Bag 3

Misteri Kalender 1964 dan Pidato DN Aidit Dihadapan AURI : PKI Masuk Dalam Pancasila

RIAUBOOK.COM - Misteri kalender 1964 dalam pidato DN Aidit ketika itu juga mengklaim adanya komunisme dalam tubuh Pancasila yang merupakan dasar negara Republik Indonesia (RI).

Kaum komunis menganggap Pancasila yang menyatukan ragam etnis, budaya dan agama di negeri ini memiliki tiga paham Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.

Berikut petikan pidato DN Aidit dihadapan AURI.

Sejarah gerakan kemerdekaan nasional Indonesia sendiri telah menunjukkan tentang mutlak perlunya persatuan nasional atau front nasional.

PKI yakin, bahwa salah satu faktor yang menentukan akan kemenangan perjuangan pembebasan nasional Indonesia yaitu adanya persatuan nasional revolusioner.

Maka itu PKI dengan gairah menyambut tulisan Bung Karno Dalam tahun 1926 dengan judul "Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme"yang dimuat sebagai tulisan pertama dalam buku"Di bawah Bendera Revolusi"di mana ditekankan tentang perlunya persatuan antara kaum Nasionalis, kaum Agama, khususnya Islam, dan kaum Marxis. Tahun 1926 tidak hanya telah dikenal sebagai tahun Pemberontakan Nasional bulan November 1926, tapi juga sebagai tahun dirumuskan idekegotong-royongandari 3 aliran besar di Indonesia, yaitu aliran-aliran politikNasionalis, Islam dan Marxis, embrio gagasanNasakom.Kalau mau tahu akar sejarah Panca Sila, inilah permulaannya !

Ide gotong-royong yang menyatu padukan 3 aliran politik yang besar itu terus menjiwai gerakan kemerdekaan nasional. Hal ini tidak hanya terbukti dalam perjuangan anti-fasis yang dipelopori oleh Garindo (Gerakan Rakyat Indonesia) menjelang perang dunia kedua, tapi juga selama pendudukan Jepang. Juga dalam masa perang dunia kedua dan masa bekerja di bawah tanah, perjuangan bangsa kita telah berdasarkan persatuan nasional yang berporoskan Nasakom.

Hal ini nampak dengan jelas pada waktu Bung Karno mengusulkan ide Panca Sila sebagaialat pemersatubangsa dan dasar daripada Republik Indonesia. Tentang inti Gotong royong ini dikatakan oleh Bung Karno sbb. : "Jikalau saja peras lima menjadi tiga dan yang tiga menjadi satu maka dapatlah satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan gotong-royong! Alangkah hebatnya Negara gotong-royong 1"(Tubapi, hal.29)

Gotong-royong yang menjadi perasan dari Panca Sila adalah terang gotong-royong berporoskan Nasakom, karena Panca Sila itu sendiri adalah alat yang mempersatukan 3 aliran besar, yaitu aliran Nasionalis, Islam dan Marxis sebagaimana yang dinyatakan Bung Karno dalam tahun 1926 atau 3 aliran besar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu Nasionalis, Agama dan Komunis. Jika golongan Nasionalis dalam Panca Sila terutama diwakili oleh Sila Kebangsaan, golongan Agama terutama diwakili oleh Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,maka golongan Komunis terutama oleh Sila Keadilan Sosial atau Sosialisme.

Tetapi, seperti sering dikemukakan oleh Presiden Sukarno "Pancasila adalah alat pemersatu! Pancasila bukan alat pemecah-belah! Dengan Panca Sila kita juga mempersatukan tiga aliran besar yang bernama Nasakom itu. Jadi jangan mempergunakan Panca Sila untuk mengadu domba antara kita dengan kita.

Jangan mempergunakan Panca Sila untuk memecah-belah Nasakom, mempertentangkan kaum Nasionalis dengan kaum Agama, kaum Agama dengan kaum Komunis, kaum Nasionalis dengan kaum Komunis".(Re_sopim).

Kaum Komunis Indonesia menyatakan dengan tegas ... siapa setuju Pancasila harus setuju Nasakom, dan sebaliknya siapa setuju Nasakom harus setuju Panca Sila". (Laporan Politik kepada Sidang Pleno 11 CC PKI).

Maka itu kalau ada tindakan-tindakan yang berusaha memreteli Panca Sila seenaknya sendiri, menurut selera sendiri-sendiri, seperti perbuatan "orang yang kepalanya sinting", untuk meminjam kata Bung Karno, maka tindakan demikian adalah kontra revolusioner dan harus ditentang dan ditindak !

Pengalaman menunjukkan, bahwa jika kita setia pada UUD 1945, termasuk juga setia pada Panca Sila, maka ajaran gotong royong yang berporoskan Nasakom bisa dipertahankan, diperjuangkan dan dilaksanakan. Tapi jika kita meninggalkan UUD 1945, dan mengkhianati Panca Sila termasuk mengkhianati kegotong-royongan nasional yang berporoskan Nasakom, maka persatuan nasional bisa pecah dan daya juang Rakyat anti imperialis dan anti-feodal untuk menyelesaikan tuntutan-tuntutan Revolusi Indonesia menjadi dapat patahkan.

Dalam sejarah gerakan revolusioner hal ini dibuktikan oleh Peristiwa Madiun tahun 1948, yang diciptakan oleh kaum imperialis dan partai pembantunya, ketika itu Masyumi dan PSI, yang didalangi oleh Hatta, Natsir, Syahrir dan antek-anteknya yang telah lama meninggalkan UUD 1945, meninggalkan kegotong royongan nasional, dan berusaha dengan melakukan pukulan-pukulan terhadap kaum Komunis dan gerakan revolusioner umumnya, untuk memudahkan kompromi.

Sedangkan kaum nasionalis dan kaum agama yang jujur tidak diuntungkan oleh Peristiwa Madiun tersebut. Perlu saya tegaskan, bahwa jika seandainya ketika itu UUD 1945 berlaku sebagaimana mestinya, terutama sekali jika kekuasaan penuh ada dalam tangan Presiden Sukarno, Peristiwa Madiun tidak akan terjadi.

Sejak kita kembali ke UUD 1945 dalam tahun 1959 dan sejak Manipol menjadi Garis Besar Haluan Negara RI, maka terdapat dasar yang lebih kokoh bagi perkembangan persatuan nasional.

PKI akan terus bergiat memperluas front persatuan nasional baik lewat Front Nasional, lewat kegiatan-kegiatan persatuan nasional berporoskan Nasakom, maupun lewat pengokohan persekutuan buruh dan tani, yaitu basis dari front persatuan nasional atau sebagaimana dikatakan Presiden Sukarno: soko guru Revolusi Indonesia.

Kaum Komunisto-phobi sering sok-tahu dan memfitnah: bahwa kaum Komunis yang berfilsafat materialis tidak mungkin menerima Panca Sila, karena sebagai materialis, kata mereka, tidak mungkin menerima sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pertama: kaum Komunisto-phobi itu berusaha memreteli Panca Sila dengan hanya mengambil satu sila saja, yaitu sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Padahal kalau dibiarkan setiap golongan memreteli Panca Sila, ia bukan lagi alat pemersatu.

Kaum Komunis menentang pemretelan atau pemisahan sila-sila Pancasila harus diterima sebagai kesatuan, dan hanya jika demikian. la tidak bisa lain daripada alat pemersatu. Mengingat sila Ketuhanan Y.M.E. dalam Pancasila, kaum Komunis Indonesia secara sukarela menerima ketentuan bahwa berdasarkan Panca Sila tidak boleh dilakukan propaganda anti-agama di Indonesia.

Di pihak lain, berdasarkan 4 sila lainnya sudah selayaknya pula pihak kaum agama menerima ketentuan bahwa berdasarkan Panca Sila di Indonesia tidak boleh dilakukan paksaan beragama.

Kedua:Kaum Komunis, yang berfilsafat materialis, berpandangan dunia yang bertitik tolak dari kenyataan obyektif, tidak dari pikiran atau ide subyektif.

Tidak bisa dimungkiri bahwa lima sila dari Panca Sila itu mencerminkan kenyataan-kenyataan obyektif mencakup kepentingan-kepentingan semua golongan Rakyat Indonesia, seperti sila Ketuhanan Yang Maha Esa atau monotheisme, sila Perikemanusiaan atau Internasionalisme, sila Kebangsaan atau Nasionalisme/Patriotisme, sila Kerakyatan atau Demokrasi dan sila Keadilan Sosial atau Sosialisme. Dalam proses sejarah gerakan nasional di Indonesia sila-sila ini mencerminkan kenyataan obyektif dan yang secara keseluruhannya sebagai kesatuan harus diterima dan dijadikanalat pemersatudalam perjuangan revolusioner. Maka itu kaum Komunis yang berfilsafat materialis, yang bertitik tolak dari kenyataan-kenyataan objektif, bisa menerima dan memperjuangkannya dengan gigih sebagai alat pemersatu kekuatan-kekuatan nasional yang revolusioner.

Bersambung...

foto

Terkait

Foto

Misteri Kalender 1964 dan Pidato DN Aidit Dihadapan AURI : PKI Barang Impor Atau Anak Kandung?

RIAUBOOK.COM - Petikan sambungan dalam pidato DN Aidit tahun 1964 dihadapan AURI kali ini berbicara soal Partai Komunis Indonesia yang…

Foto

Misteri Kalender 1964 dan Pidato DN Aidit Dihadapan AURI : Pembangunan PKI dan Revolusi Indonesia

RIAUBOOK.COM - Kabar tentang mulai merebaknya paham komunis di Indonesia kian menguat, ragam isu mewarnai dunia media sosial termasuk kesamaan…

Foto

Terungkap Donald Trump Agen Gelap Tiongkok? Pantas Hancurlah AS

RIAUBOOK.COM - Amerika Serikat saat ini dalam kondisi yang hancur lebur, belum tuntas kasus virus misterius covid-19, negara itu pun…

Foto

Kasus Corona Indonesia Nambah 1.331 Jadi 42.762 Penderita

RIAUBOOK.COM - Kabar pilu tanah air, kasus positif terjangkit virus corona atau COVID-19 di Indonesia kembali bertambah bahkan dengan jumlah…

Foto

Panglima dan Kapolri Turun ke Pekanbaru, Bersama Syamsuar Tinjau New Normal

RIAUBOOK.COM - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, kembali meninjau kesiapan penerapan disiplin protokol…

Foto

Edukasi Protokol Kesehatan di Rohul Sasar Pengendara

RIAUBOOK.COM - Edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19 di wilayah kabupaten Rokan Hulu, turut menyasar para pengndara…

Foto

Bawa Pengeras Suara, Petugas Sosialisasi Protokol Kesehatan di Pasar SP II Bangkinang

RIAUBOOK.COM - Sejumlah personel TNI dari Koramil 01/Bkn, Kodim 0313/Kpr mendatangi Pasar SP II, Desa Suka Mulya, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten…

Foto

Petugas Gabungan Gelar Penegakan Disiplin di Pasar Flamboyan Tapung

RIAUBOOK.COM - Petugas gabungan dari unsur TNI-Polri, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan dan BPBD Kabupaten Kampar menggelar operasi penegakan disiplin…

Foto

Penegakan Disiplin di Rambah Hilir, Tempat Keramaian Jadi Sasaran Utama

RIAUBOOK.COM - Sejumlah titik yang menjadi tempat karamaian di Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, menjadi sasaran utama dalam operasi…

Foto

Warga Miskin di Desa Kota Intan Terima BLT, Penyaluran Dikawal Babinsa

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 127 Kepala Keluarga kurang mampu di Desa Kota Intan, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, menerima Bantuan…

Foto

Patroli Karhutla, Babinsa dan MPA di Rohul Terabas Semak Belukar

RIAUBOOK.COM - Tak ingin kecolongan akan terjadinya kebakakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah teritorial, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil…

Foto

Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Kampar Berjalan Kondusif

RIAUBOOK.COM - Operasi penegakan disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar hingga saat ini masih berjalan kondusif.…

Foto

Babinsa Datangi Pusat Pasar di Siak Hulu, Awasi Kedisiplinan Warga Soal Protokol Kesehatan

RIAUBOOK.COM - Dalam operasi penegakan disiplin terkait penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Kodim 0313/KPR mengerahkan personel TNI…

Foto

Angka Reproduksi Covid-19 Riau Turun, Syamsuar Ingatkan Hal Ini

RIAUBOOK.COM - Gubernur Syamsuar mengungkap hasil epidimologi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat menyatakan saat ini Provinsi Riau telah mengalami penurunan…

Foto

Gubernur Syamsuar Sebut Riau Zona Kuning Covid-19, Rapid Test Massal Dilakukan

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Syamsuar memimpin aksi penyemprotan disinfektan  yang dipusatkan di Kantor Lurah Tengkerang Selatan, Kelurahan Tangkerang Utara  Kecamatan…

Foto

Di Kampar, TNI Mulai Awasi Kedisiplinan Warga Soal Protokol Kesehatan

RIAUBOOK.COM - Sejumlah prajurit TNI di Kabupaten Kampar mulai melakukan penyisiran dan pengawasan terhadap kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan…

Foto

Laporan Petugas Posko Perbatasan Rohul: Belum Ada Orang Bergejala Covid-19 Melintas

RIAUBOOK.COM - Personel gabungan dari unsur TNI-Polri dan instansi terkait masih terus siaga di sejumlah posko pemeriksaan yang ada di wilayah…

Foto

Pererat Sinergitas, Babinsa Koramil 15/Kuala Kampar Komsos ke Perangkat Desa

RIAUBOOK.COM - Babinsa Koramil 15/Kuala Kampar, Kodim 0313/KPR, Serda Indra Gunawan menyambangi Kantor Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan…

Foto

Kasus Positif Covid 19 di Inhu Nol, Bupati Yopi Bersyukur

RIAUBOOK.COM- Idul fitri menjadi berkah yang luar biasa bagi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, setelah dilaporkan bahwa tidak lagi…

Foto

Bersama Perangkat Desa, Babinsa Koramil 09/Langgam Salurkan Bantuan ke Warga

RIAUBOOK.COM - Babinsa Koramil 09/Langgam, Kodim 0313/KPR Serda Gunawan Rianto bersama Seketaris Desa Makmur, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Dede Suriadi secara…

Pendidikan