RIAUBOOK.COM - Dalam skenario terburuk seandainya gelombang besar virus corona (covid-19) menghantam Provinsi Riau, ruang isolasi yang terdapat pada sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) setempat, diperhitungkan dapat menampung hingga 500 pasien, baik Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien positif.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau dr. Indra Yovi mengungkapkan, virus yang telah merenggut ratusan ribu nyawa di hampir seluruh belahan dunia itu, merupakan "barang baru". Di mana, pandemi terjadi dalam jangka waktu yang sangat cepat.
"Pertanyaannya, siapkah kita? Tidak satu pun negara yang siap untuk itu. Termasuk negara besar seperti Amerika, Italia, Inggris. Tidak satu pun yang memperkirakan di negaranya akan ada pandemi virus yang mengakibatkan kematian dan kondisi berat begitu banyak," kata dr. Indra di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, Gedung Daerah, Pekanbaru, Jumat (17/4/2020).
"Apalagi, kalau negara itu jumlah penduduk tuanya lebih banyak dari penduduk mudanya, seperti Italia dan negara-negara di Eropa Barat," tambahnya.
Namun demikian, kata dokter spesialis paru tersebut, dalam situasi saat ini, pemerintah tidak boleh berleha-leha mengingat transmisi penyebaran wabah tersebut begitu cepat.
"Tidak pernah ada transmisi yang begitu cepat. Karena itu kita harus putus transmisinya dengan cara Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," ujarnya.
Menurut dia, juga masih ada waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dipandang perlu dalam penganan covid-19.
Dalam upaya penanganan wabah tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah menunjuk 48 rumah sakit yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota sebagai tempat rujukan. Di mana, 36 rumah sakit di antaranya dilaporkan telah menjadi tempat perawatan pasien covid-19.
Rumah sakit milik daerah dan swasta yang telah mendapat mandat dari pemerintah ini pun telah meningkatkan kapasitas ruang isolasi guna mengoptimalkan pelayanannya.
"Kalau kita lihat beberapa rumah sakit swasta, terutama di Kota Pekanbaru, telah menambah daya tampung ruangan-ruangan isolasi untuk penanganan PDP maupun pasien positif covid-19. Penambahannya itu diperkirakan lebih dari 150 tempat tidur dibandingkan kapasitas yang sekarang," jelasnya.
Bahkan, dia membeberkan, rumah sakit rujukan covid-19 di wilayah setempat tidak hanya melengkapi ruang isolasi dengan ventilator, beberapa di antaranya bahkan juga telah menempatkan alat Hemodialisa.
"Kalau kita melihat di beberapa rumah sakit, mereka sudah ada yang menyediakan dua ventilator, ada yang tiga ventilator, ada yang menyediakan empat ventilator, bahkan ada yang menyediakan alat Hemodialisa. Artinya ada kemungkinan pasien-pasien yang gagal ginjal, tapi dia juga kena covid-19. Tentu juga harus diobati dua-duanya, ginjalnya harus dicuci, covid-19 nya juga harus diobati," tutur dr. Indra.
Dengan demikian, dr. Indra menilai Provinsi Riau dalam menghadapi badai covid-19 menjadi lebih kuat. "Apalagi dengan tren sekarang, kita belum melihat potensi penurunan pada kurva covid-19, tapi baru mulai naik. Yang jelas persiapan yang dilakukan Provinsi Riau sudah dalam trek yang baik," tambahnya.
Menurutnya, dengan penambahan sarana dan prasarana yang dilakukan pihak rumah sakit, cukup dapat mengcover penanganan jika nanti terjadi ledakan kasus positif covid-19 di Provinsi Riau.
"Saya berharap semoga ruang isolasi ini tidak pernah dipakai. Tapi kalau ditanya seberapa siap kita menghadapi ini, kita bisa menghitung jumlah kapasitas isolasi kita. Kalau kita lihat dengan jumlah 500 tempat tidur untuk Provinsi Riau, saya pikir cukup," papar dr. Indra.
Apalagi, dengan mulai dioperasikannya Laboratorium Biomolekuler Provinsi Riau dalam waktu dekat, juga akan memangkas waktu tunggu PDP dalam menjalani perawatan di ruang isolasi.
"Pasien tidak lama-lama di sana (ruang isolasi). Begitu kita punya laboratorium Biomolekuler yang akan running pada Senin (20/4/2020) nanti, tentu kita akan mendapat hasil yang cepat. Begitu pasien dinyatakan negatif, dia akan pulang, kalau positif, langsung pindah ruangan. Jadi gak numpuk," tuturnya.
"Kalau sekarang kan numpuk karena kita lama menunggu hasil swab yang dikirim ke Jakarta, Sementara pasien yang masuk terus bertambah," demikian dr. Indra. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…