Ist

Kamis, 01 April 2021 - 15:32 WIB 25020000

Awas Penipuan dan Pemerasan Modus Jual Minuman Herbal Ladyxara

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Ragam tindak kejahatan terus berkembang dimasa pandemi covid-19, kali ini para komplotan menggencarkan aksi penipuan dan pemerasan dengan modus menjual produk minuman herbal merk Ladyxara.

"Korbannya sudah banyak," kata Devita (36) ibu rumah tangga warga Pekanbaru kepada pers, Kamis (1/4/2021).

Dari informasi yang dirangkum, pelaku merayu pelanggannya dengan cara menawarkan produk Ladyxara kepada calon korbannya dengan iming-iming bisa dibayar dengan cara cicil.

Ahyuan, korban lainnya mengatakan, pelaku awalnya mencoba merayunya lewat jejaring media sosial dan berlanjut ke komunikasi selular.

"Mereka menawarkan program cicil sampai empat bulan dengan uang muka sebesar sebesar Rp100 ribu," kata Devita menambahkan.

Devita mebgakui mengenal produk tersebut dari iklan jejaring media sosial facebook yang terhubung otomatis ke nomor selularnya.

"Mereka kemudian menelpon dan mebawarkan produk itu dengan banyak iming-iming, beli dua dapat tiga botol dan bahkan bisa dicicil selama 4 kali bayar selama empat bulan," katanya.

Setelah satu minggu dari komunikasi itu dan transfer dana Rp100 ribu sebagai dana pembuka, pelaku yang berada dalam PT Imperia Asia Indonesia itu mengirimkan barang ke alamat korbannya.

"Tapi anehnya invoice tidak ada cap dan tandatangan, dan tidak ditinggalkan ke saya. Invoicenya dibawa lagi sama kurirnya," kata dia melanjutkan.

Tapi seiring waktu, Devita yang menggunakan produk itu secara rutin mengeluh karena tidak ada efek kasiat seperti yang diiklankan.

"Bahkan banyak konsumen lain mengeluh karena sakit perut akibat mengonsumsi herbal itu. Saya takut dan berniat mengembalikan produk berbahaya itu ke pelaku," katanya.

Namun saat menghubungi pelaku, Devita mengatakan orang itu justru meminta agar mentransferkan uang sebesar Rp350.000 dahulu baru kemudian bisa mengembalikan produk tersebut.

Pelaku katanya juga mengancam akan menyebarkan foto dirinya dan foto keluarga/kerabat yang ada dalam media sosial sebagai upaya paksa jika tidak bersedia memberikan dana yang mereka minta.

Beberapa hari kemudian, lanjut dia, pelaku kemudian meneror korban dengan ungkapan kata-kata kasar.

RiauBook.com mencoba mengkonfirmasi ke pelaku lewat sambungan telepon tidak direspon dengan baik.

"Maaf itu urusan bagian penagihan, silahkan hubungi bagian penagihan," kata perempuan CS perusahaan itu.

Namun ketika bagian penagihan dihubungi lewat nomor yang CS tersebut berikan, pelaku tidak pernah menjawab.

Dari penelusuran RiauBook.com, diketahui para pelaku telah mengiklankan produk herbal tersebut ke banyak toko-toko online, mulai dari Lazada, Shoppe, Tokopedia dan banyak lagi.

Korban dari komplotan ini ternyata juga tidak sedikit, dari akun-akun facebook terdapat puluhan bahkan ratusan korban dari pelaku.

Rata-rata korban mengeluhkan herbal yang mendatangkan gejala nyeri perut serta gangguan organ lainnya, bahkan ada juga yang mengalami kerugian materi.

Diketahui, produk Herbal Ladyxara merupakan produk impor Malaysia yang diimpor oleh PT Nilam Putri Nusantara yang berlokasi di Kota Dumai.

Tercantum pada kotak bagian luar produk Ladyxara, herbal ini diproduksi oleh Imperia Asia yang beralamat di Wisma Imperia Asia, No 24, Jalan Klang Sentral 2/KU5, Klang Sentral, 41050 Klang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.

Nama Imperia Asia Resources kemudian digunakan pelaku yang bernaung pada PT Imperia Asia Indonesia untuk menjerat banyak korban.

Sementara itu pihak aparat kepolisian yang dikonfirmasi mengimbau masyarakat agar mewaspadai segala bentuk tindak kejahatan yang dapat merugikan, baik fisik maupun materi.

"Jadi kalau memang merasa dirugikan silahkan korban melaporkannya," demikian Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto. (rb/fzr)

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

BI Sinergi dengan Pemprov Riau Bentuk TP2DD

Rabu, 31 Maret 2021 - 13:36 WIB

Banyak Komplain Soal ELTE, Ini Penjelasan Polisi

Rabu, 31 Maret 2021 - 09:44 WIB

Hakim dan Pegawai PN Pekanbaru Jalani Vaksinasi

Selasa, 30 Maret 2021 - 11:01 WIB

BPBD Riau Siapkan Logistik Antisipasi Korban Banjir

Senin, 29 Maret 2021 - 13:34 WIB

Nasabah Non Muslim Dukung Konversi BRK ke Syariah

Minggu, 28 Maret 2021 - 13:13 WIB

Selamat, Rahmad Handayani Ketua FPR

Rabu, 17 Maret 2021 - 16:49 WIB

Pekan Depan, Riau Mulai Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Sabtu, 27 Februari 2021 - 12:23 WIB

BMKG Pantau 63 Titik Panas Terpantau di Riau

Senin, 22 Februari 2021 - 12:01 WIB

Riau Dikepung Titik Panas, Terbanyak di Pelalawan

Sabtu, 20 Februari 2021 - 11:24 WIB

Menolak Vaksinasi Bakal Kena Sanksi Administratif

Sabtu, 20 Februari 2021 - 10:05 WIB

Dua Pelaku Ilog Ditangkap Polisi di Perairan Sungai Apit

Kamis, 04 Februari 2021 - 13:54 WIB

Polsek Pangkalan Lesung Cek Administrasi Personil

Kamis, 04 Februari 2021 - 13:35 WIB

BUMD Jabar Tegaskan Tak Minat Ikut Kelola Blok Rokan

Jumat, 29 Januari 2021 - 12:37 WIB

Jamin Kamtibmas, Polsek Pangkalan Lesung Rutin Patroli C3

Selasa, 26 Januari 2021 - 13:16 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize