Bupati Siak Syamsuar (tengah) foto di Barak peninggalan Belanda. (ist)

Selasa, 01 Januari 2019 - 00:51 WIB 17830000

Magnet Baru Pariwisata Siak, Tangsi Belanda Peninggalan Masa Zaman Kolonial Siap Manjakan Pengunjung

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Bupati Siak Syamsuar, optimis kawasan Tangsi Militer atau Barak peninggalan Belanda setelah di buka akan ramai dari kunjungan wisatawan. Ini merupakan destinasi baru yang ada di kota Siak, dan menambah khazanah objek wisata yang ada di Kabupaten Siak.

"Tangsi belanda ini juga termasuk ke dalam kawasan cagar budaya kesultanan Siak setelah Istana Siak, ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan SK Kementrian PU dalam penetapan Siak sebagai Kota Pusaka," kata Syamsuar, saat meninjau Tangsi Militer Belanda yang masih direnovasi, yang terletak di Benteng Hulu Kecamatan Mempura Siak Sri Indrapura, Senin (31/12/2018) sore.

Tidak hanya Syamsuar yang hadir pada petang itu, juga hadir Asisten Admintrasi Umum Setda Kabupaten Siak Jamaluddin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) Irving Kahar Arifin.

Diakui Syamsuar, belum seluruh bangunan yang ada di kompleks tangsi Belanda ini di pugar, baru gedung depan yang di Revitalisasi tanpa merusak arsitektur asli yang dibiayai oleh APBN dari Kementerian PUPR.

Bangunan dua lantai bergaya kolonial ini menyimpan banyak jejak sejarah. Cagar budaya berusia lebih dari 100 tahun ini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Siak. Revitalisasi tanpa merusak arsitektur asli dibiayai APBN dari Kementerian PUPR.

Bangunan Tangsi Militer Belanda ini memiliki arsitektur yang unik, seperti struktur bangunan pintu masuk utama yang diperkuat baja pelengkung. Selain itu seluruh bangunan tidak menggunakan baja tulangan. Sirkulasi udara dengan jendela-jendela kayu type Krepyak, menjadi perlintasan angin sepoi-sepoi dari arah sungai. Teduh. Sejuk. Indah.

Ke depan destinasi ini akan dimanfaatkan menjadi Museum Perjuangan Masyarakat Siak sejak zaman Kerajaan dulu. Selain bangunan utama, telah dibangun juga bangunan tempat tinggal Opas.

Awalnya bangunan dengan struktur kayu ini hanya menyisakan pondasi batu dan tangga masuk. Namun Tim Ahli Cagar Budaya Nasional berhasil membangunnya kembali berdasarkan data dan foto-foto lama.

Nantinya bangunan konstruksi kayu ini akan dimanfaatkan sebagai ruang galeri foto-foto heritage dan juga Cafe dan Resto yang sifatnya sebagai pemanfaatan bangunan cagar budaya yang mempunyai nilai tambah. (RB/Agus)

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Es Air Mata Pengantin Kalahkan Jakarta dan Bukittinggi

Sabtu, 24 November 2018 - 19:39 WIB

Tradisi Mandi Safar di Bengkalis, Untuk Tolak Bala

Kamis, 08 November 2018 - 14:27 WIB

Tempat makan enak yang cuma ada di Bali

Senin, 29 Oktober 2018 - 16:08 WIB

Belum Banyak Tahu, Ini Jadwal Festival Pantai Rupat

Kamis, 04 Oktober 2018 - 13:15 WIB

Bersepeda Melintasi Sejumlah Destinasi Wisata di Riau

Jumat, 14 September 2018 - 10:31 WIB

Dari Makasar Sampai Teluk Jering

Senin, 03 September 2018 - 12:52 WIB

Ajakan Tyas Mirasih ke Pulau Cinta Kampar

Senin, 03 September 2018 - 12:07 WIB

Lewat Instagram Tyas Mirasih Promosikan Teluk Jering

Sabtu, 01 September 2018 - 10:00 WIB

Ada Artis Mau Berkunjung ke Teluk 'Jengkol' Kampar

Jumat, 31 Agustus 2018 - 09:48 WIB

Pesta Masyarakat Desa Pulau Gadang ala Zaman Kuno

Kamis, 30 Agustus 2018 - 10:05 WIB

Pertama di Kampar, Pacu Sampan Sei Tarap Berdayung

Minggu, 26 Agustus 2018 - 10:53 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize