"Jeblok", Nilai RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Dalam Pelayanan

Riau Book - "Selamat siang, RSUD Arifin Achmad, ada yang bisa saya bantu?" demikian ramahnya operator rumah sakit milik pemerintah daerah itu saat menerima telepon calon pasien, warga Pekanbaru, Riau, Sabtu (12/9/2015) siang. (penilaian baik)

Namun selanjutnya, dimulai dari pertanyaan; "Saya ingin mendaftar ke dokter spesialis tulang, apakah bisa lewat telepon ini?" Operator langsung memberikan jawaban tak memuaskan; "Maaf, tidak bisa, Anda harus langsung datang ke rumah sakit".

Waktu itu, pukul 10.00 WIB, operator mengatakan, batas akhir pendaftaran adalah pukul 11.00 WIB. "Apakah tidak ada solusi, tolong untuk didaftarkan saja lewat telepon karena waktunya sangat mepet," tanya pasien yang lantas dijawab; "Tidak bisa, silahkan datang langsung saja."

Catatan; untuk rumah sakit sekelas "bintang lima" yang begitu lengkap peralatannya dan bahkan dimiliki oleh pemerintah daerah, harusnya layanan medik lebih baik, salah satunya bisa mendaftar lewat sambungan telepon. Pengamat memberi nilai merah untuk layanan telepon yang tidak tersedia di RSUD Arifin Achmad.

Sekitar 45 menit setelah komunikasi telepon, pasien kemudian tiba di RSUD Arifin Achmad yang berlokasi di Jalan Dipoenegoro, Pekanbaru. Pukul 11.50 WIB, seorang petugas keamanan langsung mengarahkan ke bagian informasi, dan kemudian kembali diarahkan ke bagian pelayanan yang lantas meminta untuk pasien melakukan pendaftaran di loket.

Ada sebanyak empat kali layanan yang harus dilalui, hal itu dimulai dari tidak adanya petunjuk khusus terkait kemana pasien harus mendaftar di pintu masuk rumah sakit, hingga harus bertanya kepada skuriti. Kemudian petugas keamanan itu dianggap tidak paham dengan layanan kemudian melemparkannya ke bagian informasi.

Parah lagi, bagian informasi harus kembali menyarankan pasien untuk menuju petugas layanan pasien. Mengapa tidak langsung saja ke loket pendaftaran? Pelayanan yang berbelit juga mendapat nilai merah dari pengamat.

Waktu untuk mondar-mandir itu telah habis lebih 30 menit. Ditambah lagi jarak layanan pasien dengan loket pendaftaran yang sangat jauh, membuat letih pasien dan keluarganya. Sampai di loket, beruntung tidak lagi menunggu antrean, namun petugas sedang tidak berada di tempat.

Pesian harus bertanya kembali pada petugas lain. Sekitar 5 menit baru petugas loket datang menyapa dan mempersilahkan mendaftar degan total baiaya pendaftaran Rp30 ribu. lagi-lagi waktu tersita. Tambah lagi nilai merah karena waktu yang banyak tersita itu.

Petugas loket lantas meminta pasien untuk langsung mendatangi ruang praktek dokter spesialis tulang tersebut. Beruntung saja jaraknya hanya sekitar 20 meter. Namun setelah sampai, tidak langsung ketemu, karena harus antre, ada sekitar belasan nomor antrean lainnya yang juga menumpuk akibat dokter terlambat datang. Untuk layanan medik dokter, juga merah.

Pasien menunggu mulai dari pukul 11.20 hingga melampaui pukul 13.00 WIB, atau sekitar 1 jam 40 menit. Padahal, di pintu utama ruang praktek tertulis bahwa pasien menunggu paling lama 1 jam. "Jika lebih satu jam menunggu tak dipanggil, silahkan lapor perawat," demikian tulisan stiker itu.

Pasien kemudian menanyakan ke perawat yang berada di balik pintu masuk. Namun jawaban yang didapat; "Silah tunggu, nanti dipanggil". Akibat tidak konsistennya pelayanan, kembali ada nilai merah.

Pasein terpaksa menunggu sekitar 30 menit lagi baru kemudian dipanggil setelah dokter datang. Sekitar 15 menit konsultasi dan pemeriksaan ringan, dokter kemudian meminta pasien untuk melakukan rontgen atau mencetak gambar tulang menggunakan alat khusus.

Namun karena unit rontgen utama yang biasa digunakan pasien umum telah tutup, petugas menyarankan untuk melakukannya di unit rontgen cadangan yang berada di Unit Gawat Darurat (UGD). Parahnya, sesampainya di sana, seorang petugas di ruangan itu justru mengungkapkan kekesalan; "Harusnya tidak di sini, karena di sini khusus untuk UGD. Tapi tak apa, namun harus bayar dulu didepan biaya rontgennya".

Pasien kembali "ditendang" seperti bola menuju ruang unit rontgen utama seperti anjuran petugas tersebut. Tapi harus kembali kecewa, karena ternyata tidak dapat diterima dan kembali diarahkan ke kasir utama yang ada di bagian depan rumah sakit. Jaraknya sekitar 600 meter, hingga pasien keletihan. Aksi lempar sana-sini petugas rumah sakit membuat nilai merah kembali dicoretkan.

Setelah berhasil transaksi, pasein kemudian kembali ke unit rontgen UGD. Namun harus kembali menunggu karena antrean telah dipotong oleh pasien lainnya. Sekitar 15 menit, kemudian dipanggil dan langsung dilakukan pengambilan gambar. Sayangnya, hasilnya tidak seratus persen. Dari dua bagian yang difoto, satu di antaranya tidak terlihat jelas.

Lagi-lagi petugas "melempar", menyarankan agar satu foto lagi bisa dilaukan di unit rontgen utama keesokan harinya. "Untuk sekarang, silahkan satu gambar ini dulu yang dikonsultasikan ke dokter," katanya.

Pasien harus menempuh perjalanan 600 meter lagi. Ketika itu sudah pukul 15.20 WIB. Parahnya, ketika sampai di ruang praktek, ternyata dokter tersebut telah pulang. "Silahkan kembali lagi hari Senin depan," kata perawat di ruangan tersebut.

Kekecewaan pasien yang beruntun itu, manambah nilai buruk untuk pelayanan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, "jeblok". Semoga kedepan lebih baik lagi. (fzr)

foto

Terkait

Foto

Mau Awet Muda? Makan Kulit Apel dan Tomat Hijau, Ini Anjurannya

Riau Book - Menjadi awet muda adalah dambaan setiap manusia. Dan untuk mendapatkan kulit kencang di usia yang tak lagi…

Foto

Bencana Asap Berlanjut, Eh... Dinas Kesehatan Riau Malah Kekurangan Masker

Riau Book - Pihak Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Riau, saat ini masih mengalami kekurangan masker untuk dibagikan kepada masyarakat secara…

Foto

Bayi Jangan Dibedong, Ini Bahayanya

Riau Book - Bagi kebanyakan ibu muda, setelah melahirkan lantas membedong bayinya, bahka hingga berumur satu tahun. Tahukah Anda? bahwa…

Foto

Astaga, Pria ini Buang Air Hasilkan 5 Kilogram Kotoran

Riau Book - Kejadian langka dalam dunia medis terjadi. Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu telah mengalami sembelit dalam 10…

Foto

Banyak Balita di Rohil Terserang Ispa Akibat Asap

Riau Book - Pihak Dinas Kesehatan Rokan Hilir (Rohil), Riau, melaporkan jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) akibat bencana…

Foto

Pak Jokowi, Puskesmas Nggak Laku

Riau Book - Pemerintahan Presiden Joko Widodo sebelumnya begitu gencar mempromosikan penting dan manfaat dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Namun…

Foto

Hei Polisi, Contoh ini; Kapolres Meranti Berikan Darahnya untuk Nenek 71 tahun

Riau Book - Jiwa sosial Kapolres Kepulauan Meranti, Riau, AKBP Zahwani Pandra Arsyad patut dicontoh oleh kebanyakan anggota kepolisian. Bersama…

Foto

Punya Tahi Lalat? Bisa Jadi Kanker

Riau Book - Banyak orang berfikir, bahwa lokasi tempat tahi lalat sering dikaitkan dengan sifat atau kepribadian. Kita memang perlu…

Foto

Astaga, Air di RSUD Bengkalis Berulat

Riau Book - Legislator yang menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Riau, Abi Bahrun menyoroti pelayanan dan fasilitas…

Foto

Mau Awet Muda? Cukup dengan Cabai, Ketumbar dan Kunyit Saja

Riau Book - Siapa yang menyangka, seorang juru masak atau koki asal India bernama Anjula Devi ini ternyata sudah berusia…

Foto

Ini Berbagai Hal yang Dapat Mengganggu Otak dan Daya Ingat

Riau Book - Benarkah? kebanyakan orang merasa khawatir dengan masalah daya ingat. Mulai dari sulit konsentrasi di tempat kerja, sampai…

Foto

Penumpang Pesawat Terkena Ispa Silahkan Berobat di Bandara Pekanbaru

Riau Book - Bandar Udara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, menirikan pos kesehatan untuk calon penumpang yang terpapar…

Foto

Ingat! Jangan Sembarangan Cukur Bulu Vagina

Riau Book - Sebagian wanita memiliki kebiasaan untuk mencukur rambut atau bulu di area vagina secara rutin, agar merasa lebih…

Foto

Jangan Makan Cokelat, Kedelai, dan Gorengan Kalau Mau Perkasa di Atas Ranjang

Riau Book - Harley Street Specialist dokter Cecilia Tregear mengatakan, seksualitas sangat dipengaruhi oleh bagian otak yang menghasilkan bahan kimia…

Foto

Wanita Muda Suka Pria Dewasa? Itu Bukan Penyimpangan Seksual

Riau Book - Dok, saya remaja berusia 17 tahun dan sedang mengenali jati diri. Sejujurnya saat ini saya lebih tertarik…

Foto

Mau Otak Anda Kuat! Ini Tipsnya

Riau Book - Otak menjadi salah satu organ vital manusia yang memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Dalam studi baru yang…

Foto

Ratusan Warga Dumai Kini Menderita Ispa

Riau Book - Bencana kabut asap telah mengganggu kesehatan masyarakat secara massal. Dilaporkan, untuk jumlah warga menderita infeksi saluran pernafasan…

Foto

Jangan Pernah Merasa Gemuk Kalau Tak Mau Kegemukan

Riau Book - Ini penting bagi Anda yang takut gemuk. Walau kebanyakan orang yang merasa dirinya kegemukan jadi terpacu untuk…

Foto

Sudah Ribuan warga Pekanbaru Terserang Ispa

Riau Book - Bencana kabut asap yang melanda Riau dalam beberapa bulan terakhir ini telah menyebabkan sejumlah warga di Pekanbaru…

Foto

Waspadai Pria Pembeli Seks Potensial Miliki Karakter Kekerasan Seksual

Riau Book - Bagi wanita baiknya mewaspadai yang stau ini. Pria pembeli seks ternyata rentan terlibat kejahatan seks dan cenderung…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan