Rusuh di India Paling Mengerikan, Umat Islam Jadi Korban. (net)

Sabtu, 29 Februari 2020 - 16:17 WIB 156040000

Rusuh di India Paling Mengerikan, Umat Islam Jadi Korban

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Peristiwa kerusuhan antar-agama di Ibukota India telah menewaskan setidaknya 37 jiwa, ratusan orang luka-luka, dan permukiman warga muslim pun dibakar termasuk masjid-masjid di New Delhi.

Kerusuhan yang dipicu perbedaan pendapat terhadap UU 'Anti Muslim' tersebut pun kini jadi perhatian warga dunia, ini telah mengakibatkan rusaknya kedamaian masyarakat Muslim dan Hindu di India.

Dikutip dari Indiatoday, jika dibandingkan dengan kerusuhan India yang terjadi di tahun 1984 lalu, kerusuhan yang telah membakar berbagai perkampungan muslim ini dinilai jauh lebih menyeramkan.

Berikut penjelasannya.

Tidak ada Ronald Reagan dalam Kerusuhan 1984

Pertanyaan tentang apakah saat kerusuhan 1984 ada Presiden Amerika Ronald Reagan di India saat itu? Dan jawabannya tidak.

Namun, kerusuhan Delhi pada Februari 2020 ini terjadi saat Donald Trump sedang melakukan kunjungan ke India.

Tidak Ada Peringatan Selama 1984

Apakah kerusuhan 1984 merupakan pertikaian antara dua pihak yang bertempur? Tidak. Itu pembantaian. Polisi sebagian besar 'buang muka' ketika massa membakar Sikh dan properti mereka di Delhi dan beberapa kota lainnya.

Tidak ada Sajjan Kumar, politisi India saat itu, yang muncul di hadapan orang-orang Sikh dengan peringatan untuk meninggalkan ibukota pada tahun 1984.

Pada tahun 2020, seorang politisi India, Kapil Mishra turun tangan di bawah pengawalan polisi dengan ancaman kurang ajar sebelum kekerasan meletus.

Tidak Ada Media di Tahun 1984

Ketika 1984 terjadi, hanya ada satu stasiun TV – Doordarshan yang dikelola pemerintah. Selain beberapa publikasi, tidak ada surat kabar lain yang melaporkan pembantaian selama tiga hari.

Anarki Delhi minggu ini terjadi di bawah sorotan penuh stasiun TV, Facebook, Twitter, WhatsApp, dan media internasional yang meliput kunjungan Donald Trump.

Video yang beredar di media sosial pada tahun 2020 menunjukkan polisi bahkan memberikan perlindungan dan memimpin massa yang rusuh. Ada korban-korban kekerasan, hingga jurnalis yang ikut menjadi tumbal.

Halaman 1 dari 2

Tidak Ada Unsur Politik Saat Ini

Peristiwa brutal tahun 1984 terjadi sebelum pemilihan Lok Sabha yang merupakan majelis rendah dalam Parlemen India. Tapi, apa yang terjadi di Delhi Timur Laut minggu ini tidak memiliki kaitan dengan politik pemilu. Tidak ada pemilihan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Jadi, motifnya bukanlah kekuatan politik. Nihilisme ini telah menghancurkan wacana bahwa kekerasan massal komunal di India biasanya terinspirasi oleh politik suara.

Kekejaman minggu ini telah mengubah standar kekerasan biasa menjadi lebih tinggi. Pemilihan atau tidak ada pemilihan. Dukungan populer atau tidak ada dukungan populer. Kebiadaban dapat dilakukan sesuka hati di mana saja.

Tanpa Polisi – Zindabat Slogan pada Tahun 1984

Slogan-slogan "Polisi zindabad" tidak pernah terdengar pada tahun 1984. Ini adalah fenomena baru yang menyertai kerusuhan di Delhi saat ini, kecil atau besar.

Zindabad adalah sufiks dalam bahasa Odia, Punjabi, Urdu, Hindi, dan Bengali yang berasal dari Persia yang digunakan sebagai teriakan dorongan atau semangat, dan secara harfiah berarti "Umur panjang"

Tanpa Henti

Pertumpahan darah minggu ini memberikan pesan yang lebih menakutkan, tidak ada upaya penghentian dalam krisis sipil yang berkembang di India sekarang ini, baik oleh tekanan internasional, kekuatan dunia, lembaga demokrasi atau kendala politik pemilu. (net)

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Bioskop di Jepang Tutup Gegara Virus Corona

Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:46 WIB

Munas PERADI, Asep Ruhiat: Advokat Harus Lebih Merakyat

Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:40 WIB

BI dan Polda Tandatangani Kesepahaman Penegakan Hukum

Jumat, 28 Februari 2020 - 10:25 WIB

SMSI Bantu Media Siber Riau Verifikasi ke Dewan Pers

Selasa, 25 Februari 2020 - 12:14 WIB

Pemprov Riau Tambah Mesin Pompa Air untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Februari 2020 - 15:56 WIB

Sempat Disegel, Dua Gelper di Pelalawan Kembali Buka

Minggu, 23 Februari 2020 - 18:59 WIB

Syamsuar: Venue Eks PON Tak Boleh Mangkrak

Minggu, 23 Februari 2020 - 18:38 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Progres Tol Permai

Jumat, 21 Februari 2020 - 14:35 WIB

Tol Permai di Riau Tuai Banyak Pujian

Kamis, 20 Februari 2020 - 19:54 WIB

Deputi Presiden: Belum Pasti Jokowi ke Riau

Rabu, 19 Februari 2020 - 20:12 WIB

ASN Pensiun Dapat Rp1 Miliar?

Rabu, 19 Februari 2020 - 08:27 WIB

Ini Dia Postingan Terakhir Ashraf Suami BCL Sebelum Wafat

Selasa, 18 Februari 2020 - 11:53 WIB

Dilelang Mobil Hasil Korupsi, Minat?

Selasa, 18 Februari 2020 - 08:26 WIB

25 Pejabat Riau Bakal Dievaluasi, Syamsuar: Tunggu KASN

Senin, 17 Februari 2020 - 17:22 WIB

Kalah di PTUN, Pemkab Pelalawan Ajukan Banding

Sabtu, 15 Februari 2020 - 17:04 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize