Plt. Kadiskes Pelalawan, Asril. (RB/ton)

Kamis, 01 Agustus 2019 - 22:36 WIB 7750000

Terpapar Kabut Asap, 818 Warga Pelalawan Derita ISPA

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Akibat terpapar kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam kurun waktu belakangan, sebanyak 818 warga di Kabupaten Pelalawan, Riau, dilaporkan menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan mulai mempersiapkan posko untuk penanggulangan ISPA di daerah setempat.

"Tidak hanya posko, obat-obatan serta tenaga medis dan juga masker telah mulai didistribusikan ke seluruh Puskesmas mengantisipasi makin memburuknya kualitas udara," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan Asril kepada wartawan melalui sambungan seluler, Kamis (1/8/2019).

Kata dia, pihaknya masih terus mengamati setiap perkembangan dari dampak pencemaran udara akibat kabut asap yang mulai menebal.

Berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh Puskesmas, terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit ISPA yang berkunjung ke Puskesmas maupun RSUD Selasih.

"Hingga saat ini data penderita ISPA dari tanggal 16 Juli hingga 31 Juli telah mencapai angka 818 orang," terangnya.

Apabila kabut asap mulai melewati ambang batas amas, demikian Asril, pembagian masker medis juga akan didistribusikan secara masif ke masyarakat.

"Kita akan prioritaskan kepada ibu hamil, anak balita dan anak sekolah juga lansia, karena efeknya akan lebih cepat mereka rasakan. Sedangkan bagi masyarakat, kita fokus pada penyuluhan dengan memberi informasi agar mengurangi aktifitas diluar rumah serta banyak minum air putih," jelasnya lagi.

Menurut Asril lagi, Diskes akan terus berkoordinasi dengan lintas sektoral mengantisipasi penyakit akibat dampak kebakaran hutan dan lahan tersebut

"Kita hanya fokus kepada daerah yang menjadi lokasi seringnya terjadi Karhutla, seperti bunut, langgam dan pangkalan Kuras juga Ukui," ujarnya.

Dari data yang dihimpun, Puskesmas yang paling banyak menerima pasien ISPA dalam kurun waktu setengah bulan ini adalah Puskesmas Kecamatan Bunut, mencapai angka146 penderita.

Kemudian disusul Pangkalan Kerinci dengan 137 penderita. Dan yang terkecil adalah Puskesmas Teluk Meranti dengan 12 pasien. (RB/ton)

Share ke BBM

100000000
Dwi Anggera

Berita Terkini

Tips Atasi Anemia

Minggu, 28 Juli 2019 - 19:22 WIB

Rahasia Nenek Awet Muda Seperti Anak ABG Cantik

Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:14 WIB

Alfedri, Inginkan Akreditasi RSUD Siak Naik Setingkat

Selasa, 09 April 2019 - 07:34 WIB

Waspadai Minum Kopi Berlebih, Ini Dampak Buruknya

Selasa, 09 April 2019 - 07:21 WIB

RSUD Siak Bersiap jadi Rumah Sakit Paripurna

Senin, 08 April 2019 - 18:10 WIB

Yuk Cari Tahu, Berapa Tahun Usia Jantung Kamu?

Minggu, 10 Februari 2019 - 10:05 WIB

Anak Sakai Penderita TBC Tulang Meninggal Dunia

Jumat, 28 Desember 2018 - 01:25 WIB

Waspadai DBD Saat Musim Hujan

Sabtu, 22 Desember 2018 - 09:02 WIB

Pengidap HIV/AIDS di Riau Didominasi Usia 25-29 Tahun

Senin, 03 Desember 2018 - 16:01 WIB

Dilema Rokok Membunuh dan 'Menyehatkan' BPJS

Kamis, 29 November 2018 - 22:06 WIB

Mantan Ketua DPRD Inhu Meninggal Dunia Akibat Kanker

Minggu, 04 November 2018 - 12:54 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize