Ilustrasi. (net)

Jumat, 18 Desember 2020 - 11:06 WIB 19990000

Transaksi Dagang China-RI Masih Gunakan Dolar AS

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Transaksi dagang antara China dan Indonesia hingga saat ini masih menggunakan dolar AS. Padahal, kedua negara melalui bank sentral masing-masing, yaitu Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBC) sudah menyepakati pembayaran transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung menggunakan mata uang lokal kedua negara (Local Currency Settlement/LCS).

BI mengungkapkan, hingga saat ini belum ada transaksi pembayaran kegiatan perdagangan antara Indonesia dan China yang menggunakan mata uang lokal masing-masing negara berupa yuan dan rupiah.

"Dengan China sejumlah langkah operasional sudah tahap final, tapi pada waktunya nanti akan saya update perkembangan lebih lanjut," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (17/12/2020).

Kendati masih finalisasi dan belum ada transaksi pembayaran dengan yuan dan rupiah yang tercatat, namun Perry menekankan keputusan kedua bank sentral akan sangat bermanfaat di masa mendatang. Sebab, kerja sama bilateral ini bisa memperkuat hubungan bank sentral masing-masing negara di tingkat kawasan.

Harapannya, kerja sama ini turut menggugah negara lain di kawasan agar bisa melakukan pembayaran transaksi dagang menggunakan mata uang lokalnya masing-masing. "Dengan demikian, semakin mengurangi ketergantungan pada dolar AS," ungkapnya.

Manfaat lain, kerja sama ini bisa membantu BI mempercepat pendalaman pasar keuangan. Target ini tertuang ada blue print pengembangan pasar uang 2025.

"Ini upaya yang terintegrasi untuk memperdalam pasar uang dan mengembangkan LCS. Tentu volume transaksi ke depan akan dipengaruhi prospek perbaikan ekonomi," katanya.

Sebelumnya, BI dan PBC sudah meneken kerja sama LCS yang memungkinkan masing-masing negara menggunakan mata uang lokalnya untuk transaksi dagang internasional. BI juga sudah menjaring kerja sama dengan Bank of Thailand, Bank of Negara Malaysia, dan Kementerian Keuangan Jepang. 

Sumber: CNN Indonesia

Share ke BBM

100000000
Dwi Anggera

Berita Terkini

Presiden Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19

Kamis, 17 Desember 2020 - 12:02 WIB

Produksi Beras Riau 2021 Ditarget Capai 214 Ribu Ton

Jumat, 11 Desember 2020 - 10:11 WIB

4 Ribu Lebih Mahasiswa di Riau Dapat Beasiswa

Senin, 07 Desember 2020 - 11:59 WIB

Harga Sawit di Riau Turun, Ini Sebabnya

Rabu, 18 November 2020 - 11:46 WIB

Pemprov Riau Tak Puas dengan Penanganan TTM Chevron

Jumat, 13 November 2020 - 13:12 WIB

Sambang Desa, Polisi Ingatkan Prokes ke Warga

Rabu, 11 November 2020 - 13:29 WIB

10 November, Tol Permai Resmi Berbayar

Senin, 09 November 2020 - 20:32 WIB

Pendaftaran Calon Komisaris dan Dirut PT SPR Sudah Dibuka

Senin, 09 November 2020 - 17:03 WIB

Siaga Banjir, Riau Siapkan 1300 Personil

Senin, 09 November 2020 - 12:26 WIB

LAMR dan Pemprov Riau Teken MoU Soal Lingkungan Hidup

Kamis, 05 November 2020 - 11:22 WIB

BRI Permudah Masyarakat Terima Bantuan BPUM

Rabu, 04 November 2020 - 18:32 WIB

Gubri Minta Canal Blocking Ditingkatkan

Rabu, 04 November 2020 - 12:16 WIB

Gubri Kembali Terima Bantuan Masker

Rabu, 04 November 2020 - 11:59 WIB

11 Desa di Riau Menunggu Sambungan Listrik PLN

Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:33 WIB

2020, Karhutla Turun 83 Persen Dibanding Tahun Lalu

Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:23 WIB

RSUD di Riau jadi UPT, Begini Penjelasannya

Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:11 WIB

Pemprov Riau Siagakan Nakes di Check Point

Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:00 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize