ilustrasi. (net)

Senin, 01 Juli 2019 - 18:47 WIB 9530000

Pemprov Riau Usulkan Penambahan Dua Daerah Jargas ke Pusat, Ajukan FEED di APBD-P 2019

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Riau tengah berupaya mengajukan penambahan dua daerah di wilayah setempat untuk dipasang jaringan gas (Jargas), yakni Kabupaten Siak dan Pelalawan.

Namun, untuk merealisasikan hal tersebut lebih dulu dibutuhkan kajian yang dituangkan dalam Front End Engineering Design (FEED), sebuah rancangan yang memuat lingkup menyeluruh, anggaran biaya total, waktu pelaksanaan serta penilaian resiko sebuah proyek.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Rau Indra Agus Lukman mengatakan, Pemprov Riau menarget pembangunan Jargas untuk Siak dan Pelalawan tersebut dapat mulai direalisasikan pada tahun 2020.

Dimana, pembangunan akan dilakukan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui APBN.

Sementara pada tahun ini, Perusahaan Gas Negara (PGN) lebih dulu akan membangun Jargas untuk Kota Dumai dan Pekanbaru dengan total jumlah instalasi mencapai 15.000-20.000 titik.

"Jargas itu, yang menjadi kunci pertamanya adalah daerah penghasil, kemudian kota, ini indikator yang di tetapkan oleh pusat. Jadi mereka masih mengejar untuk merealisasikan Jargas yang ada di kota dan daerah penghasil," kata Indra kepada RiauBook.com, Senin (1/7/2019) di Pekanbaru.

"Tahun 2019 ini, berdasarkan rapat Musrenbang kemarin, yang dapat itu adalah Dumai dan Kota Pekanbaru, berlanjut hingga tahun 2020. Namun, Pak Gubernur meminta agar pembangunan Jargas juga diarahkan ke daerah pesisir. Kita sudah sampaikan surat Pak Gubernur ke pusat," tambah Indra lagi.

Untuk itu, lanjut Indra, pada APBD-Perubahan tahun ini pihaknya akan mengajukan anggaran FEED Jargas tersebut. "Kenapa sampai saat ini usulan daerah itu tidak diterima, sebab belum ada Front Engineering Design-nya," ujarnya.

Indra menerangkan, alasan memilih Siak dan Pelalawan untuk diajukan sebagai daerah tambahan pembangunan Jargas, lantaran kedua daerah tersebut telah tersedia sumber gas, bahkan juga telah memiliki jarigan gas tersier yang dinilai sangat layak untuk dilanjutkan.

"Siak bahkan dari tahun 2012 sudah mengajukan, hanya saja terganjal pada FEED ini. Maka ini akan kita tuntaskan di APBD-Perubahan, insyaallah pembangunannya akan masuk di tahun 2020," tutur Indra. (RB/Dwi)

Share ke BBM

100000000
Dwi Anggera

Berita Terkini

Gubri: Qur'an Center akan Jadi Kebanggaan Kita

Rabu, 26 Juni 2019 - 16:56 WIB

Rudenim Pekanbaru Deportasi Puluhan Warga Bangladesh

Selasa, 25 Juni 2019 - 08:40 WIB

Pusat Perbelanjaan di Pekanbaru Ramai Pengunjung

Sabtu, 01 Juni 2019 - 09:02 WIB

Gubernur Riau Usul, Jembatan Siak IV Dinamai Marhum Pekan

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:33 WIB

Dua Hari di Riau, Ini Manfaat Luhut 'Pulang Kampung'

Senin, 14 Januari 2019 - 12:25 WIB

Seluruh Desa di Bengkalis Sudah Teraliri Listrik PLN

Selasa, 01 Januari 2019 - 12:15 WIB

Pendapatan Asli Daerah Riau Tembus Rp3 Triliun

Sabtu, 29 Desember 2018 - 10:11 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize