RIAUBOOK.COM - Keluarga Besar Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Provinsi Riau, saat ini sedang berduka cita yang mendalam, atas berpulangnya ke rumah Bapa di sorga seorang Panutan dan juga selaku penasehat organisasi.
Kepergian beliau secara mengejutkan itu sangat memukul dan meninggalkan duka mendalam. Bagi seluruh keluarga besar Op Abraham dan juga handai tolan, juga seluruh anggota PPTSB yang ada di Propinsi Riau. Karena semasa hidup Op Abraham Doli yang memperistri Br Simanjuntak(Alm) dan juga Br Simalango dikenal sebagai seorang tokoh yang senantiasa menaburkan rasa hormat dan cinta kasih bagi siapa saja. Bukan hanya dikalangan keluarga besar atau punguan saja, melainkan juga hidup rukun dengan semua tetangganya.Salah seorang Tokoh PPTSB Prop Riau Singal Sinaga dirumahnya duka Jl Garuda Labuh Baru kepada Riaubook.com mengatakan Op Abraham Sinaga semasa hidupnya salah satu pelaku sejarah kehadiran PPTSB di Riau. Sebab beliau sudah berada di Pekanbaru diawal tahun 60,an. Beliau sangat berjasa dalam membina dan mempersatukan masyarakat keturunan PPTSB hingga akhir hayatnya. Kami sangat merasa kehilangan dengan kepergian beliau. Karena beliau adalah figur panutan yang senantiasa menaburkan kesejukan ditengah kumpulan. Bukan tidak hanyak kerikil tajam dalam perjalanan punguan, namun bersama beliau setiap ada masalah timbul dalam punguan senantiasa bisa terselesaikan dengan baik. Tidak ada persoalan yang dihadapi anggota kumpulan yang tidak bisa diselesaikan. Semua program punguan mulsi dari sektor hingga cabang  5 bahkan ke wilayah dan juga  pusat  senantiasa berjalan dengan baik, sebut Singal Sinaga yang juga selaku Tokoh Marga Sinaga yang memperistri Br Simbolon itu.Â
Parasian Sinaga (Pak Abraham) mengatakan jenazah Op Abraham akan dikebumikan di Bona Pasogit di Huta Hatoguan Samosir- Sumut. Karena istri pertama Br Simanjuntak tahun 2002 lalu juga dikebumikan di Hatoguan. Sementara istri kedua Br Simalango yang kehilangan suami tercintanya tidak dikaruniai keturunan.
Almarhum meninggal Rabu (29/5) di RS Santa Maria Pekanbaru. Masuk rumah sakit sekira pukul 19.00 WIB dan menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 22.00 WIB.
Op Abraham Sinaga lahir di Hatoguan Samosir 8 Januari 1943 tutup usia 75 tahun lebih. Istri pertama  Br. Simanjuntak melahirkan 4 anak laki laki dan 3 perempuan. Jumlah 7 orang, dan jumlah seluruh keturunannya sebanyak 26 orang. (jos)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…