Foto @Mustakim

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:36 WIB 21310000

Andi Rachman Berpotensi Menang Pilgubri 2018

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh Mustakim, M.Pd

Menanggapi status FB "Juprizal Humam" (PDI Untung Andi Rachman Rugi; Partai pendukung Penista Agama vs Orang Minang)

Perlu kiranya saya menanggapi status FB "Juprizal Humam" sebagai upaya Edukasi kepada masyarakat secara umum.

Semua umat manusia (tidak hanya politisi) akan merasa beruntung jika telah menyepakati sebuah kerjasama, dan apalagi seorang calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Tak banyak politisi yang mampu menjalin kerjasama dalam hal ini. Tak banyak pula politisi yang mampu "menyelaraskan" antara kemampuanya dan ambisinya. Saya melihat Pak Andi dan Pak yatno (begitu panggilan akrabnya) sangat berpotensi memenangkan Pilgubri. Energinya di bawah sudah terasa. Gressroot maksudnya.

Semua politisi dengan partainya tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan Pilkada. Itu hal yang wajar karena Partai adalah lembaga/organisasi yang legal menjalankan politik praktis demi merebut kekuasaan.

Status nomor 3 saudara Juprizal banyak mengandung kalimat tendensius kepada etnis tertentu. Saya jelaskan saudara bahwa pada hakikatnya setiap manusia ciptaan Allah SWT. Mungkin sebagian kaya raya dan sebagianya melarat. Bisa kaya raya mampu memahami jalan menuju kekayaan. Itu adalah Sunnatullah/hukum alam/hukum kausalitas) saya justru ingin bertanya kepada saudara Juprizal sebagai mantan aktivis, kenapa saudara justru mempermasalahkan orang kaya dari etnis China atau Batak? Bukankah setiap etnis di Indonesia (tanpa harus membeda-bedakan) ada yang kaya ada juga melarat? Bukankah orang Melayu, jawa, minang, mandailing, banjar, bugis dll juga banyak yang kaya raya dan melarat juga? Orang kaya adalah contoh positif bagi siapapun yang ingin sukses dalam mengembangkan ekonomi. Jangan mempermasalahkan orang kaya hanya karena tidak satu suku dengan saudara? Menurut saya ORANG KAYA ADALAH CONTOH POSITIF BAGI SIAPAPUN. Karena Islam juga menganjurkan agar umatnya kaya. Jika saudara ber-empati kepada orang miskin maka bekali mereka dengan ilmu dan kegigihan. Jangan mengumbar kebencian dengan motif kecemburuan ekonomi. Itu sama sekali tidak berfaedah apa-apa bagi masyarakat. Justru sentimen suku dan agama yang akan merusak mental kemanusiaan.

Status saudara no 4 ini tidak menunjukan fakta yang benar di lapangan. Maka saran saya sekali-kali mainlah ke Rokan Hilir, Negeri yang di kenal dengan "seribu kubah". Sebuah daerah di ujung barat laut Negeri Riau yang majemuk dengan mayoritas Muslim taat dan moderat.

Sebagai politisi (sebagaiamana layaknya para politisi) pak Andi juga berharap seluruh partai akan mendukungnya. Namun setiap partai pada ahirnya harus menentukan sikap cepat atau lambat. Maka kita doakan agar pak Andi di dukung oleh partai-partai yang lain. Tak hanya Golkar dan PDI saja. Insya Allah.

Sebagai anak Riau kita lebih "afdhal" dengan mengutamakan identitas ke-riauan yang plural daripada menarik narik issue primordial yang sebenarnya tidak relevan lagi dalam perkembangan Demokrasi modern.

Jika kita sama-sama makan dari hasil bumi Riau dan minum dari tanah Riau maka Riau adalah Ibu pertiwi. Riau sebagai "The Home land Of Melayu" sebagai tanah air Melayu tidak boleh di nomor duakan. Riau tetap Nomor satu bagi warganya, titik.

Jika saudara ingin memaksakan diri berupaya menarik-narik kasus Ahok di Jakarta nun jauh disana, untuk "menyerang" pak Andi dan pak Yatno itu sungguh sangat-sangat tidak relevan saudaraku. Baik pak Andi maupun pak Yatno adalah orang yang sangat ber-etika dan mungkin etika saudara belum ada apa-apanya (menurut saya) dibanding beliau berdua. Pak Andi dan pak Suyatno orang yang berhati hati dalam setiap ucapan dan tindakanya.

Sebaiknya saudara bertabayyun dengan seluruh kader partai PDI-P karena bisa jadi tuduhan-tuduhan saudara Juprizal hanya berbuah penyesalan di "Yaumul mizan". Setahu saya kader PDI-P juga Muslim yang taat. Dan satu hal lagi, jika ada seorang muslim mendukung penistaan atas agamanya sendiri itu adalah hal yang mustahil menurut akal sehat. it's Imposible! dengan kata lain; Tidak mungkin orang beragama akan mendukung penistaan agamanya sendiri. hal itu tidak lebih hanya sebuah tuduhan sahaja.

