Ilustrasi. (net)

Rabu, 04 Maret 2020 - 07:46 WIB 74430000

Ada 24 Orang Bandung Diduga Kena Virus Corona, Mereka 'Dikurung' di Rumah

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pihak Dinas Kesehatan Kota Bandung menerima laporan sebanyak 24 orang warga Bandung masuk dalam kategori orang dalam pemantauan dugaan suspect virus corona atau Covid-19.

Mereka memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit Virus Corona atau Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiani menjelaskan sebelumnya ada 31 orang suspect virus corona. Tapi 7 orang dinyatakan negatif.

"Saat ini kami sedang melakukan pemantauan. Jadi, dalam statusnya, orang dalam pemantauan sudah ada 31. 7 sudah selesai, 24 masih dalam pemantauan. Dan ini pemantauan dilakukan selama 14 hari," ujar Rosye di Balai Kota Bandung, Selasa (3/3/2020)

Warga dalam pemantauan ini memiliki riwayat perjalanan luar negeri pada negara terjangkit. Kekinian mereka tidak diperbolehkan keluar rumah selama masa pemantauan.

"Pemantauan tersebut dilakukan di rumah, sebetulnya sehat biasa hanya batuk pilek biasa tapi baru pulang dari negara terjangkit. Siapa yang dilakukan pemantauan adalah orang-orang yang ada gejala batuk pilek. Tapi tidak ada sesak, dan baru dari negara terjangkit," Ujar Rosye.

Sejak awal virus corona muncul, sejak Januari tercatat ada 31 orang total orang dalam pemantauan. Namun 7 diantaranya sudah selesai, sudah lewat 14 hari.

"Berarti sudah aman, tidak ada permasalahan, dia tidak berlanjut menjadi pengawasan. Saat ini kita sedang memanta lagi yang 24 yang baru," Ujar Rosye.

Rosye mengungkapkan data 24 orang yang masuk ke dinas kesehatan, bersumber dari data laporan puskesmas, dan dari instansi atau perusahan yang baru melakukan perjalanan ke negara terjangkit.

"Ada instansi yang baru mengadakan perjalanan, baru pulang dari salah satu negara terjangkit kemudian datang dan meminta kepada kami untuk dilakukan pemantauan kepada orang-orang yang baru berangkat," ujar Rosye.

Hingga saat ini pihak Dinkes melakukan pemantauan dengan terus berkomunikasi dengan warga tersebut.

"Yang bersangkutan harus ada di rumah, siapa yang mau memastikan dia nggak keluar dari rumah? Kan enggak bisa ditahan. Ini harus koordinasi. Itu yang penting adalah menjalin komunikasi dengan yang bersangkutan dan keluarga tentunya," ujar Rosye.

sumber suara

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Presiden Akui 2 Orang Indonesia Positif Corona

Senin, 02 Maret 2020 - 12:04 WIB

Waspadai, Puncak Virus Corona Akhir Februari Ini

Rabu, 19 Februari 2020 - 08:54 WIB

Singapura Darurat Virus Corona

Jumat, 07 Februari 2020 - 19:39 WIB

5 Cara Cegah Stunting, Yuk Baca dan Terapkan...

Senin, 13 Januari 2020 - 11:08 WIB

Aneh Tapi Nyata, Darah Seorang Wanita Berubah Jadi Biru

Sabtu, 21 September 2019 - 22:28 WIB

Hindari, Ini Penyebab Jantung Koroner

Minggu, 04 Agustus 2019 - 16:15 WIB

Terpapar Kabut Asap, 818 Warga Pelalawan Derita ISPA

Kamis, 01 Agustus 2019 - 22:36 WIB

Tips Atasi Anemia

Minggu, 28 Juli 2019 - 19:22 WIB

Rahasia Nenek Awet Muda Seperti Anak ABG Cantik

Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:14 WIB

Alfedri, Inginkan Akreditasi RSUD Siak Naik Setingkat

Selasa, 09 April 2019 - 07:34 WIB

Waspadai Minum Kopi Berlebih, Ini Dampak Buruknya

Selasa, 09 April 2019 - 07:21 WIB

RSUD Siak Bersiap jadi Rumah Sakit Paripurna

Senin, 08 April 2019 - 18:10 WIB

Yuk Cari Tahu, Berapa Tahun Usia Jantung Kamu?

Minggu, 10 Februari 2019 - 10:05 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize