RIAUBOOK.COM - Para tokoh dari berbagai etnis di Riau sepakat untuk membentuk Forum Tokoh Etnis (FTE) sebagai wadah diskusi lintas organisasi suku untuk mengelola keberagaman dan memberikan masukan-masukan membangun bagi pemerintah tingkat Provinsi Riau maupun kabupaten/kota yang ada di Bumi Lancang Kuning.
Seperti jata Melayu; "Ketuku batang ketakal, kedua batang keladi moyang, sesuku kita seasal, senenek kita semoyang"
Menurut Tokoh Melayu Riau, DR.drh.H.Chaidir, ungkapan adat itu cukup menggambarkan sikap orang Melayu yang menganggap manusia seluruhnya bersaudara karena berasal dari nenek moyang yang sama, yakni Adam dan Hawa.
"Suku Melayu memiliki landasan teori yang kuat untuk terbuka pada suku apapun dan selalu siap untuk menjalin komunikasi yang sifatnya membangun," kata dia.
Menurut Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) ini, perbedaan etnis dan juga agama menjadi lebur dan nilai itu pula yang menjadi dasar orang Melayu bersikap di tengah masyarakat yang majemuk di Riau.
"Jadi, sekalipun di Riau ini ada banyak etnis dan agama, mereka dilihat merupakan bagian dari kita, masyarakat Riau," demikian Chaidir.
Dia berharap FTE dapat menjadi tempat semua tokoh etnis memberikan pemikiran-pemikiran untuk bersama-sama menjaga kebhinekaan dan bersama-sama membangun Negeri Riau.
Penduduk Riau 6,7 Juta
Untui diketahui, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini Provinsi Riau dihuni lebih dari 6,7 juta jiwa penduduk terdiri dari berbagai suku, namun lima etnis terdata mendominasi jumlah penduduk di daerah ini.
Kelima suku/etnis dimana para tokohnya bergabung dalam Forum Tokoh Etnis (FTE) itu adalah; Suku Melayu, Jawa, Minang, Sunda, Batak dan Tionghoa.
Urutan pertama adalah penduduk Suku Melayu dengan jumlah mencapai lebih 2 juta atau sekitar 37,74 persen, kemudian urutan kedua adalah Suku Jawa yakni 1,1 juta atau setara 25,05 persen dari jumlah total penduduk Riau saat ini.
Namun jumlah penduduk Jawa yang begitu besar merupakan akumulasi atau gabungan dari Suku Jawa yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Jawa keturunan (transmigrasi).
Peringkat ketiga jumlah penduduk Riau terbesar ditempati oleh Suku Minang yang mencapai lebih 700 ribu jiwa atau 11,26 persen.
Para perantau Minang mayoritas merupakan kaum pedagang yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Dan posisi kempat ada Suku Sunda yang jumkahnya menembus angka 607 ribu jiwa atau 9 persen dari jumlah total penduduk Riau, kaum ini memiliki raga profesi mulai dari pengacara dan pebisnis.
Kemudian ada penduduk Riau Suku Batak jumlahnya mencapai lebih 500 ribu jiwa atau setara 7,31 persen dan Etnis Tionghoa Riau ada sekitar 250 ribu jiwa (3,72 persen).
Dua etnis ini menjalankan berbagai usaha mulai dari properti, buruh hingga pengusaha.
Selebihnya atau sekitar 15 persen penduduk Riau diisi oleh ragam suku seperi Bugus, Banjar, Talang Mamak, Akit, Bonai, Sakai, dan Suku Laut.
Suku-suku ini banyak tinggal di pinggiran-pinggiran kota bahkan beberapa seperti Talang Mamak dan Sakai menjadi etnis dengan julukan penjaga hutan belantara.
Tokoh Minang Riau, Syamsul Rakan Caniago, SH.MH, sebelumnya pernah mengungkapkan, ragam etnis di Riau menggambarkan bahwa daerah ini memiliki keistimewaan dan sangat potensial untuk kebhinekaan tetap terjaga.
"FTE harus memiliki fokus misi yang jelas agar tetap menjadi wadah positif demi kemajuan Riau," Ketua Persebatian Masyarakat Riau (PMR), Ir.H.Nasrun Effendi, MT menambahkan.
Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Jawa Timur (Permasajatim) Riau, Kampriwoto, mengatakan FTE harus mampu memberikan masukan-masukan yang membangun ke para pemimpin daerah di Riau khususnya untuk Penjabat (Pj) Gubernur Riau saat ini.
"Segera kita ngumpul bersama pj gubernur untuk membahas Riau kedepanya," kata Kampriwoto.
Ketua Mitra Sunda Riau (Misuri), H.Eyang Surachmat mengungkap saat ini ada 607 ribu masyarakat Sunda di Riau yang siap mendukung pembangunan di Riau.
Sementara itu Ketua Umun Ikatan Keluarga Besar Jawa Tengah (IKB-Jateng), Urip Sutriyanto, SH, menyatakan dukungannya untuk bersama membangun Riau lewat FTE.
"Kita berharap semua tokoh etnis dapat memberikan masukan-masukan demi Riau yang lebih baik," kata Tokoh Melayu Minang Riau, Nasir Day. (fzr)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…