Soal Eksodus Dokter Spesialis, Ini Komentar Direktur RSUD Meranti

Riau Book — Pemkab Kepulauan Meranti membantah dengan tegas informasi di sebuah media online yang menyatakan bahwa ramai dokter spesialis meninggalkan Kepulauan Meranti. Berita tersebut dianggap tidak tepat dan sumbernya tidak jelas karena sesungguhnya tidak ada esksodus dokter spesialis dari RSUD Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Bantahan tersebut secara khusus disampaikan Direktur RSUD drg Ruswita didampingi Kepala Bagian Humas Setdakab Kepulauan Meranti Ery Suhairi. "Berita ini betul-betul mengagetkan kami karena kondisi sesungguhnya tidak demikian," ungkap Ruswita, Selasa (28/6).

Ruswita mengaku sudah melakukan rapat dengan para dokter spesialis dan staf RSUD. Hasilnya tidak satupun menyatakan memberikan informasi demikian. "Saat ini saja kita memiliki 12 dokter spesialis dan bulan Juli nanti akan datang lagi dua spesialis. Perlu saya sampaikan bahwa banyak dokter spesialis berminat bertugas di Meranti, bahkan ada lamaran dari dokter bedah plastik. Tapi tentu kita sesuaikan dulu dengan fasilitas yang kita miliki," jelasnya.

Menurutnya, perhatian Pemkab terhadap RSUD terutama dokter spesialis sangat besar. Sejak tahun 2014 insentif dokter spesialis dinaikkan dari Rp 25 juta menjadi Rp 35 juta per bulan. Jumlah tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi Riau.

Selain itu para dokter spesialis juga mendapatkan tambahan pendapatan dari jasa pelayanan. Namun tidak setiap bulan diberikan karena disesuaikan dengan pembayaran dari BPJS dan Jamkesda.

"Kita juga menyediakan mes di lantai tiga RSUD. Untuk mes dibawah diperuntukkan bagi dokter PNS dan kita sudah mengusulkan penambahan mess baru dimana detail engineering design (DED) sudah selesai dibuat. Ini terkait kenaikan kelas RSUD dari D ke C," tambah Ruswita.

Bahkan para dokter yang akan bertugas di Meranti sudah terlebih dahulu diinformasikan mengenai tempat tinggal dan fasilitas yang akan mereka dapat. Selama ini tidak ada yang keberatan. Bahkan bagi dokter spesialis paru yang diberitakan keberatan dengan kondisi mes diakui Ruswita sudah ditanyakan. Malah yang bersangkutan berterima kasih karena saat keluarganya datang bisa menggunakan ruangan mes lainnya.

"Hubungan kita dengan para dokter sangat baik. Komunikasi kita cukup baik. Kalau ada keterlambatan pembayaran insentif selalu kita informasikan. Namun untuk spesialis yang THL jarang terjadi keterlambatan karena gaji mereka dari APBD, kecuali dokter PNS yang digaji dari APBN dimana sekarang mengalami keterlambatan," urai Ruswita.

Menyangkut dokter spesialis paru yang disebut bertugas sejak tahun 2013 sudah meninggalkan RSUD, disebut Ruswita adalah informasi yang tidak benar. Justru dokter spesialis paru itu baru mulai bertugas April 2015 dengan masa kontrak hingga Desember 2015.

"Memang kontraknya sudah habis tahun lalu dimana karena alasan keluarga yang bersangkutan tidak mengajukan permohonan perpanjangan kontrak," imbuh Ruswita.

Sedangkan dokter spesilias bedah memang akan berakhir kontraknya per Juni tahun ini. Hal ini memang kontrak yang bersangkutan hanya dua bulan. Sedangkan untuk dokter spesialis kandungan masih berjalan kontraknya hingga akhir tahun ini dan belum ada yang mengajukan permohonan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Demikian juga dokter anak.

"Bahkan saat ini sudah ada spesialis yang bermohon memperpanjang kontraknya. Kita juga selalu lebih dahulu mencari spesialis pengganti bila dokter spesialis yang ada menyatakan tidak memperpanjang kontraknya. Bulan Juli ini kita akan kedatangan dua spesialis lagi yakni spesialis bedah dan rehab medik. Kita selalu mengusahakan agar tidak terjadi kekosongan spesialis," tegas Ruswita.

Dia juga menegaskan mohon dukungan seluruh elemen masyarakat agar RSUD bisa terus meningkatkan pelayanan. Saat ini terdapat 12 dokter spesialis utama di RSUD yakni spesialis kebidanan dan kandungan sebanyak 3 orang, spesialis penyakit dalam (internis) 2 orang, spesialis anak 2 orang, spesialis bedah 1 orang, spesialis anastesi 2 orang, patologi klinik 1 orang, dan rehab medik 1 orang. "Rencananya Agustus akan ada penambahan spesialis radiologi," tambah dia.

Sedangkan dokter umum terdapat 20 orang yang terdiri dari dokter PNS dan PTT. Jumlah ini masih ditambah 14 dokter umum internship yang ditugaskan Kementerian Kesehatan. Khusus dokter ini masa tugasnya satu tahun.

Ruswita mengharapkan dukungan seluruh masyarakat terutama pihak media untuk memberikan informasi yang benar dan berimbang tentang pelayanan di RSUD. Hal ini dikarena RSUD adalah lembaga pelayanan yang sangat dibutuhkan masyarakat. "RSUD ini kebutuhan kita bersama. Jika kita tidak menjaganya dengan baik dan benar siapa lagi," harap dia.(RB)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Kenali Pasangan Anda, Jika Suka Selingkuh dan Berjudi, Berarti Ada Kelainan atau Hiperaktif

Riau Book -Gangguan perilaku hiperaktif ternyata juga dialami oleh 4 persen orang dewasa, tapi kebanyakan tak terdiagnosis. Orang dewasa…

Foto

Ditemukan Vaksin Palsu di Pekanbaru, Masyarakat Agar Berhati-hati

Riau Book - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru menggelar Ekspose temuan adanya vaksin palsu beredar di Pekanbaru. …

Foto

Berikut Dampak Buruk Vaksin Palsu bagi Balita

Riau Book - Imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penyakit berat pada anak. Infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi antara…

Foto

Ketua PMI Inhil : Kesadaran Masyarakat Donorkan Darah Sangat Penting

Riau Book — Dalam acara buka puasa bersama yang diadakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ketua PMI…

Foto

Pilihlah Buah-buahan Mengandung Air dan Serat Tinggi saat Buka dan Sahur

Riau Book - Dokter spesialis gizi klinik Pauline Endang Praptini mengungkapkan, saat sahur pilihlah buah-buahan yang mengandung banyak air, dan…

Foto

Cegah Peredaran Vaksin Palsu di Riau, Diskes Gandeng BPOM

Riau Book - Dinas Kesehatan (Diskes) Riau bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk bersama-sama melakukan pengawasan…

Foto

Ternyata Keseringan Mengetik di Phonsel Bisa Melemahkan Otot Tangan

Riau Book - Jari-jari kita mungkin merupakan bagian tubuh yang paling sering kita gerakkan di era teknologi sekarang. Bukan cuma…

Foto

Sering Mengetik di 'Handphone'? Ini Resikonya

Riau Book - Semua orang tahu, bahwa jari-jari kita mungkin merupakan bagian tubuh yang paling sering kita gerakkan di era…

Foto

Lihatlah, Anak-anak Tergemuk di Dunia

Riau Book - Memiliki anak dengan tubuh yang besar, gemuk dan montok tentu menggemaskan, tapi jika berat badannya terlalu berlebihan…

Foto

Pemkab Rohul Siapkan Pencanangan TNI-KB-Kes Tingkat Riau di Rambah

RIAU BOOK- Kabupaten Rokan Hulu tahun ini mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah pelaksanaan pecanangan TNI-KB-Kes tingkat Provinsi Riau yang dipusatkan…

Foto

Pemkab Siak Peduli Kesehatan, Warga Minas Terbantu Jamkesda

RIAU BOOK- Pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat…

Foto

Hindari Penuaan Dini dengan Banyak Bersyukur

Riau Book - Mereka yang melihat proses penuaan sebagai hal yang negatif, justru akan lebih cepat mengalami tanda-tanda penuaan, demikian…

Foto

Idul Fitri, Puskesmas di Pelalawan Buka Layanan Siang Malam

Riau Book- Warga Kabupaten Pelalawan tidak perlu khawatir akan pelayanan kesehatan selama Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah atau lebaran…

Foto

Polisi Ungkap Vaksin Palsu, Jangan Sampai Orangtua Tak Imunisasi Anak

Riau Book- Badan Reserse Kriminal Polri tengah mengusut kasus beredarnya vaksin palsu di Tangerang, Bekasi, dan Jakarta. Sejauh ini, sudah…

Foto

Hasil Uji Sampel 21 Jenis Makanan di Selatpanjang, Es Campur Positif Gunakan Pewarna Tekstil

RIAU BOOK- Sebanyak 21 jenis makanan di Pasar Ramadan di Jalan Ahmad Yani Selatpanjang, kemarin, dicek kelayakan dan kesehatannya, serta…

Foto

Layani Pemudik, Diskes Siak Siaga 24 Jam

RIAU BOOK- Dinas Kesehatan Kabupaten Siak mempersiapkan tim medis dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri. Tim medis ini siaga 24…

Foto

Ini Berbahaya, Ada Kantung Plastik Dibuat dari Bahan Medis

Riau Book- Tahukah Anda bahwa ternyata kantung plastik yang selama ini beredar di pasaran, ada yang berbahan daur ulang (recycle)…

Foto

Ini Bahaya Makan Gorengan, Waspada!

Riau Book - Makanan yang digoreng akan terasa lebih lezat, terlebih menggoreng juga merupakan cara memasak yang praktis dan cepat.…

Foto

Jangan Terlalu Memuji Anak, Ini Dampak Buruknya

Riau Book - Jangan terlalu berlebihan memuji kelebihan fisik anak karena bisa berakibat negatif pada perkembangan mentalnya. Menurut psikolog…

Foto

Cegah DBD, Masyarakat Tualang Diingatkan Jaga Kebersihan

RIAU BOOK- Cuaca yang tidak menentu saat ini, masyarakat Kecamatan Tualang diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini mengingat Kecamatan…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan