The Guardian/Cengiz Yar

Sabtu, 25 Maret 2017 - 22:16 WIB 17870000

Mengerikan, Serangan Bom Bertubi-tubi, 150 Orang Tewas

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 150 orang dilaporkan tewas dalam serangan bom yang bertubi-tubi beberapa hari hingga, Jumat (24/3/17).

Mayat bergelimpangan akibat serangan paling mengerikan dari koalisi AS ke Mosul Barat, Suriah. Suasana sekitar lokasi senyap tanpa suara, tidak ada suara yang terdengar, baik anak-anak maupun orang dewasa karena semuanya meninggal dunia.

Banyak diantara mayat yang ditemukan itu tertimbun runtuhan bangunan. Tim penyelamat yang tiba di lokasi kejadian, tak seorang pun ditemukan hidup.

Dilaporkan The Guardian, Sabtu (25/3/2017), telah menimbulkan pertanyaan baru tentang peraturan keterlibatan koalisi AS dalam perang saudara di Suriah.

Hampir seminggu, para tetangga dari tiga rumah itu berusaha mengais-ngais puing bangunan karena tak ada alat berat.

Mereka mencari 150 orang yang terkubur reruntuhan dari tiga rumah yang hancur oleh serangan udara koalisi AS di Mosul barat.

Gambaran lengkap tentang kekejaman serangan koalisi AS itu terus muncul, setelah sedikitnya 20 mayat ditemukan, Jumat (24/3/2017) pagi.

Sampai pada Sabtu (25/3/2017), sekitar 80 mayat telah ditemukan dari sebuah rumah yang dijadikan tempat berlindung setelah mereka melarikan diri.

Puluhan lainnya masih tertimbun dalam insiden tunggal yang paling mematikan bagi warga sipil dalam perang koalisi AS melawan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Tim penyelamat yang berusaha membongkar timbunan puing juga telah tewas dalam serangan susulan yang digambarkan sebagai serangan "tiada henti dan paling mengerikan" itu, demikian The Guardian.

Militer AS mengatakan, pihaknya sudah meluncurkan penyelidikan atas serangan yang dituduhkan kepada pasukan koalisi itu.

Kololnel Joseph Scrocca, dari Komando Koalisi AS di Baghdad, mengatakan, koalisi sedang menyelidiki secara cermat dan transparan tentang jatuhnya korban sipil dalam serangan itu.

Penduduk setempat mengatakan, militan ISIS telah menempatkan penembak jitu di atap rumah yang menjadi tempat berlindung bagi banyak warga sipil.

Hal ini telah menimbulkan pertanyaan baru tentang aturan keterlibatan AS dalam perang melawan kelompok teror, setelah dua serangan udara AS sebelumnya menewaskan 90 orang.

Warga di Mosul Jadida mengatakan, sebenarnya tidak ada anggota ISIS yang bersembunyi di antara warga sipil sekalipun puluhan militan masih bertahan dari serangan pasukan khusus Irak di bagian lain Mosul barat.

"Kami semua mengenal satu sama lain, dan kebanyakan kami bersaudara," kata Majid al-Najim (65), saat dia berdiri merapi mayat keponakannya di pemakaman setempat.

Penggali kubur menyiapkan kuburan saat orang-orang menangis di sekelilingnya, Jumat, untuk menguburkan para korban yang telah lebih awal ditemukan.

"Dan semua keluarga kerkumpul di salah satu dari tiga rumah. Kami dari keluarga Jabour, Dulaim, dan Tai," katanya.

"Pada hari itu, serangan udara dimulai sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Kami awalnya bersembunyi di rumah itu, tapi kami semua keluar sebelum jet tempur kembali," kata Najib.

Ada tiga jam jedah antara warga keluar dari rumah yang diserang menuju sebuah rumah yang lain, yang dinilai aman untuk berlindung.

"Ada anak-anak berteriak di bawah reruntuhan. Tetapi tidak ada yang datang untuk menolong mereka. Polisi mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan," katanya.

Presiden AS, Donald Trump, awal tahun ini telah menginstruksikan peninjauan kembali aturan keterlibatan koalisi AS dalam perang melawan ISIS di Irak dan Suriah.

Dalam berbagai serangan koalisi AS selama ini, Washington selalu berkilah bahwa tak ada korban sipil dalam serangan mereka.

Insiden di Mosul barat kembali menggugat keterlibat AS tersebut. Terutama setelah beredar luas laporan tentang kematian warga sipil yang mencapai hampir 150 orang itu. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Bram Takana HS

Berita Terkini

Tersandung Kasus Narkoba, Ridho Rhoma Ditangkap

Sabtu, 25 Maret 2017 - 21:37 WIB

Lima Berita Populer RIAUBOOK.COM

Sabtu, 25 Maret 2017 - 15:22 WIB

Jepang Rekor ' Bunuh Diri ' Tertinggi di Dunia

Jumat, 24 Maret 2017 - 14:11 WIB

Astaga... Balita di Dumai Dikabarkan Nyaris Diculik

Jumat, 24 Maret 2017 - 01:55 WIB

Polisi Tangkap 7 Orang Terkait Teror London

Kamis, 23 Maret 2017 - 15:26 WIB

Manajer JKT48 Diduga Gantung Diri

Rabu, 22 Maret 2017 - 23:26 WIB

Mobil Presiden Joko Widodo Mendadak Mogok

Selasa, 21 Maret 2017 - 09:23 WIB

Seorang Polwan Ditabrak Angkot Hingga Terpental

Minggu, 19 Maret 2017 - 22:05 WIB

Ponsel Terbakar, Seorang Pengunjung Toko Buka Celana

Minggu, 19 Maret 2017 - 11:24 WIB

Bupati Bengkalis Sambut Kapolda di BSL

Kamis, 16 Maret 2017 - 15:38 WIB

Sebuah Mobil Terbang ke Atas Genteng

Kamis, 16 Maret 2017 - 15:19 WIB

Kapolda Datang, Gelper di Bengkalis Tutup

Kamis, 16 Maret 2017 - 08:53 WIB

Kecelakaan di Bundaran LAM Siak, Tiga Orang Terluka

Rabu, 15 Maret 2017 - 15:13 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize