Tanah Tercemar Minyak. (Ilustrasi/net)

Jumat, 13 November 2020 - 13:12 WIB 17920000

Pemprov Riau Tak Puas dengan Penanganan TTM Chevron

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pemeritah Provinsi (Pemprov) Riau tidak puas dengan penanganan Tanah Tercemar Minyak (TTM) akibat dampak kegiatan produksi migas PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di "Bumi Lancang Kuning".

Pasalnya, Pemprov Riau menganggap upaya pemulihan lingkungan di Blok Rokan, ladang minyak yang menjadi wilayah kerja PT CPI masih belum optimal.

Apalagi, dalam waktu dekat kontrak PT CPI sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk wilayah kerja Blok Rokan akan habis masanya.

Oleh karena itu, Pemprov Riau tidak ingin PT CPI hengkang begitu saja dari "Bumi Melayu" dan meninggalkan tanggung jawab pemulihan lingkungan yang tidak terselesaikan.

"Izin lingkungannya itu kan diterbitkan oleh pemerintah pusat, jadi dalam menjawab untuk pengawasan, itu ada di pusat. Tapi kita di daerah karena kita juga merasa bertanggung jawab, merasa khawatir, kita juga mendampingi, ikut nimbrung di situ (dalam hal pengawasan)," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau Mamun Murod, Jumat (13/11/2020) di Pekanbaru.

Melihat kondisi saat ini, Murod menegaskan bahwa masih banyak persoalan pemulihan lingkungan yang belum selesai dilakukan oleh PT CPI, Khususnya menyangkut TTM di lahan-lahan masyarakat setempat.

"Melihat kondisi yang terjadi sekarang, terus terang kami merasa belum puas terhadap penanganan TTM ini yang dilakukan oleh PT Chevron. Karena masih banyak persoalan yang belum diselesaikan terutama terhadap TTM yang ada di lahan masyarakat," tutur Murod.

"Sudah banyak sekali pengaduan yang masuk ke kami. Dan kami tetap memfasilitasi itu, tetapi memang kewenangannya kan ada di Chevron. Kita hanya bisa mengingatkan, hanya bisa mengarahkan. Supaya Chevron bertanggungjawab terhadap TTM yang ada di wilayah kerjanya," tambahnya lagi.

Dia pun berharap, PT CPI dapat menyelesaikan tanggung jawabnya terkait pemulihan TTM sebelum kontrak pengelolaan Blok Rokan habis masanya pada Agustus 2021 mendatang.

"Harapan kita, dia tetap memiliki tanggung jawab yang kuat karena sebentar lagi dia akan meninggalkan Riau. Kami juga tidak mau mereka pergi meninggalkan limbah," demikian Murod. (RB/Dwi)

Share ke BBM

100000000
Dwi Anggera

Berita Terkini

Sambang Desa, Polisi Ingatkan Prokes ke Warga

Rabu, 11 November 2020 - 13:29 WIB

10 November, Tol Permai Resmi Berbayar

Senin, 09 November 2020 - 20:32 WIB

Pendaftaran Calon Komisaris dan Dirut PT SPR Sudah Dibuka

Senin, 09 November 2020 - 17:03 WIB

Siaga Banjir, Riau Siapkan 1300 Personil

Senin, 09 November 2020 - 12:26 WIB

LAMR dan Pemprov Riau Teken MoU Soal Lingkungan Hidup

Kamis, 05 November 2020 - 11:22 WIB

BRI Permudah Masyarakat Terima Bantuan BPUM

Rabu, 04 November 2020 - 18:32 WIB

Gubri Minta Canal Blocking Ditingkatkan

Rabu, 04 November 2020 - 12:16 WIB

Gubri Kembali Terima Bantuan Masker

Rabu, 04 November 2020 - 11:59 WIB

11 Desa di Riau Menunggu Sambungan Listrik PLN

Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:33 WIB

2020, Karhutla Turun 83 Persen Dibanding Tahun Lalu

Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:23 WIB

RSUD di Riau jadi UPT, Begini Penjelasannya

Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:11 WIB

Pemprov Riau Siagakan Nakes di Check Point

Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:00 WIB

Manajemen BUMD Pemprov Riau Bakal Dirombak Total

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 13:03 WIB

Syamsuar Harap Ponpes Mampu Cetak Santripreneur

Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:45 WIB

31 Oktober, Status Siaga Karhutla di Riau Berakhir

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:38 WIB

Dua Ekor Anak Primata Jalani Perawatan di BBKSDA Riau

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:19 WIB

Irenne Moningka: Puan Lawa Ciptakan Ekonomi Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 19:07 WIB

Kecelakaan Kembali Terjadi di Tol Permai

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 12:24 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize