Ilustrasi. (net)

Rabu, 01 Januari 2020 - 21:50 WIB 12740000

Selamat, Harga Rokok Anda Tahun Ini Naik!

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan bahwa kenaikan cukai rokok mulai berlaku hari ini (1/1/2020).

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, diputuskan kenaikan tarif cukai rokok rata-rata 23 persen. Harga jual eceran rokok juga dinaikkan hingga 35 persen.

"(Rokok yang menggunakan pita cukai mulai, Red) 1 Januari 2020 pasti naik," kata Kepala Subdirektorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Deni Surjantoro kepada Jawa Pos kemarin (31/12).

Rokok yang diproduksi sebelum 1 Januari 2020 dan masih menggunakan cukai keluaran 2019 masih diperbolehkan dipasarkan dengan harga lama.

"Untuk rokok lama dengan pita cukai lama, itu masih boleh beredar," ujarnya.

Kenaikan cukai rokok tidak berlaku untuk semua jenis rokok. Kenaikan cukai rokok berlaku untuk rokok sigaret keretek mesin (SKM) dengan kenaikan tarif 23,29 persen.

Selain itu, cukai rokok sigaret putih mesin (SPM) naik 29,95 persen dan cukai rokok sigaret keretek tangan (SKT) naik 12,84 persen.

"Sedangkan jenis produk tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu tidak mengalami kenaikan tarif cukai," terang Deni.

Soal kenaikan cukai vape, Deni memastikan bahwa hal tersebut belum diputuskan. Padahal, pemerintah sebelumnya menyatakan bakal menaikkan cukai untuk cairan rokok elektrik (vape) mulai 1 Januari 2020.

Berdasar PMK 152/PMK.010/2019, cukai vape akan naik 25 persen dari harga yang berlaku sekarang. Saat ini tarif cukai cairan vape dikenai sebesar 57 persen dari harga jualnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengakui potensi inflasi akibat kenaikan cukai rokok. Saat ini kenaikan harga rokok keretek filter rata-rata menyumbang inflasi 0,01 persen.

"Nanti kita lihat bulan Januari kalau ia (rokok) naik 35 persen seperti apa. Kalau (kenaikan) nggak seketika, nyebar ke bulan-bulan dan naiknya halus, tentu dampaknya akan semakin kecil," paparnya.

Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira menilai kenaikan cukai rokok berdampak negatif karena tidak sebanding dengan pendapatan masyarakat.

Kata dia upah minimum hanya naik 8,51 persen, sedangkan harga rokok naik 35 persen. Hal itu nanti berdampak ke penurunan daya beli masyarakat, khususnya masyarakat rentan miskin dan miskin. Sebab, sebagian besar konsumen rokok ada di kelompok tersebut.

"Sementara vape sebagai alternatif rokok kan masih kecil share-nya, tapi sudah dibebani cukai yang kelewat tinggi. Ujungnya, orang tetap beralih mengonsumsi rokok yang risikonya lebih tinggi meski harganya sama-sama naik," papar Bhima.

Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok dinilai cukup memberatkan pelaku usaha. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie mengklaim bahwa industri rokok mengalami tren yang stagnan, bahkan cenderung menurun, dalam beberapa tahun terakhir. Produksi rokok pun turun rata-rata 1–2 persen per tahun.

Imbasnya, pabrikan rokok yang gulung tikar pun bertambah banyak. Pada 2012, ungkap Muhaimin, jumlah pabrik rokok mencapai seribu. Saat ini hanya tersisa 456 pabrik. Persoalannya adalah harga rokok terus naik mengikuti tarif cukai dan biaya produksi.

"Mayoritas konsumen lebih memilih rokok-rokok value for money dengan kisaran harga Rp 15.000 sampai Rp 20.000," ujarnya.

Kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran 35 persen diyakini akan mendorong peredaran rokok ilegal.

Muhaimin mengungkapkan, Malaysia merasakan imbas kenaikan cukai rokok secara progresif pada 2015.

Sumber jpnn

Editor : Ilham Safutra

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Negara Utang Rp1,2 Triliun ke Muhammadiyah?

Minggu, 29 Desember 2019 - 09:08 WIB

Inilah Nama-nama Calon Direksi BRK, Sebagian Bermasalah

Jumat, 27 Desember 2019 - 16:15 WIB

Benarkah NU Dapat Kredit Murah Rp1,5 Triliun?

Jumat, 27 Desember 2019 - 14:09 WIB

Gerhana 2019, Mengulang Kisah Indonesia 1998?

Kamis, 26 Desember 2019 - 12:41 WIB

RUPS Jamkrida Riau Sahkan Laporan 2018, Ini Rinciannya...

Selasa, 24 Desember 2019 - 13:38 WIB

Akhir November, Utang Pemerintah Meningkat 9,53 persen

Jumat, 20 Desember 2019 - 10:10 WIB

Harga Sawit Riau Mulai Naik, Cek di Sini...

Jumat, 13 Desember 2019 - 08:34 WIB

Dua Mitra Bina RAPP Raih Penghargaan Adikriya

Rabu, 04 Desember 2019 - 08:53 WIB

BI Riau Gelar FGD Jaga Stabilitas Moneter

Selasa, 26 November 2019 - 15:51 WIB

BPS Riau Bakal Sensus Lagi, Kali ini Online

Sabtu, 16 November 2019 - 10:10 WIB

Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 Persen

Selasa, 05 November 2019 - 18:30 WIB

BI Undang Kevin dalam Talkshow 'How to Be a Vlogger'

Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:03 WIB

Komunitas Film di Riau Dapat Perhatian Bekraf

Selasa, 15 Oktober 2019 - 13:54 WIB

Ekonomi Riau Triwulan II 2019 Melambat 2,80 Persen

Kamis, 10 Oktober 2019 - 14:27 WIB

BI Kas keliling Terobos Tujuh Pulau 3T di Sumatera

Selasa, 08 Oktober 2019 - 21:48 WIB

Ahmad Syah Harrofie: Kriteria Capim BRK Harus Bersih

Kamis, 03 Oktober 2019 - 09:43 WIB

KI Riau: BRK Tak Boleh Rahasiakan Penggunaan Anggaran

Rabu, 02 Oktober 2019 - 19:56 WIB

Pupuk China 'Goyang' Pupuk Dalam Negeri

Selasa, 01 Oktober 2019 - 14:37 WIB

Aprobi Desak Jual Beli B30 Dipercepat

Kamis, 19 September 2019 - 11:34 WIB

Agustus 2019, Riau inflasi 0,22 Persen

Senin, 02 September 2019 - 14:55 WIB

Investasi Jadi Roda Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 02 September 2019 - 03:13 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize