot lahan tersebut bersama-sama dengan seseorang yang diketahui bernama Adlan.

Terkait tindakan Suiono, pihak Yayasan Ariya Guna menyatakan tindakan Sujono/Amir DKK sebagai penyerobotan. Yayasan Ariya Guna saat ini merupakan pemilik lahan seluas 800 Ha di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Pekanbaru.

Pihak Yayasan Ariya Guna menyatakan tidak dapat menerima tindakan Sujono. Sebab kepemilikan Yayasan sah dan ditambah lagi pihak Sujono telah melakukan gangguan terhadap pekerja Yayasan Ariya Guna yang beraktifitas di lahan milik yayasan tersebut.

Terkait pemasangan plang oleh Sujono, Lurah Agrowisata Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, Tengku Refli membenarkan mengetahui adanya pemasangan plang tersebut. "Ya benar ada," kata Tengku Refli menjawab konfirmasi wartawan.

Lebih lanjut, kata Tengku Refli, sepengetahun ia sebagai lurah di sana, belum ada ganti rugi atau pun pengurusan administrasi balik nama dari H Sulaiman Adnan ke Amir maupun Sujono.

Terpisah, menurut keterangan Kuasa Hukum Amir Dkk, Ir Khairuddin Pulungan, beberapa tahun lalu ia diberi kuasa oleh Amir untuk menyelesaikan masalah terkait lahan tersebut antara Amir dengan Faisal Syah Reza.

"Bahwa dengan laporan pengaduan saya ke polisi, makan Reza melarikan diri ke Jakarta sampai sekarang ini dan tidak ada niat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjual tanah milik orang lain kepada Saudara Amir," ungkap Khairuddin Pulungan.

Lebih lanjut dikatakan Khairuddin, setelah sepuluh tahun berjalan permasalahan antara Amir melawan Reza, Amir lalu memberi kuasa kepada Sujono untuk menguasai tanah yang dibelinya dari Reza.

"Padahal permasalahan tanah tersebut belum ada penyelesaian dengan saya dan teman-teman lainnya," kata Khairuddin Pulungan.

Khairuddin Pulungan juga menyatakan, kuasa Amir kepada Sujono untuk menguasai tanah yang dibeli dari Reza bertentangan dengan hukum dan fakta sebenarnya.

"Objek tanah yang diserobot Saudara Sujono selaku kuasa Saudara Amir letak tanahnya pun tidak sesuai dengan objek tanah, bahwa tanah tersebut dipinggir sungai Siak, dan itu pun tanah kosong yang belum ada tanaman. Ini pun masih bermasalah dengan Reza yang telah melarikan diri," kata Khairuddin Pulungan.

Kronologis

Terkait kasus jual beli tanah kebun antara Amir Dkk dengan Faisal Syah Reza/ H Sulaiman Adnan Dkk, berikut keterangan lengkap Khairuddin Pulungan kepada wartawan;

Sehubungan dengan permasalahan jual beli tanah yang dilakukan oleh sdr. Faisal Syah Reza alias Reza dengan sdr. Amir dan kawan kawan maka saya yang pernah mengetahui dan menerima surat kuasa dari sdr. Amir menyampaikan tentang peristiwa kejadian/kronologis sebagai berikut;

1. Bahwa awal saya mengetahui dan mendengar peristiwa ini adalah berawal dari sdr. Acun yang menyampaikan bahwa sdr. Faisal Syah Reza alias reza anak kandung H. Sulaiman Adnan menjual tanah kebun yang tidak ada tanaman (tanah kosong ) kepada sdr. Amir Cs terletak di kelurahan Rumbai Bukit kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru seluas 100 Hektar dengan harga Rp 16 Juta perhektar (tidak termasuk biaya pengurusan surat balik nama/SKGR).

2. Bahwa sdr. Reza telah menerima uang penjualan tanah dari sdr. Amir sebesar Rp 1.200.000.000 (satu milyar dua ratus juta Rupiah) dari total harga 100 hektar x Rp Rp 16.000.000 per hektar sisa kekurangan pembayaran Rp 400.000.000 (empat ratus juta Rupiah). Bukti kwitansi terlampir.

3. Bahwa dari berita tersebut selanjutnya sdr. Acun yang membawa dan memperkenal saya dengan sdr. Amir di Jln Melur (di rumah/ kantor sdr. Acun) untuk membicarakan tentang penjualan tanah yang dilakukan sdr. Reza kepada sdr. Amir.

4. Bahwa dari pertemuan saya dengan sdr. Amir tersebut maka diperoleh keterangan dari sdr. Amir sebagai berikut;

a. Bahwa sdr. Amir awalnya membeli tanah dengan sdr. Mulkan selaku kuasa dari sdr. H. Sulaiman Adnan, namun penjualan tanah tersebut gagal karena tanah yang di jual tersebut bermasalah dan sdr. Mulkan menjual tanah tersebut kepada 4 orang pembeli yakni: sdr. Wira, sdr. Amir, sdr. Awi dan sdr. Aan (yang kesemuan pembeli tersebut diambil sdr. Mulkan uang panjarnya), dan sebagaian tanah seluas 25 hektar yang bermasalah yang sudah diselesaikan dan ganti rugi oleh H. Sulaiman Adnan melalui sdr.

Khairuddin Pulungan kepada sdr. Robert Simatupang CS secara diam-diam dijual sdr Mulkan kepada pihak lain).

b. Bahwa selanjutnya kemudian Sdr. Amir didatangi sdr. Reza bahwa sdr. Reza disuruh ayah H. Sulaiman Adnan untuk menjual tanah seluas 100 hektar dengan harga Rp 16 juta perhektar yang terletak di kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru sedangkan pembelian tanah tapung seluas 50 terletak di Sei Selembakan Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar akan di konpensasi ke

dalam hamparan objek tanah akan di jual tersebut.

c. Sdr. Amir telah menyerahkan uang pembelian tanah terletak di pinggir sungai Siak di kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru sebesar Rp 1,2 Milyar dan sisa pelunasan sebesar Rp 400 Juta dilunasi apabila tanah yang di jual sdr. Reza telah setujui oleh sdr. H. Sulaiman Adnan dan kawan kawan (nama-nama yang tersebut

dalam surat SKT/ surat tanah).

d. Bahwa penjualan tanah yang dilakukan sdr. Reza adalah tangh milik saya dan keluarga H Sulaiman Adnan yang dijual sdr. Reza dan saya belum pernah memberi kuasa jual kepada sdr. Reza dan uang penjualan tanah di ambil sdr. Reza dari Sdr. Amir dengan cara diangsur serta tanpa melalui akta jual beli melalui notaris.

e.Banwa Sdr. Reza melalukan penjualan hanya secara lisan disampaikan sdr. Sulaiman Adnan kepada sdr. Faisal Syah Reza dan informasi, surat SKT tanah yang diserahkan kepada sdr. Reza kepada sdr. Amir sebanyak 25 buah surat SKT tanah di curi sdr, Reza tanpa sepengetahuan sdr. Sulaiman Adnan.

5.Bahwa mendengar peristiwa yang disampaikan sdr. Amir kepada saya maka selanjutnya sdr. Amir meminta saya untuk membantu menyelesaikan permasalahan tanah ini dan memberikan surat kuasa tertanggal 6 Februari 2019.

6. Bahwa setelah mendapat kuasa dari sdr. Amir maka selanjutnya saya memanggil sdr reza untuk membicarakan tentang penyelesaian penjualan tanah dan apabila hal ini tidak dilakukan maka sdr. Amir akan membuat laporan polisi atas penipuan yang dilakukan oleh sdr. Reza karena pembelian tanah tidak ada penyelesaiannya.

7. Bahwa berdasarkan kuasa tersebut maka selanjutnya saya memanggil sdr. Reza dan dari keterangan sdr, Reza adalah sebagai berikut;

a. Sdr. Reza benar menjual tanah seluas 150 hektar dengan harga Rp 16 Juta perhektar dan telah diambil uang dari sdr. Amir Rp 1,2 Milyar dan masih ada sisa uang sebesar 400 Juta (100 hektar x Rp 16 Juta / hektar = Rp 1,6 Milyar ) dengan perincian sebagai berikut :

-Seluas 100 hektar atas perintah H Sulaiman Adnan secara lisan dan uang hasil penjualan tanah tersebut dibayar kepada sdr. Jauhari es Rao Cs selaku pengurus kelompok tani Makmur Sejahtera Palas sebesar Rp 1 Milyar yang gunanya agar pengurus kelompok tani tidak menggugat tanah yang di jual, (bukti terlampir).

-Seluas 50 hektar sebagai konpensasi penjualan tanah yang dilakukan sdr. Mulkan selaku kuasa H. Sulaiman Adnan kepada sdr. Amir yang terletak di Sei Selembakan desa kota Garo Kec. Tapung Kab. Kampar.( bukti terlampir).

b. Sdr. Faisal Syah Reza membenarkan telah menyerahkan kepada sdr. 25 buah surat SKT (surat keterangan tanah atas nama saya dan orang lain serta atas nama nama keluarga H.Sulaiman Adnan. (bukti terlampir).

c.SAdr. Reza harus menyediakan surat SKT sebanyak 75 buah maka 50 buah surat SKT akan dilengkapi dan membuat surat sebagai bukti penjualan tanah kepada sdr. Amir, antara lain :

-surat Jual Beli tanah seluas 150 hektar kepada sdr. Amir,

-surat laporan perincian pengeluaran / pengunaan keuangan yang diambi sdr. Reza dari sdr. Amir,

-surat pernyataan sesuai dengan jumlah surat SKT 75 buah,

-surat Pernyataan tentang kronologis jual beli,

-surat pernyataan saksi-saksi orang yang mengetahui dalam permasalahan tanah seperti sdr. T.Refli, Firdaus, llyas Fuad, Khairul Amri, dan

-surat pernyataan bersedia membayar penjualan tanah kepada nama-nama pemilik tanah tersebut. (bukti terlampir).

8. Bahwa selanjutnya saya, Amir dan Reza melakukan peninjauan ke lokasi yang di jual sdr. Reza kepada sdr. Amir dan kemudian saya meminta sdr. Amir untuk mengeluarkan biaya-biaya kepada saya berupa sebagai berikut:

-biaya pengukuran objek tanah seluas 150 hektar sebesar Rp 10 Juta,

-biaya operasional untuk menangani kasus sebesar Rp 20 Juta,

-biaya pengambilan kuasa kepada nama nama pemilik tanah seperti Asy'ari, A, Gaffar Mas, Amrita, Edy Suryo, Hasnah, Helmiza, Jumari, M. Toat,Muji Rahayu, Ertarti, Dian Febrina, Mulkan, dan Alm. David Mahadi, Eva Zahra (nama-nama pemilik tanah sebagian berada di luar Pekanbaru ) sebesar Rp 20 Juta ,- (bukti terlampir).

9. Bahwa atas persetujuan sdr. Amir saya menyampaikan kepada sdr. Reza untuk mengambil kuasa H. Sulaiman dan nama-nama keluarga H. Sulaiman Adnan antara lain : 1.Hj. Andarini (istri H. Sulaiman), Popy Reninta (kakak), M. Yorris (ipar Reza), Mirza Sulanda (adik), Rama Anugra palas (adik), Ilyas Fuad (keluarga dari ayah), M. Natsir Adnan (paman

Reza), Hj. Kawakib (istri paman), Hj. Nur Rahmah (adik H. Sulaiman), Hj. Badrul Aini (adik H. Sulaiman) dan biaya pengurusan balik nama jual beli (SKGR) di kantor Lurah dan camat kepada sdr. Reza sebesar Rp 5 juta per surat x 75 buah maka berjumlah Rp 375

juta. (bukti terlampir).

10. Bahwa sdr. Amir keberatan mengeluarkan uang kepada sdr. Reza untuk biaya pengurusan surat balik nama (SKGR) karena uang tersebut sudah di minta sdr. Reza namun sampai saat ini tidak selesai karena biaya surat SKGR sudah terpakai oleh sdr. Reza.

11. Bahwa akhirnya sdr. Amir bersedia mengeluarkan biaya balik nama untuk SKGR tersebut dengan syarat saya ikut menanda tangani uang yang diambil Sdr Reza untuk pengurusan surat SKGR dan secara diam-diam (tanpa sepengetahuan saya) dibuat surat kesepakatan (addendum) antara sdr. Reza dengan sdr. Amir yang mana biaya surat SKGR tersebut di

konpensasi adanya penambahan penjulan tanah seluas 50 hektar apabila tanah tersebut telah selesai diurus sdr. Reza melalui notaris sdr. Puji, (bukti terlampir).

12. Bahwa setelah saya melengkapi surat-surat bukti dan surat pernyataan di buat sdr. Reza maka kemudian saya menjumpai H. Sulaiman Adnan untuk memyampaikan tentang penjualan tanah sdr. Reza kepada sdr. Amir, dan dari hasil keterangan sdr. H. Sulaiman Adnan membenarkan ada penjualan tanah tersebut namun H. Sulaiman tidak pernah memberi kuasa

kepada sdr. Reza dan tidak ada menerima keberatan menyerahkan tanah tersebut kepada sdr. Amir.

13. Bahwa selajutnya setelah saya mendapatkan dan melengkapi surat kuasa jual terima dari pemilik tanah menyerahkan surat kuasa jualdan beserta surat pernyataan para saksi-saksi kepada sdr. Amir

dan kemudian saya meminta kepada sdr. Amir untuk menguasai tanah yang di beli tersebut dengan membuat parit batas dan rumah untuk pengawasan dilapangan agar tanah dapat dikelola agar tanah tidak diserobot orang lain. (bukti terlampir).

14. Bahwa sdr. Amir belum mau menguasai tanah tersebut dengan alasan adanya gugatan kelompok tani Sejahtera Palas sdr. Mulkan Cs melalui pengacara Bangun VH Pasaribu & rekan melawan sdr. H. Sulaiman Cs di Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor 18/PDT/G/2009/PN/Pbr.tanggal 13 Februari 2009, adapun hasil putusan Pengadilan yang mana amar putusannya gugatan kelompok Tani Sejahtera Palas ditolak oleh pengadilan.

15. Bahwa saya menyampaikan kepada sdr. Amir hal itu tak perlu dirisaukan karena sdr. Jaohari es Rao telah menerima uang dari sdr. Faisal syah reza sebesar Rp 1 Milyar dan saya sudah memabantu sdr, Reza bahwa permasalahan uang yang diambil sdr. Jauhari Es Rao telah

dilaporkan ke Polda Riau dengan nomor laporan polisi No Pol STPL/97.A/IX/2009/Reskrim tanggal 2 September 2009 serta dalam gugatan kelompok tani Sejahtera Palas tidak mengugat nama nama kami selaku pemilik tanah yang di gugal tersebut.

16. Bahwa sdr. Amir belum mau menguasai tanah yang dibeli tersebut dengan alasan tanah rawa dan tanah termasuk objek yang digugat oleh kelompok tani Sejahtera Palas (sdr. Mulkan Cs, tetapi sdr. Amir meminta saya agar lokasi tanah yang dijual sdr. Faisal syah Reza agar saya menyetujui lokasi dipindahkan ke Pos I (200 meter dari lokasi objek tanah

yang di jual l).

17. Bahwa saya menolak permintaan sdr. Amir tentang hal tersebut diatas dengan alasan tidak mungkin objek tanah kosong (belum ada tanaman) yang sesuai dengan surat kepemilikan tanah surat SKT yang saya miliki dipindahkan objek lain (tanah yang sudah ada tanamannya) sehingga letak posisi tidak sesuai dengan surat tanah (SKT) yang sebenarnya.

18. Bahwa oleh karena saya tidak mau mengikuti permintaan sdr. Amir maka sdr. Amir tidak mau bertemu saya sampai saat ini dan memberi kuasa dalam masalah tanah tersebut kepada pihak lain serta saya diancam oleh pihak pengacara sdr. Amir dan karena saya tidak bersedia

membantu dalam hal ini maka saya dilaporkan ke pihak kepolisian di Polresta Pekanbaru.

19. Bahwa sdr. Amir melalui pengacaranya membuat laporan kepolisian atas pengelapan uang yang saya terima bersama reza berdasarkan kwitansi pengambilan uang dari sdr. Amir, maka selanjutnya saya diperiksa dan diambil keterangan oleh pihak penyidik Polresta Pekanbaru.

20. Bahwa dari pemeriksaan BAP oleh penyidik saya menyampaikan kepada penyidik Polresta tentang fakta sebenarnya yang saya ketahui adalah sebagai berikut

-Saya sebagai selaku penerima kuasa dari sdr. Amir atas permasalahan tanah tersebut sampai saat ini belum pernah melakukan pembatalan surat kuasa,

-Saya menerima uang dari sdr. Amir berdasarkan persetujuannya sdr. Amir dan uang di gunakan untuk biaya pengukuran tanah, operasional dan biaya pengurusan surat SKGR diberikan kepada sdr. Faisal Syah Reza.

-Saya keberatan atas laporan sdr. Amir dan saat itu dan pihak Penyidik meminta sdr. Amir untuk menarik laporannya bila tidak maka sdr. Khairuddin Pulungan (saya) membuat laporan pencemaran nama baik.

21. Bahwa karena tanah yang di beli sdr. Amir dari sdr, Reza tidak ada jalan penyelesaiannya maka sdr. Amir mengajuklan gugatan sdr. H. Sulaiman Adnan dan sdr. Reza ke Pengadilan Negeri Pekanbaru tentang objek tanah yang dijual sdr Reza adalah tanah kelompok tani sedangkan tanah yang dibeli sdr. Amir dari sdr. Faisal syah Reza letaknya di lokasi pos I (200 meter dari objek tanah/tidak berbatas dengan sungai Siak), adapun gugatan sdr. Amir di pengadilan Negeri Pekanbaru dengan nomor gugatan: 68/Pdt.G/2010/Pn.Pbr tanggal 23 Februari 2011, dengan amar putusan asalah gugatan sdr. Amir di tolak/ NO oleh pengadilan Negeri Pekanbaru.

22. Bahwa berselang 2 tahun 20015 sdr. Amir mendatangi saya untuk membantunya agar objek tanah yang lama dapat dikuasainya kembali dan agar saya memberi keterangan kepada pihak kepolisian Polresta Pekanbaru tentang duduk permasalahan tanah yang di beli dari sdr. Reza.

23. Bahwa setelah saya bersedia membantu sdr. Amir maka saya memberi keterangan masalah tanah dengan pihak penyidik Polresta Pekanbaru, dan selnjutnya sdr. Amir pengacaranya melaporkan sdr. Faisal syah reza kepihak Polresta Pekanbaru akibat tidak ada penyelesaian tanah tersebut.

dengan

24. Bahwa dari laporan dan hasil penyidikan pihak kepolisian sdr. Faisal Syah Reza menjadi tersangka dalam penjualan tanah kepada sdr. Amir dan akan dilakukan penahanan, namun pihak kepolisian tidak melakukan penahanan apabila ada perdamaian antara sdr. Reza dengan Sdr. Amir dan sdr. H. Sulaiman Adnan bersedia menyerahkan tanah dan bersedia

sebagai saksi dalam perdamaian kasus ini.

25. Bahwa sdr. H. Sulaiman Adnan bersedia menerima perdamaian sdr. Reza dengan sdr. Amir oleh karena beliau terlibat dalam penjualan tanah dengan sdr. Faisal syah reza karena menerima uang penjualan tanah di desa kota Garo Kecamatan Tapung Hilir kabupaten Kampar sesuai surat pernyataan.

26. Bahwa setelah adanya perdamaian tersebut H. Sulaiman Adnan melalui saya memberikan surat yang isinya meminta sdr. Amir menguasai tanah tersebut agar tidak diserobot orang lain namun sdr. Amir tidak mengubris dan masih meminta tanah dipindahkan 200 meter dari pinggir Sungai Siak sehingga kasus ini berlarut-larut sampai saat ini.

27. Bahwa sejak menerima surat Perdamaian dari H. Sulaiman di Polresta Pekanbaru sdr. Amir dan Reza tidak mau menjumpai saya lagi dan tidak memberi konpensasi uang penyeleasian tanah berupa 1 mobil Kijang Inova baru.

28. Bahwa akibat sdr. Amir melaporkan saya ke pihak kepolisian dan tidak pernah menjumpai saya dan mengunakan pengacara lain untuk penyelesaian kasus tanah tersebut maka kami (saya dan teman-teman yang pernah memberi kuasa kepada sdr. Reza) membatalkan kuasa

jual tanah kepada sdr. Reza atas penjualan tanah kepada sdr. Amir dan membuat surat kepada aparat kelurahan dan kecamatan untuk tidak memproses surta jual beli sdr, Reza dengan sdr. Amir.

29. Bahwa oleh karena sdr. Reza tidak ada itikad baik dalam menyelesaikan tanah yang dijual kepada sdr. Amir dan telah mengambil uang dari saya sebesar Rp 350 Juta, maka saya melaporkan sdr. Faisal syah reza ke Polsek Payung Sekaki dengan laporan polisi No.Pol.

Lp.58/K/II/2010 tanggal 24 Februari 2010.

30. Bahwa adanya laporan pengaduan saya ke pihak kepolisian Polsek Payung Sekaki maka sdr. Reza melarikan diri ke Jakarta sampai sekarang ini dan tidak ada niat untuk mempertanggungjawab perbuatan dengan menjual tanah milik orang lain kepada sdr. Amir.

31. Bahwa setelah berjalan 10 tahun sdr. Amir memberi kuasa kepada sdr. Sujono untuk menguasai tanah yang dibelinya dari sdr. Reza padahal permasalahan tanah tersebut belum ada penyelesaian dengan saya dan teman teman lainnya.

32.Bahwa adanya kuasa dari sdr. Amir kepada sdr. Sujono untuk menguasai tanah yang dibeli dari sdr. Reza bertentangan dengan hukum dan fakta sebenarnya, maka saya dan teman-teman menyampaikan sebagai berikut;

-Bahwa kami membatalkan Surat kuasa jual yang pernah kami berikan kepada Faisal Reza.

-Bahwa belum pernah menerima uang penjualan tanah dari Amir dan atau

Faisal syah reza. Adapun uang yang saya terima adalah uang biaya operasional saya dan pengambilan tanda tangan kuasa pemilik tanah.

-Bahwa adanya Surat SKT sebanyak 100 Surat (200 hektar) yang dimiliki sdr Amir adalah tidak benar dan disinyalir ada yang dipalsukan sdr. Reza. Adapun Surat

LSKT yang saya ketahui Surat SKT sebanyak 50 buah atau seluas 100 Hektar, sedangkan sisa Surat palsu dan tanda tangan saya dipalsukan dalam Surat SKT tersebut dan saya telah menyampaikan kepada Sdr Amir tetapi sdr Amir membiarkan hal ini.

-Bahwa saya dan teman-teman akan pernah menyetujui penjualan tanah atas nama kami kepada sdr Amir yang dilakukan Faisal reza maupun atas

permintaan H. Sulaiman Adnan.

-Bahwa objek tarah yang diserobot sdr Sujono selaku kuasa sdr. Amir letak

tanahnya sesuai dengan objek tanah, bahwa tersebut di pinggir sungai

Siak tanah kosong yang belum ada tanaman. (Rls)

foto

Terkait

Foto

Sidang Putusan Sengketa Pilpres di Tengah Bayang-bayang KPK

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Jelang sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) situasi kian hangat, sejumlah kelompok masyarakat…

Foto

Silisik Peran SF Hariyanto, Rangkaian Kasus PDAM Inhil Jerat Wabup Bengkalis

RIAUBOOK.COM - Kasus dugaan korupsi proyek pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau senilai Rp3,4 miliar…

Foto

Aksi Bersih Sungai Siak di Hari Jadi Pekanbaru ke-235

RIAUBOOK.COM - Peringatan milad Kota Pekanbaru yang ke-235 tahun ini berbeda karena digelar aksi bersih Sungai Siak oleh Waliko Pekanbaru…

