Ist

Senin, 13 Januari 2020 - 11:08 WIB 14820000

5 Cara Cegah Stunting, Yuk Baca dan Terapkan...

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Assalamualaikum Teman-teman.

Nah, kali ini kita akan membahas sesuatu yang sangat penting yang melibatkan peran orang tua. Inforrmasi ini sangat penting bagi tumbuh kembang putra putrinya masing-masing.

Penasarankaan kira-kira kita akan membahas apa?

Eittts,sampai lupa memperkenalkan diri..hehe

Halo teman-teman semua, perkenalkan saya Desti Arnita Juandri dari jurusan keperawatan di Universitas Muhammadiyah Riau.

Salah satu masalah kesehatan yang masih belum teratasi dan angka kejadiannya yang masih tinggi di Indonesia adalah Stunting.

Apa sih yang dimaksud dengan Stunting itu sendiri? Nah, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Di Provinsi Riau sendiri angka kejadian stunting juga masih tinggi. Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat Balita penderita stunting selama 2019 sebanyak 16.275 oarang.

Angka ini dipastikan akan lebih tinggi lagi jika seluruh balita di Riau dilakukan pengecekan stunting ini.

Sejauh ini, dari 601 ribu balita di Riau, ternyata baru 149.280 orang balita yang sudah dilakukan pengukuran berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Jadi masih ada 451.720 balita yang belum sempat di lakukan pengukuran tentang gizi oleh Diskes Riau.

Jadi, baru seperempat dari jumlah balita di berbagai daerah di Riau yang sudah dilakukan pengecekan. Daerah yang sudah di lakukan pengecekan seperti Rokan Hulu, Kampar, Meranti dan Rokan Hilir.

Nah, Target yang di sampaikan oleh Diskes Riau bahwa pada tahun 2021 seluruh derah yang ada di provinsi Riau sudah di lakukan pengecekan dan bisa di masukkan kedalam lokus penanganan intervensi stunting di Riau.

Nah, teman-teman...

Gimana menurut kalian tentang fenomena Stunting di Indonesia terutama di Provinsi Riau. Ngeri ya ?

Jadi, untuk menekan lajunya angka pertumbuhan stunting di Indonesia terutama di Provinsi Riau sebenarnya dapat di cegah lho..pencegahan nya juga dapat dilakukan sejak ibu masih dalam masa kehamilan Karena stunting ini sudah bisa terjadi pada saat anak masih dalam kandungan, tetapi dampak nya baru terlihat saat anak telah berusia 2 tahun.

Pertanyaan nya, bagaimana sih cara yang dapat dilakukan untuk mencegah Stunting dimulai sejak hamil? Nah, ada banyak cara yang bisa di lakukan lho..di sini kita akan membahas 5 cara  nya menurut Kemenkes.

Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Salah satu cara yang ampuh dilakukan untuk mencegah masalah stunting pada anak-anak adalah selalu memperhatikan dan memenuhi gizi sang anak sejak masa kehamilan.

Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter.

Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses masa kehamilan juga sebaiknya selalu rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.

Memberikan ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

Ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, Veronika Scherbaum menyatakan air susu ib (ASI) ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro.

Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI selama enam bulan kepada sang buah hati. Kenapa sih ASI itu penting dan dapat mencegah stunting?

Karena Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

Dampingi ASI dengan MPASI sehat

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI.

Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting.

WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut harus dikonsultasikan dulu kepada dokter

Terus memantau tumbuh kembang anak

Dari segi fisik, anak yang mengalami stunting biasanya mempunyai postur tubuh lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya. Jadi, penting bagi ibu untuk terus memantau tumbuh kembang anaknya, terutama dari tinggi dan berat badan anak. 

Salah satu nya nya adalah dengan membawa sang buah hati rutin ke posyandu maupun klinik khusus anak.

Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

Selalu jaga kebersihan lingkungan

Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka yang kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting.

Studi yang dilakukan di Harvard Chan School menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia. Jadi,  kita juga harus selalu menjaga kebersihan lingkungan kita.

Semoga Informasi ini dapat bermanfaat dapat memberi pengetahuan teman-teman serta dapat membantu para orang tua untuk mencegah kejadian Stunting pada anak nya dan dapat menekan lajunya pertumbuhan Stunting di Indonesia terutama di Provinsi Riau..

Wassalamualaikum..

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Aneh Tapi Nyata, Darah Seorang Wanita Berubah Jadi Biru

Sabtu, 21 September 2019 - 22:28 WIB

Hindari, Ini Penyebab Jantung Koroner

Minggu, 04 Agustus 2019 - 16:15 WIB

Terpapar Kabut Asap, 818 Warga Pelalawan Derita ISPA

Kamis, 01 Agustus 2019 - 22:36 WIB

Tips Atasi Anemia

Minggu, 28 Juli 2019 - 19:22 WIB

Rahasia Nenek Awet Muda Seperti Anak ABG Cantik

Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:14 WIB

Alfedri, Inginkan Akreditasi RSUD Siak Naik Setingkat

Selasa, 09 April 2019 - 07:34 WIB

Waspadai Minum Kopi Berlebih, Ini Dampak Buruknya

Selasa, 09 April 2019 - 07:21 WIB

RSUD Siak Bersiap jadi Rumah Sakit Paripurna

Senin, 08 April 2019 - 18:10 WIB

Yuk Cari Tahu, Berapa Tahun Usia Jantung Kamu?

Minggu, 10 Februari 2019 - 10:05 WIB

Anak Sakai Penderita TBC Tulang Meninggal Dunia

Jumat, 28 Desember 2018 - 01:25 WIB

Waspadai DBD Saat Musim Hujan

Sabtu, 22 Desember 2018 - 09:02 WIB

Pengidap HIV/AIDS di Riau Didominasi Usia 25-29 Tahun

Senin, 03 Desember 2018 - 16:01 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize