Media dan Kemaslahatan Sosial

SEBEBAS apa pun ruang yang dibuka oleh atmosfer kemerdekaan pers dewasa ini, kepentingan kemaslahatan dan kemanusiaan tetap merupakan mahkota yang harus dijaga dan ditegakkan dalam berjurnalistik.

"Pesan moral" ini mengemuka sebagai simpulan atas respons terhadap wacana model pemberitaan tentang virus Corona. Kinerja kewartawanan dan kemediaan diingatkan, termasuk secara formal melalui surat edaran Dewan Pers, untuk tetap mematuhi rambu-rambu etika dan tujuan kemaslahatan sosial.

Pesan serupa (seharusnya) juga direfleksikan oleh model pemberitaan tentang musibah banjir di Ibu Kota RI, belum lama berselang. Rata-rata pemberitaan banjir Jakarta, menurut penilaian saya, terasa lebih berkecenderungan mengumbar ekspresi syahwat politik ketimbang memuarakan solusi teknis yang efektif dan semangat kemanusiaan. Media seolah-olah membuka diri, menyediakan ruang bagi kepentingan-kepentingan politik kekuasaan yang bertarung head to head.

Jurnalisme hakiki, apabila kita meresapinya sebagai tugas etis, memang seharusnya mengetengahkan orientasi yang tidak kalah penting ketimbang hanya eksplorasi mengenai eksklusivitas unggahan informasi demi kepentingan survivalitas perusahaan media.

Orientasi itu adalah kepentingan kemanusiaan. Pertanyaannya, apakah tujuan berjurnalistik sekadar menumpang jiwa bisnis media, atau sebaliknya? Atau boleh jadi pula, punya jalan tengah yang keberiringan antara ideologi media dan tujuan membangun perusahaan yang sehat?

Kondisi perusahaan yang sehat tidak selalu dihadirkan oleh kemenangan rating atau unjuk viral dari model-model bermedia yang bermagnet penyajian sensasi. Yang harus dibangun adalah justru bagaimana good news menjadi penyangga bagi kekuatan berita-berita yang mengilhami atau inspirational news.

Sensasi dan magnetnya ada pada kehendak mewujudkan impian masyarakat tentang keteladanan, kebutuhan akan contoh-contoh kisah sukses dari para "hero" dalam berbagai bidang kehidupan. Model jurnalistik ini akan menjadi semacam "klinik" yang memberi pencerahan kepada masyarakat.

Nalar inspirational news ini tidak lantas membatasi sifat kritis media yang menjadi representasi kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan negara dan pemerintahan di semua lini. Fungsi media untuk memberi informasi dan mengedukasi -- sebagai wujud ekspresi kemerdekaan pers -- tetap melekat, karena orientasi sajian pemberitaan adalah untuk kontribusi menciptakan kemaslahatan bersama.

Tujuan Kemanusiaan

Sikap etis dalam pemberitaan virus Corona dan banjir Jakarta, dari perspektif ini, adalah untuk tujuan kemanusiaan menyelamatkan bangsa. Peran ini boleh jadi amat berat disangga oleh realitas kekuatan wartawan dan media, akan tetapi sebagai representasi masyarakat untuk menyalurkam pendapat, etika kewartawanan dan bermedia ini menjadi moralitas profetik yang harus terawat dan konsisten ditransformasi sebagai "laku". Dan, seperti pada peristiwa virus Corona inilah dunia media kita mendapat ruang nyata untuk unjuk keberpihakan kepada maslahat.

Seperti terkutip dari buku Adab Jurnalistik, makin banyak bukti betapa media berperan secara determinatif dalam menemukan, mengangkat, membuka, lalu mendorong penyelesaian persoalan-persoalan publik.

Keterangkatan kasus-kasus korupsi, penangkapan bandar karkotika, dan berita-berita di seputar terorisme juga memperlihatkan peran masif media untuk membangun kemaslahatan publik.

Kegairahan orang-orang media boleh jadi tak hanya didorong oleh orientasi "kebaikan" sebagai jabaran fungsi ideal berjurnalistik, karena memang terdapat sisi-sisi lain yang terkait dengan perkembangan praksis jurnalisme lantaran perkembangan pesat teknologi informasi (Amir Machmud NS: 2017).

Tata krama pemberitaan di seputar virus Corona merupakan bentuk keterlibatan yang berorientasi pada produk "kebaikan bersama". Yakni agar tidak menimbulkan peningkatan kepanikan, memberi pengetahuan untuk bersikap preventif, mendorong hidup yang lebih sehat, menguatkan kemampuan teknis wartawan dan media dalam mengemas pesan-pesan, dan mengelola kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah.

Dari sisi kewartawanan, tentu bertujuan agar tidak muncul bias dalam penyajian informasi yang justru kontraproduktif dengan tujuan berjurnalistik dan bermedia.

Model itu tentu sama dengan idealita tata krama di seputar pemberitaan banjir. Yakni agar media tidak terjebak di tengah pertarungan politik yang secara verbal tampak dan terasa dari aneka pernyataan, baik dari lingkaran Anies Baswedan cs (Pemerintah DKI Jakarta) maupun dari lingkaran oposannya, termasuk dari kalangan pemerintah pusat.

Keterjebakan pada kampanye politik yang saling memojokkan itu berpotensi bias untuk melalaikan tugas utama berupa ikhtiar menemukan "kebenaran jurnalistik" yang memberi kontribusi terhadap solusi efektif dalam manajemen pengendalian banjir di Ibu Kota.

Kalau sikap itu kita maknai sebagai misi jurnalisme, maka pijakan pada kode etik akan menuntun praktik berjurnalistik kita sebagai seorang "wartawan negarawan".

Bukankah, seperti disampaikan oleh Bill Kovach dan Tim Rosenstiel dalam buku legendaris Elemen-elemen Jurnalisme, kode etik dan misi jurnalisme menghasilkan kesaksian yang sama?

Tujuannya, seperti dalam Kode Etik American Society of Newspaper Editors, "untuk melayani kesejahteraan umum dengan menginformasikan berita kepada orang-orang".

Pernyataan yang kemudian menjadi klasik dalam praksis ini adalah, "Berikan sinar, dan orang-orang akan menemukan jalan mereka sendiri" (Kovach & Rosenstiel: 2004).

Dari pemaknaan untuk tujuan kebaikan bersama, inilah sejatinya nalar "jurnalisme inspiratif" yang harus terus menerus kita rawat dan kembangkan.

Oleh Amir Machmud NS, wartawan senior dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah.

foto

Terkait

Foto

Seperti Ini Wajah Allah SWT

RIAUBOOK.COM - Serombongan cendekiawan Nasrani yang dipimpin oleh seorang uskup mendatangi Ali bin Abi Thalib yang dikenal sebagai salah satu…

Foto

Tanda Akhir Zaman, Begini Kronologi Terjadinya Perang Dajjal

RIAUBOOK.COM - Dunia yang kita tinggali telah mengenal dua perang besar, yaitu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Kelak,…

Foto

Pentingnya Bahasa Indonesia

RIAUBOOK.COM - Pemerintah memiliki semangat yang sangat besar dalam menjadikan bahasa I donesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Semangat itu…

Foto

Peramal Ini Nyatakan Donald Trump Penyebab Utama Perang Dunia dan Kiamat?

RIAUBOOK.COM - Seorang peramal ternama, Nostradamus, pernah meramalkan tentang kemunculan sosok berani dan tak tahu malu yang menuntun pada perang…

Foto

Ketika Hukum Sudah di Kaki

HUKUM kata yang kerap terdengar ditelinga setiap insan, dan hukum menjadi tombak keadilan bagi setiap negara untuk melaksanakan keadilan. Tua-muda,…

Foto

Dagelan Sidang Bahadur Nagari Gumarang

TANGAN Tuhan mengayunkan palu, getaran dan suaranya begitu sayu, tanda dimulainya sidang lanjutan para bahadur, pengasuh anak nagari. "Baik kita…

Foto

'DMA' Syamsuar

SEPERTI balapan dalam lintasan buruk, seorang rider memang harus penuh kehati-hatian dalam mengendalikan kuda besi. Kondisi suhu udara dan cuaca…

Foto

Bunga-bunga Alahan Panjang

MATAHARI begitu indah, sinarnya menghangatkan kehidupan di tengah hembusan udara sejuk yang menyegarkan ragam bunga di kawasan Danau Kembar, Alahan…

Foto

Merindu

BUNGA ungu depan rumah itu, kemarin menyambut dengan mekarnya yang indah, harum mawar seakan menaruh haru pulangnya perantau merbau. …

Foto

Subur Nagari Minang Kabau

Pumpunan Fazar Muhardi/RiauBook.com TANAMAN kehidupan melembab seketika saat embun turun hingga menyentuh tanah di perbukitan lereng pusako Merapi dan Singgalang.…

Foto

Setelah Jokowi, Ini 4 Milenial Anak Penguasa Diprediksi Nyapres 2024, Siapa yang Anda Pilih?

RIAUBOOK.COM - PascaPilpres 2019, banyak pihak telah memprediksi keseruan Pemilu selanjutnya pada 2024 walau pesta demokrasi itu baru akan berlangsung…

Foto

PAN Diprediksi Raih Kursi Ketua DPRD Siak, Gustimar Calon Kuat?

RIAUBOOK.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) santer terdengar memenangi pertarungan pemilihan legislatif (pileg) 2019 di Siak, otomatis partai yang berlambang…

Foto

Pemilu Berlalu Pangkat dan Derajat Sudah Tercatat, Oleh Bagus Santoso

RIAUBOOK.COM - Setelah melalui masa panjang yang melelahkan kampanye hampir 7 bulan, tepatnya dimulai tanggal 23 september 2018 dan berakhir…

Foto

Memaknai Kalimat Optimistis Jokowi dan Kejujuran Nasib Bangsa oleh Prabowo

RIAUBOOK.COM - Jelang Pilpres 17 April 2019 situasi keamanan dan ketertiban masyarakat kian memanas akibat politisi elite yang kerap beradu…

Foto

Jokowi Menang

KEKUATAN politik layaknya alutsista, diukur dari seberapa tangguh amunisi yang dimiliki untuk menghancurkan musuh-musuhnya.Dalam pertarungan Pilpres 2019, tidak dipungkiri pasangan…

Foto

Riau Menuju 'Wajib Belajar 12 Tahun'

Pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam pembangunan nasional, dengan adanya pendidikan, masyarakat akan lebih maju dalam pemikirannya.Pemikiran masyarakat yang…

Foto

Plt Sekum PKS INHU: Hari-hari Kami adalah Perjuangan

RIAUBOOK.COM - Opini Oleh Padli, S.Pd (Plt Sekum PKS INHU)Menggalang dana sekaligus menjadi relawan yang langsung turun ke lapangan di…

Foto

Akhirnya Pelabuhan PDS Segera Akan Difungsikan Menjadi Ini

RIAUBOOK.COM - Sekian tahun terbengkalai dan tidak pernah difungsikan, akhirnya pelabuhan Parit Dua Satu (PDS) yang dipandang hanya bangunan mangkrak,…

Foto

Agar Hubungan Asmara Langgeng, Ini Tipsnya

RIAUBOOK.COM - Setiap pasangan menginginkan kebahagiaan yang langgeng, namun tidak semuanya mendapatkannya karena berbagai faktor yang memicu terjadinya perpecahan.Mereka harus…

Foto

Fiksi Ekonomi Sandi

RIAUBOOK.COM - Nama Sandiaga Salahuddin Uno atau yang akrab dikenal Sandiaga Uno tidak asing bagi masyarakat di Provinsi Riau.Pengusaha sukses…

foto

Pendidikan