Bahkan melabeli/memfitnah PDI-P (itu artinya seluruh kader) sebagai pendukung penista agama adalah hal yang ngawur. Kemudian "tuduhan itu" berpotensi menyeretmu kedalam kerak Neraka. Ingatlah ayat Alquran yang artinya: "Fitnah lebih dahsyat dari pembunuhan" Maka Budayakan Tabayyun jika saudara benar mencintai Allah dan RosulNya. Wallahu Alam.

*Penulis adalah Anak Riau yang bangga dengan Riau, aktif di DPD KNPI Provinsi Riau. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini
Opini:

PDIP Untung, Andi Rachman Rugi

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:16 WIB
Opini Fahri Hamzah:

The Real People Power

Senin, 18 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Aksi Cuma Omong Doang

Senin, 18 Desember 2017 - 21:38 WIB
Tausyiah Ustad Felix Siauw

Al-Aqsha di Hatimu

Senin, 18 Desember 2017 - 20:57 WIB

Baca Garis Tangan, Konon Katanya Menentukan Masa Depan

Minggu, 17 Desember 2017 - 23:30 WIB
Dunia Islam:

Bela Al-Aqsha

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:48 WIB
Opini:

Polemik Putusan MK

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:31 WIB
Opini:

Tuntaskan Kasus Begal Sekarang Juga

Jumat, 15 Desember 2017 - 00:19 WIB
Opini:

Tapak Kilas Kemesraan Indonesia, Mesir dan Palestina

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Kelak Di Hadapan Allah

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:40 WIB
Al-Aqsha Menunggumu

Perhatian dan Perhatikan

Kamis, 14 Desember 2017 - 00:54 WIB
Opini:

Membalik Logika

Rabu, 13 Desember 2017 - 17:04 WIB
Opini Fahri Hamzah:

Ustad Abdul Somad, Tadzikrah Bagi Bangsa

Selasa, 12 Desember 2017 - 21:24 WIB
Dunia Islam:

Abdul Hamid II dan Baitul Maqdis

Selasa, 12 Desember 2017 - 13:30 WIB

Riau dan Yogyakarta

Selasa, 12 Desember 2017 - 10:35 WIB

Atas Nama NKRI dan Pancasila

Senin, 11 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Baitul Maqdis Pusat Negeri Mukmin

Senin, 11 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Antara Mengaku dan Diakui Berbhineka

Senin, 11 Desember 2017 - 14:57 WIB
Dunia Islam:

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

Jumat, 08 Desember 2017 - 10:51 WIB
Opini:

Efek Doa

Rabu, 06 Desember 2017 - 21:09 WIB
Dunia Islam

Allah Pemberi Hidup

Selasa, 05 Desember 2017 - 19:35 WIB
Reuni 212

Persatuan Atas Rahmat Allah

Minggu, 03 Desember 2017 - 14:22 WIB

Keris 'Sakti' Rahasia Dinasti

Sabtu, 02 Desember 2017 - 11:19 WIB

Tugu Antikorupsi, Kebanggaan Riau yang Luntur

Kamis, 30 November 2017 - 02:17 WIB

Hukum dalam Negeri Seni Politik

Senin, 27 November 2017 - 15:08 WIB

Pesek yang Menjelaskan

Jumat, 24 November 2017 - 00:18 WIB
Opini

Muslim, Mengapa Politik Menarik

Rabu, 22 November 2017 - 16:16 WIB
Opini

Ini Bukan Soal SN

Selasa, 21 November 2017 - 17:04 WIB

Mafia Negara, 'Shame on You'

Selasa, 21 November 2017 - 00:28 WIB

Masukkan Aku Dalam Daftarmu

Minggu, 19 November 2017 - 22:57 WIB

Menawar Harga untuk Satu NKRI

Minggu, 19 November 2017 - 20:00 WIB
Opini

Manuver Politik KPK

Jumat, 17 November 2017 - 23:36 WIB
Dunia Islam

Sedikit Tentang Ilmu

Jumat, 17 November 2017 - 09:17 WIB

Jangan Sampai Hukum seperti Sarang Laba-laba

Jumat, 17 November 2017 - 07:07 WIB

Benang Menang Merah Antara HAM dan Kebebasan

Kamis, 16 November 2017 - 13:34 WIB

Cerdas Memilih di Tengah Kemajuan Teknologi

Senin, 13 November 2017 - 13:36 WIB

Pancasila dan Orang Indonesia

Jumat, 10 November 2017 - 21:59 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize