Usai dilantik, Bupati Siak H Alfedri memberikan selamat kepada seluruh Bapekam 4 Kampung RI Mempura. (RB/Agus)

Selasa, 23 April 2019 - 21:19 WIB 9230000

Lantik Anggota Bapekam di Mempura, Ini Pesan Alfedri

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 36 orang pengurus Badan Permusyaratan Kampung (Bapekam) se-Kecamatan Mempura Periode 2019-2025 dari 4 kampung dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Siak Alfedri, Selasa (23/4/2019). 4 Kampung tersebut yaitu Kampung Koto Ringin, Paluh, Benteng Hilir dan Benteng Hulu.

Alfedri mengajak anggota Bapekam yang baru dilantik untuk merangkul semua pihak dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada warga. Dirinya berpesan agar anggota Bapekam mempelajari dan memahami tugas, kewajiban, serta wewenangnya dan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Kepada seluruh anggota Bapekam, supaya bersinergi dalam pengelolaan pembangunan karena Bapekam adalah mitra pemerintahan Kampung yang juga merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan Kampung" kata Alfedri.

Dirinya mengapresiasi dalam kelembagaan Pemerintahan Kampung tersebut terdapat sejumlah kaum hawa. Artinya ada peran wanita yang juga memiliki kesempatan dan tanggung jawab yang sama dengan laki-laki dalam proses pembangunan bangsa.

"Saya berharap jumlah perempuan dalam ruang publik ini bisa lebih banyak. Namun demikian tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya secara seimbang dan profesional" jelas Alfedri.

Alfedri bilang, peran dan fungsi Bapekam itu adalah sebagai legislatif tetapi bukan lembaga legislatif. Karena, lembaga legislatif itu hanya ada di negara atau ditingkat pusat.

"Bapekam ini adalah lembaga pemerintahan Kampung. Kewenangannya adalah Pemerintahan Kampung, tetapi fungsinya sebagai legislatif" imbuhnya.

Diujung sambutannya, Alfedri menyampaikan bahwa, anggaran kampung/desa bisa digunakan untuk membuat objek wisata. Hal ini untuk menunjang visi Kabupaten Siak menjadi salah satu tujuan wisata di Sumatera.

Camat Mempura Desi Fefianti menambahkan, Penghulu dan Bapekam ini seperti layaknya pasangan suami istri. Maksudnya bahwa, Bapekam dan Penghulu itu kedudukannya setara, maka harus sinkron, dan tak boleh saling menjatuhkan, tetapi saling mengingatkan jika ada yang keliru.

"Hal ini penting untuk menghindari konflik kepentingan antara Bapekam dan Penghulu. Sehingga pengelolaan pembangunan yang dilakukan akan dapat memberikan manfaat secara signifikan guna peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kampung masing-masing" kata Desi. (RB/Agus)

Share ke BBM

100000000
Agus Suhaili

Berita Terkini

Pemegang Saham Tetapkan BRK jadi Bank Syariah

Selasa, 23 April 2019 - 12:15 WIB

Polisi Sakit Kecapean Kawal Pemilu

Senin, 22 April 2019 - 09:32 WIB

SK EHA Riau Sudah Terbit

Kamis, 18 April 2019 - 11:30 WIB

Gubernur Riau Hanya Coblos Tiga Surat Suara

Rabu, 17 April 2019 - 09:46 WIB

Tahun Ini BAZNas Siak Targetkan Zakat Rp 2,1 M

Selasa, 16 April 2019 - 06:20 WIB

Surat Suara Tercecer di Kampar, Ini Jawaban Bawaslu

Minggu, 14 April 2019 - 19:05 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize