Ist/net

Selasa, 10 Maret 2020 - 20:50 WIB 15650000

Ratusan Militer Korea Utara Mati Akibat Corona

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kasus kematian akibat virus corona terus bertambah, sebarannya bahkan terus meluas hingga ke ratusan negara di dunia tidak terkecuali Korea Utara.

Sekitar 200 tentara Korea Utara dari beberapa cabang angkatan militer dikabarkan meninggal karena virus corona atau Covid-19.

Menurut laporan Daily NK, para tentara ini menderita gejala yang mungkin mengarah ke virus corona.

Militer Korea Utara pada Jumat (6/3/2020) mengatakan, paramedis militer telah mengirim laporan terkait dampak Covid-19 pada anggota militer kepada pejabat setempat.

Laporan ini menyatakan, 180 tentara dinyatakan tewas pada periode Januari sampai Februari 2020.

Sekitar 3.700 tentara saat ini tengah dikarantina.

Sebagian tentara yang tewas bertugas di sekitar perbatasan Korea Utara di Sino daerah Pyongan Utara.

Selain itu di Chagang, Ryanggang, dan Hamgyong Utara.

Laporan ini mencuat ke publik, setelah pemimpin militer memerintahkan rumah sakit yang melayani anggota tentara mengumpulkan data jumlah tentara yang tewas.

Para tentara yang meninggal ini sebelumnya menderita demam tinggi yang merujuk pada pneumonia, tuberkolusis, asma, atau flu.

Para pemimpin militer juga meminta rumah sakit merinci jumlah yang saat ini dikarantina.

Munculnya laporan dan kabar ini, tak pelak membuat kepanikan di angkatan militer Korea Utara.

Otoritas militer akhirnya mengambil sejumlah langkah pencegahan pernyebaran wabah mematikan asal Wuhan, China ini.

Jasad Tentara Tidak Dikremasi karena Terlalu Banyak

Satu langkah yang dilakukan militer untuk menanggulangi hal ini adalah dengan mensterilisasi mayat-mayat tersebut.

Jadi mayat-mayat akan didisinfeksi secara total.

Langkah ini berbeda dengan anjuran pemerintah Korea Utara, semua mayat harus dikremasi.

"Terlalu banyak mayat (dikremasi di militer) dan mereka tidak ingin diliput (prosesi kremasinya) dan bocor ke luar militer," ujar sumber kepada Daily NK.

"Saya belum pernah mendengar mayat dikremasi di rumah sakit militer."

"Pimpinan militer sepertinya percaya, tiba-tiba meminta petugas rumah sakit mengkremasi semua mayat itu akan membuat mereka sakit kepala," sumber tersebut menambahkan.

Otoritas setempat juga menyuruh rumah sakit untuk terus mensterilisasi lokasi karantina.

Di mana tempat itu menjadi area perawatan para tentara yang sedang sakit.

Sejumlah rumah sakit militer itu dikabarkan menggunakan metanol untuk mendisinfeksi tempat mereka.

"Para pimpinan militer juga memerintahkan agar tentara dengan sistem imun yang lemah atau menderita sakit sebelumnya, agar diamati dengan cermat," jelas sumber militer ini.

Tidak ada informasi terkait jumlah kasus COVID-19 di negara komunis ini.

Otoritas Militer Menghukum Unit Kemiliteran yang Gagal Ikuti Prosedur COVID-19

Otoritas militer mengancam akan menghukum para pemimpin unit militer yang gagal menjalankan prosedur pencegahan COVID-19.

"Evaluasi di kemudian hari terkait kesiapan pertempuran mencakup tinjauan jumlah tentara yang tewas," kata sumber militer ini.

Para petugas unit militer ini, akan bertanggungjawab atas kematian yang ada di unit masing-masing.

Para pemimpin militer juga bertugas memastikan logistik, termasuk pasokan makanan di unitnya.

Upaya ini bertujuan untuk memastikan para tentara mendapat cukup makanan sehingga mereka bisa segera pulih.

"Otoritas bertanggung jawab atas ketersediaan logistik militer."

"Setidaknya para tentara mendapat 800 gram makanan per harinya," jelas sumber ini.

"Mereka (otoritas militer) menekankan bahwa tentara makan tiga kali sehari terdiri dari sup kedelai murni per hari dan yang lainnya," tambahnya.

Sebelumnya, media Korea Utara pernah menyoroti gizi buruk yang terjadi pada tentara Korea Utara.

sumber tribunnews

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Kepala Intelijen Arab Ditangkap

Senin, 09 Maret 2020 - 19:34 WIB

Sah, Iuran BPJS Batal Naik

Senin, 09 Maret 2020 - 18:32 WIB

Panglima dan Kapolri ke Riau, Siti Nurbaya Belum Tentu

Minggu, 08 Maret 2020 - 09:47 WIB

Wanita Ini Tega Bunuh Orang Tua dengan Sadis

Sabtu, 07 Maret 2020 - 09:12 WIB

Presiden Jokowi: Musuh Terbesar Kita Bukan Corona

Sabtu, 07 Maret 2020 - 08:42 WIB

Pejabat Kecamatan di Inhu Ngecor

Jumat, 06 Maret 2020 - 22:37 WIB

Sejarah Islam Karena Corona Setelah 1400 Tahun

Jumat, 06 Maret 2020 - 11:13 WIB

18.000 Jemaah Umrah Masih Tertahan di Arab Saudi

Rabu, 04 Maret 2020 - 17:46 WIB

Sudah 3.041 Orang Meninggal Terjangkit Corona

Senin, 02 Maret 2020 - 09:32 WIB

Gegara Corona, MotoGP Qatar 2020 Dibatalkan

Senin, 02 Maret 2020 - 09:15 WIB

Kajari Agam Diduga Kriminalisasi Guru Dimutasi ke Papua

Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:45 WIB

Raja Tetapkan Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia

Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:08 WIB

Rusuh di India Paling Mengerikan, Umat Islam Jadi Korban

Sabtu, 29 Februari 2020 - 16:17 WIB

Bioskop di Jepang Tutup Gegara Virus Corona

Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:46 WIB

Munas PERADI, Asep Ruhiat: Advokat Harus Lebih Merakyat

Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:40 WIB

BI dan Polda Tandatangani Kesepahaman Penegakan Hukum

Jumat, 28 Februari 2020 - 10:25 WIB

SMSI Bantu Media Siber Riau Verifikasi ke Dewan Pers

Selasa, 25 Februari 2020 - 12:14 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize