RIAUBOOOK.COM- Menjadi seorang narapidana adalah sebuah resiko yang harus ditempuh seorang penjahat dan pelaku kejahatan. Dan penjara adalah tempat, napi tersebut dibina sebelum kembali dilepas kepada masyarakat umum.
Namun, Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, bukan menjadi tempat pembinaan para napi-napi ini. Bahkan, bagi mereka Rutan Sialang Bungkuk adalah tempat 'pembinasaan' dengan segala bentuk perlakukan kasar sipir penjara, ditambah lagi rentetan pungutan liar yang betul-betul mencekik.
Salah satu pungli yang dirasakan langsung oleh seorang napi, seperti yang dikisahkan oleh salah seorang kerabat mereka adalah uang pulsa yang disedikan sipir penjara.
Bagi napi yang akan menghubungi atau menelpon kerabat mereka yang tinggal jauh, petugas rutan ini menyedikan handphone. Namun, tentu saja semuanya tidak serba gratis. "1 menit waktu untuk menelpon, harus membayar Rp10 ribu. Dan begitu terus kelipatannya. Modusnya sama dengan jam besuk yang dikenakan kepada para pembesuk," ujarnya mengisahkan.
Pemerasan lain yang juga dikenakan kepada para napi adalah, bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah salat, diharuskan membayar Rp20 ribu untuk bisa salat. "Cerita ini saya dengar dari salah seorang napi disana, jika ini betul-betul terjadi. Apa yang sudah dilakukan sipir-sipir disana betul-betul biadab. Sampai salatpun, harus bayar. Kita berdoa saja, semoga para sipir yang menjaga Rutan Sialang Bungkuk, nantinya juga ditahan di sana," ungkapnya pelan.(ria/RB)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…