Foto

Daftar Nama-nama Korban Kebakaran Pabrik Korek

RIAUBOOK.COM, SUMUT - Peristiwa kebakaran yang melanda pabrik korek gas di Sumatera Utara (Sumut) mendatangkan luka bagi keluarga korban. …

Foto

Ternyata Pabrik Korek Api yang 'Panggang' Puluhan Orang Itu Ilegal

RIAUBOOK.COM, SUMUT - Kejadian kebakaran pabrik korek api gas di Sumatera Utara (Sumut) mengundang perhatian publik, dan setelah ditelusuri ditemukan…

Foto

Pidato Kekalahan

RIAUBOOK.COM - Ksatria sesungguhnya tidak harus menang dalam pertempuran, kadang harus merelakan kekalahan demi persatuan yang menguatkan satu sama lain."I…

Foto

Ahli Capres 01 Memukau, Begini Kesaksiannya di MK

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Sidang lanjutan gugatan hasil perhitungan suara Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta kali ini menghadirkan…

Foto

Fakta Persidangan Korupsi Pipa PDAM Inhil, Hakim Ungkap Keterlibatan Wabup Bengkalis

RIAUBOOK.COM - Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, turut terlibat dalam penyimpangan proyek pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir,…

Foto

Polda Enggan Sandangkan Status Tersangka Wabup Bengkalis, Gerhana Lapor ke Irwasum Polri

RIAUBOOK.COM - Dewan Pimpinan Nasional LSM Gerakan Himpunan Anak Nusantara Tunas Bangsa (Gerahana Tunas Bangsa) melaporkan sekaligus memohon pengawasan atas…

Foto

Terkait Kasus Pipa PDAM Inhil, Irwasum Polri Komjen Moechgiyarto Bakal Tindak Aparat Nakal

RIAUBOOK.COM - Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH, M.Hum yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas…

Foto

Telaah Kasus Korupsi Pipa Inhil, Status Wabup Bengkalis 'Digantung'

"SEJATINYA hukum menjadi perisai kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara, penegakkan hukum adalah benteng utama keadilan" -- Albert Schweitzer, filosof Jerman.…

Foto

Wabup Bengkalis Muhammad Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Pipa Rp3,4 Miliar

RIAUBOOK.COM - Pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Provinsi Riau dikabarkan telah menetapkan status tersangka untuk Wakil Bupati Bengkalis…

Foto

Mantan Kepala Staf TNI AD Tersangka Kepemilikan Senjata Api Sudah Ditahan

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebelumnya juga ditetapkan sebagai tersangka…

Foto

Komjen Polisi Tersangka Dugaan Makar, Ini Profile Sofyan Jacob

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal Muhammad Sofyan Jacob ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar pada 22…

Foto

Ini Daftar Loyalis Prabowo-Sandi yang Dijebloskan ke Penjara

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Usai Pilpres 2019 sejumlah loyalis Paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sijebloskan ke penjara dengan perkara…

Foto

Prabowo Pincang, Luhut Sarankan Masuk Rumah Sakit Angkatan Darat

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Calon Presiden RI nomor 02 Prabowo Subianto dikabarkan tengah sakit hingga harus berjalan pincang, LuhutBinsarPandjaitanmenyarankan dia untuk…

Foto

Jabat Tangan Mesra Megawati untuk SBY di Pemakaman Ani Yudhoyono, Begini Suasananya

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputeri menjabat tangan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sambil…

Foto

Kronologi Lengkap Upaya Pembunuhan Para Jenderal Pro Jokowi

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menjelaskan, kronologi upaya pembunuhan ini bermula sejak 1 Oktober 2018…

Foto

Terungkap! Mantan Kopassus, Marinir dan TNI AD yang Mau Bunuh Luhut, Wiranto, BG dan Gories Mere

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Kasus kerusuhan 22 Mei masih menyisakan luka, sebelumnya Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengungkapkan empat pejabat negara…

Foto

Danjen Kopassus Sarwo Edhie Sahabat Ahmad Yani Ungkap Penculikan Para Jenderal, Ayah Ani Yudhoyono

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Tangisan mendalam bagi Indonesia, sang Ibu berpulang, dialah Ani Yudhoyono, mantan Ibu Negara anak dari Jenderal (Purn)…

foto

Pendidikan